fraud

Fraud Racik Hardcore dan Metal Beringas di Album Ketiga, 'Sanctuary'

  • By: NND
  • Rabu, 2 September 2020
  • 365 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Bayu Hastutama (voc), Keceng (gitar), Soullamb (bas), dan Rama Nada (drum) adalah Fraud–unit hardcore asal Surabaya yang baru saja melepas album ketiga mereka, Sanctuary. Dirilis melalui Blackandje Records pada tanggal 31 Agustus 2020, album tersebut juga menjadi monumen satu dekade mereka bermusik bersama.

Penggarapan Sanctuary memberikan ruang eksperimentasi dalam proses kreatif penulisan lirik. Adapun proses rekamannya digarap di dua studio berbeda (Fun House Studio Bandung dan Inferno Studio Surabaya) guna memantapkan kualitas sound yang diinginkan.

Simak video klip dari single-nya, "The Prophecy", di bawah ini:

Membahas aransemennya, album anyar ini menjadi perwujudan sound metal yang lebih solid ketimbang dua album sebelumnya. Riff thrashy dan mencakar-cakar, dipadu dengan ketukan drum nan eksplosif dari drummer baru mereka, Rama; maka jadilah bumbu dasar dari gemuruh masif di sepanjang albumnya. Ketika semua itu dipertemukan dengan vokal Bayu, maka nuansanya pun terasa gelap–lebih gelap dari apapun yang sudah mereka rilis sebelumnya.

Singkat kata, Sanctuary terasa seperti album yang mampu menampilkan Fraud dalam kondisi paling liar mereka. Permainannya terasa lebih lepas, namun melaluinya, mereka tetap mampu menopong narasi berkonsep hingga mendarat di track penutup. Sanctuary juga menjadi rilisan yang mampu menampilkan sisi "metal" grup ini secara lebih jujur.

Berbicara seputar narasinya, halaman lirik dipenuhi bahasan kisah manusia-manusia yang "menyangkal doktrin lunatik warisan leluhurnya," dilansir dari siaran pers. "Sanctuary yang berarti 'suaka', dimaksudkan sebagai ruang eksplorasi manusia untuk menemukan kebenaran masing-masing, lewat caraya masing-masing," terang mereka menjelaskan.

"Sekaligus, album ini adalah deklarasi sikap dari Fraud yang mengutuk kelompok-kelompok inteloran yang memaksakan dunia menjadi seragam, dan mengikuti yang mengikuti jalan mereka."

Narasi yang sama juga diangkat dan diinterpretasikan oleh Redi Murti yang menggurat ilustrasi untuk albumnya. "Di album ini saya mau menceritakan tentang upaya sebuah generasi (untuk) keluar dari dogma sesat yang diwariskan leluhurnya. Menurutku, tidak semua doktris warisan harus ditelan mentah-mentah. Kita sebagai manusia berhak untuk mencari kebenarannya masing-masing," kataya.

Repertoar Sanctuary diisi oleh 10 nomor yang memangku pesannya secara kuat, dan melaluinya, Fraud menyajikan petualangan sonik yang intens dan katartis. Pesan yang dikandung dalam albumya bak peluru berkaliber besar, sedangkan racikan hardcore/metal Fraud macam trigger-happy shotgun yang siap meletup. Selamat menikmati

0 COMMENTS