Fueled By Ramen: Rumahnya Paramore, Twenty One Pilots, hingga One Ok Rock

Fueled By Ramen: Rumahnya Paramore, Twenty One Pilots, hingga One Ok Rock

  • By:
  • Minggu, 4 April 2021
  • 182 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Label rekaman Fueled By Ramen menginjak usia 25 tahun pada 2021. Selama lebih dari dua dekade perjalanan itu, label rekaman bentukan John Janick dan mantan drummer Less Than Jake, Vinnie Fiorello, sudah merilis karya-karya keren dari band-band kenamaan dunia.

Sebelum menjadi rumah yang besar untuk skena pop punk dan rock seperti sekarang, Fueled By Ramen dimulai dengan keadaan yang serba pas-pasan. Pada suatu tempat di Gainesville Rock City pada 1996, John Janick muda dan Vinnie Fiorello bekerja sama memulai sebuah label rekaman.

Ide untuk membuat label rekaman sebetulnya sudah dipikirkan Janick sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, baru saat berkuliah impian itu jadi kenyataan.

Oleh karena itu, Fueled By Ramen dimulai di kamar asrama Janick saat berkuliah di University of Florida. Pada arsip wawancara dengan HitQuarters pada 2006 silam, Janick menjelaskan alasannya membuat label rekaman adalah untuk membuat band-band yang berada di naungannya bisa punya karier dengan usia panjang.

"Karena saya menyukai musik dan saya ingin terlibat di dalamnya. Saya suka datang ke sebuah konser, saya suka bekerjasama dengan band. Saya rasa, ini hal terbaik yang bisa saya lakukan. Saya lebih baik membuat sebuah label rekaman daripada bermain di sebuah band," ujar Janick.

"Kami mencoba menjadi tempat bagi band dan mengembangkan mereka sehingga akan eksis untuk jangka waktu yang lama. Banyak orang dulu mencari lebih untuk menemukan suatu tindakan dan hanya mencoba dan menghasilkan uang darinya dengan cepat. Ada beberapa tindakan yang kami lakukan yang menjadi besar dengan cepat dan beberapa sudah berlangsung lama," jelasnya.

"Kami ingin menjadi tempat di mana semua orang sangat menyukai musik, di mana kami berada di dalamnya untuk jangka panjang dengan artis. Selama mereka bekerja maka kami bekerja sangat keras untuk mencoba mengembangkan mereka dan membuat kareir mereka menjadi lebih panjang," katanya.

Kisah unik melatarbelakangi pemilihan nama Fueled By Ramen oleh Janick dan Vinnie Fiorello. Dengan kehidupan serba pas-pasan sebagai mahasiswa, mereka tidak memiliki banyak dana untuk hidup karena sebagian besar uang sudah dialokasikan menjalankan label rekaman.

"Kami tinggal di kawasan perguruan tinggi dan tidak punya banyak uang. Kami mulai menjalankan label rekaman yang menggunakan semua uang kami untuk membuat rekaman. Kami menginvestasikan semua yang kami miliki ke dalamnya. Cukup banyak mie ramen yang kami beli untuk dimakan," kisah Janick.

Kesuksesan besar pertama Fueled By Ramen hadir pada 1998 ketika mereka mengeluar EP self-title dari Jimmy Eat World. Keuntungan dari penjualan rekaman ini cukup untuk Fueled By Ramen membeli ruang kantor pertamanya di Tampa, Florida.

Perkembangan Fueled By Ramen semakin signifikan setelah bekerjasama dengan distributor yang berafiliasi dengan perusahaan rekaman besar, Warner Music Group, Alternative Distribution Alliance (ADA). Kondisi ini memungkinkan Fueled By Ramen memperluas jangkauan pasarnya.

