Portal Music

Star and Rabbit

Gemerlap Stars and Rabbit dan Elda Suryani di Industri Musik Indonesia

  • By:
  • Selasa, 10 November 2020
  • 783 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Sajian musik unik dengan genre folk disuguhkan Star and Rabbit selama hampir satu dekade terakhir di belantika musik Indonesia. Band yang berdiri di Yogyakarta ini hadir dengan ciri khas keunikan vokal dari Elda Suryani.

Stars and Rabbit pertama kali terbentuk pada awal 2011 yang digawangi oleh Elda Suryani dan Adi Widodo (gitar). Pada awal kemunculannya, Stars and Rabbit menulis lirik dalam bahasa Inggris yang salah satunya melahirkan lagu Worth It. Mereka pun mendapat sambutan baik dari pendengar musik di Indonesia dan Inggris.

Nama Stars and Rabbit diambil dari nama akun Twitter rahasia milik Elda. Stars and Rabbit menggunakan pendekatan do-it-yourself untuk menulis dan merekam. Musik mereka adalah perpaduan antara pengaruh pop dan folk dengan kesederhanaan dari komposisi, aransemen, dan penampilan.

Meski Stars and Rabbit sering dianggap memiliki genre musik dari perpaduan pop dan folk, mereka tidak bisa mengkotakkan genre musik yang diusung. Dalam beberapa kesempatan, Elda dan Adi sering menyebut genre musik mereka sebagai genre 'Stars and Rabbit karena musik mereka meliputi pop, folk, alternatif, dan lainnya.

Stars and Rabbit pertama kali tampil di depan umum pada September 2011 dalam acara roadshow Prambors On The Move di Jakarta. Salah satu lagu mereka, Worth It, menjadi soundtrack salah satu program radio prambors saat itu, Kompilasi Kisah Kamu.

Lagu Worth It kemudian dirilis melalui iTunes yang membuat Stars and Rabbit semakin menggebrak di industri musik Tanah Air. Nama Stars and Rabbit semakin dikenal setelah salah satu lagu mereka berjudul The House dijadikan soundtrack untuk film pendek Inggris, Wander. 

Dalam upaya memulai karier profesional di jalur indie, Stars and Rabbit menelurkan mini album (EP) pada 2013 dengan tajuk Live at Deus. Salah satu lagu di mini album ini, Man Upon The Hill, mendapat sambutan sangat positif di pendengar musik Indonesia.

Karier Stars and Rabbit semakin menanjak dan akhirnya merilis album perdana pada 2015 dengan tajuk Constellation yang memiliki arti konstelasi atau rasi bintang. Elda mengaku mendapatkan inspirasi untuk nama album perdana Stars and Rabbit saat malam hari ketika merasakan keindahan malam hari.

Album ini menjadi unik dan terkesan eksklusif karena proses mastering yang dilakukan John Davis di Metropolis Studios, London, Inggris. John Davis bukan orang sembarangan, ia telah banyak menangani musisi-musisi papan atas internasional macam Lana Del Rey hingga Led Zeppelin.

Stars and Rabbit menghubungi Davis melalui balas-membalas email dan Davis nyatanya tertarik dengan album Constellation hingga akhirnya dikerjakan dalam waktu kurang dari 1 bulan. Hasil kolaborasi dengan seseorang ahli terbayar tuntas karena album perdana Stars and Rabbit mendapat sambutan hangat.

Dalam rangka mempromosikan album perdananya, Stars and Rabbit melakukan tur dengan tajuk Constellation Asian Tour 2015. Lokasi yang dipilih tak main-main, bukan hanya wilayah Indonesia seperti Bali dan Malang, tur ini meliputi berbagai kota dari negara di Asia seperti Shenzhen, Hong Kong, Manila, hingga Guangzhou.

Ketika tengah berada di puncak karier, Stars and Rabbit diterpa badai setelah Adi Widodo memutuskan hengkang. Kabar keluarnya sang gitaris diumumkan langsung oleh Elda melalui unggahan Instagram resmi Stars and Rabbit pada 12 November 2019.

"Dengan berat hati, Adi tidak akan lagu bergabung dengan saya dalam perjalanan Stars and Rabbit. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik," ujar Elda seperti dilansir Antara.

Setelah bertahun-tahun melewati pasang-surut perjalanan, Elda menyebut Adi ingin fokus pada pekerjaan barunya di bidang periklanan. Meski tak lagi bersama rekan yang membersamai sejak awal, Elda tetap melanjutkan karier bermusik Stars and Rabbit dengan menggandeng Didit Saad sebagai gitaris.

Didit bukan sosok baru bagi Elda, mereka pernah menjalin kerja sama sebagai satu anggota di band EVO pada era 2000-an. Sebagai perkenalan Didit kepada pendengar setia Stars and Rabbit, mereka merilis audio dan video musik Little Mischievous. Dibandingkan lagu-lagu dari sebelumnya, musik Little Mischievous terdengar lebih rock dan penuh semangat. Hal ini menjadi tanda bahwa Stars and Rabbit resmi memulai babak baru dengan hadirnya Didit. 

Tak lama setelah Didit bergabung, Stars and Rabbit merilis album kedua dengan tajuk Rainbow Aisle. Lagu-lagu di album ini benar-benar menunjukkan wajah baru dari Stars and Rabbit. Mereka lantas menggelar tur untuk mempromosikan album keduanya di berbagai kota seperti Tokyo, Busan, Taipei, dan berakhir di Jakarta.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Here’s to our first stop in Taipei ????????✨????????: @triaji_

A post shared by Stars and Rabbit (@_starsandrabbit) on

Elda Suryani dan Bayang-bayang Musik eVo

Kegemaran Elda Suryani dengan dunia tarik suara sudah dimulai sejak tahun 2000-an. Ia berprofesi sebagai penyanyi di sebuah cafe bernama Candles. Di sana, Elda dituntut untuk menyanyikan segala jenis musik yang sedang populer mulai dari rock, pop, jazz, hingga hip hop.

Perjalanan itu menjadi inspirasi bagi Elda dalam bermusik yang akhirnya mengantarkan Elda pada sebuah audisi di pertengahan 2006 bernama Reiknarnasi. Elda menjadi pemenang di ajang tersebut dan resmi bergabung sebagai vokalis eVo.

Sebelum besar bersama Stars and Rabbit, nama Elda Suryani sudah dikenal berkat sepak terjangnya bersama band eVo. Pada awal perjalanan dengan eVo, mereka langsung menandatangani kontrak bersama Sony-BMG Indonesia untuk album perdana. Salah satu lagu yang melambungkan karier Elda dan eVo saat itu adalah Aggressive.

Namun, perjalanan Elda dengan eVo tak berjalan mulus karena band ini mengalami masa hiatus selama periode 2008 hingga 2010. Elda pun banting setir dengan bekerja sebagai fashion stylist untuk beberapa majalah di Jakarta, kemudian membuka toko second hand dan handmade bernama Little Garage yang berbasis di Yogyakarta hingga saat ini.

Di awal 2011, Elda memutuskan untuk melanjutkan hasrat bermusiknya dengan menemui Adi. Mereka pun lantas membentuk proyek duo dengan merekam lagu-lagu secara independen yang kemudian berujung dengan lahirnya Stars and Rabbit.

0 COMMENTS