"Kami beroperasi seperti label indie yang sangat kecil dan gesit serta dapat melakukan semua sendiri, tetapi kami memiliki sumber daya perusahaan besar. Dan kami memiliki mitra yang hebat, semua orang di sini dan semua orang di perusahaan Warner/Atlantik telah menjadi mitra yang sangat baik bagi kami dalam memastikan bahwa kami dapat melanjutkan visi yang mereka percayai, apa yang ingin kami lakukan, dan merek yang telah kami bangun. Serta memastikan bahwa kami dapat terus melakukannya dengan cara yang selalu kami lakukan," jelas Janick kepada Huffpost.

Kesuksesan Fueled By Ramen kembali didapatkan setelah Fall Out Boy mampu menjual 250 ribu eksemplar album debut mereka, Take This to Your Grave. Kesuksesan ini diikuti dengan album debut Panic! at the Disco, A Fever You Can't Sweet Out, yang meraih predikat double platinum berkat penjualan lebih dari 2 juta kopi.

Ketika karier Fueled By Ramen semakin menanjak, Vinnie Fiorello justru memutsukan hengkang. Keputusan ini diambil karena Vinnie mengaku sudah tidak bersemangat lagi dalam bermusik serta ada beberapa ketidakcocokan.

"Beberapa bulan yang lalu saya memutuskan untuk keluar dari Fueled By Ramen, perusahaan rekaman yang telah saya bangun selama 10 tahun terakhir. Pada dasarnya alasan yang sama saya memulai label pada akhirnya adalah alasan yang sama mengapa saya meninggalkan Fueled By Ramen, dan itu adalah hasrat untuk musik." ujar Vinnie Fiorello 15 tahun lalu dilansir Punknews.

"Saya tidak merasakan hal yang sama untuk beberapa band yang telah kami bicarakan tentang penandatanganan di masa depan atau arah yang diambil oleh label. Saya selalu bangga pada diri saya sendiri karena memikirkan label yang setara tentang kreativitas dan bisnis, tetapi beberapa bulan yang lalu saya merasa musik lebih tentang menjadi terkenal daripada lagu-lagu yang sebenarnya, rasanya seperti gaya mengalahkan substansi," jelas Vinnie Fiorello.

Meski ditinggal kolega yang menemani dari awal membentuk Fueled By Ramen, Janick tetap melanjutkan perjalanan labelnya hingga meraih kesuksesan lain setelah hadirnya Paramore sebagai salah satu roster Fueled By Ramen.

Album kedua Paramore bertajuk Riot! yang rilis pada 2007, mampu debut di posisi ke-20 Billboard 200 dan meraih double platinum dari RIAA. Satu tahun kemudian, album kedua Panic! at the Disco, Pretty. Odd, juga meraih sukses besar dengan debut di posisi kedua Billboard 200.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Fueled By Ramen (@fueledby)

Semakin besar nama Fueled By Ramen setelah memasukkan Twenty One Pilots ke dalam roster. Album keempat duo asal Ohio itu, Blurryface, mampu meraih posisi puncak di Billboard 200 dan meraih triple platinum berkat penjualan lebih dari 1,5 juta kopi di Amerika Serikat.

Katalog band-band kenamaan Fueled By Ramen semakin variatif dengan masuknya band rock asal Jepang, One Ok Rock, pada 2016. Melalui Fueled By Ramen, One Ok Rock merilis album kedelapan mereka, Ambitions, dalam versi Bahasa Inggris. Untuk album terbaru One Ok Rock, Eye Of The Storm, yang rilis pada Februari 2019 juga dirilis oleh Fueled By Ramen.

Dengan usia yang kini sudah 25 tahun, Fueled By Ramen membuktikan bahwa mereka menjadi salah satu sosok penting meramaikan era skena emo dan pop punk. Fueled By Ramen juga terbukti mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan industri musik.

"Saya melihat beberapa label yang berada di kondisi tertentu, tapi saya tidak ingin mengatakan bahwa mereka sudah mati, namun mereka sudah tidak relevan lagi karena skena yang mereka geluti tidak lagi sehat. Bagi saya, bukan berarti kita harus menjadi bagian dari skena ska-punk, emo, atau pop-punk, tetapi tentang melakukan transisi dengan cara yang terasa natural," tegas Janick.

0 COMMENTS