George Hage “Jack the Radio”: Ngeband Oke, Jadi Illustrator Oke

George Hage “Jack the Radio”: Ngeband Oke, Jadi Illustrator Oke

  • By:
  • Jumat, 30 April 2021
  • 110 Views
  • 0 Likes
  • 2 Shares

Musik dan seni gambar menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan bagi vokalis band rock Jack the Radio, George Hage. Dua hal ini membuat George Hage bisa berkembang menjadi seorang musisi, penulis lagu, sekaligus illustrator.

Minat George Hage kepada dunia seni sudah muncul sejak remaja. Di fase itu, ia aktif mengikuti perkembangan skena musik lokal di wilayah tempat tinggalnya, Charlotte, sambil belajar bermain gitar. George Hage juga suka menggambar dan gemar dengan komik, hal yang membikin George Hage tertarik mengumpulkan poster dari band-band rock favoritnya.

"Sebagai seorang anak saya menyukai buku komik dan akan mencoba merancang karakter saya sendiri. Di kelas 8 dan saya mendapat kesempatan untuk mengambil pelajaran gitar klasik dan tidak lama kemudian saya belajar gitar listrik dan mencoba untuk menulis lagu saya sendiri," kata George Hage kepada ncarts.org.

Memasuki tahun 2000, George Hage berkuliah di North Carolina State State University dengan mengambil jurusan komunikasi dan mempelajari musik juga ilmu komputer. Bakat seni George Hage saat itu sudah semakin berkembang dengan bermain musik di band dan membuat logo, poster, dan ephemera untuk setiap band di mana ia ikut bermain musik.

Lantas, George Hage membentuk Jack the Radio bersama rekan satu kamarnya, A.C Hill pada 2005. Mereka menulis lagu bersama di kamar asrama hingga akhirnya merekam lagu gubahan mereka dan merilis EP. Jack the Radio terus berjalan selaras dengan perkembangan George Hage yang akhirnya lulus kuliah dan memutuskan tinggal di Raleigh.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by George Hage (@thegeorgehage)

Di sana George Hage bekerja di bidang IT selama 12 tahun sebagai manajer proyek. George Hage menjalani hari sebagai seorang pekerja IT di siang hari dan menjadi seniman pada malam hari.

Jack the Radio akhirnya merekrut personel anyar pada 2009 dan merilis album perdana mereka bertajuk Pretty Money pada 2011. Bersama Jack the Radio, George Hage merilis album kedua pada 2011 dengan nama Lowcountry. Sebelum merilis album ketiga pada 2015 berjudul Badlands, Jack the Radio sempat memenangkan kompetisi lokal bernama Last Band Standing.

"Saya mencoba untuk tidak membatasi diri saya secara musik dan suka bekerja dengan penulis dan artis yang berbeda dan belajar dari proses dan pendekatan mereka terhadap musik. Saya telah menulis dan tampil dengan band saya Jack the Radio sejak 2009," ujar George Hage.

Selain menyalurkan bakat dan hasrat bermusik, Jack the Radio juga menjadi medium George Hage untuk berkarya seni. Ia mendesain poster, artwork untuk bandnya itu hingga akhirnya memberi George Hage lebih banyak tawaran pekerjaan desain.

George Hage mulai kewalahan dengan permintaan pekerjaan desain sehingga memutuskan keluar dari pekerjaannya di bidang IT.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by George Hage (@thegeorgehage)

Hingga saat ini, George Hage telah membuat logo, poster, dan merchandise untuk berbagai klien besar termasuk Hopscotch Music Festival, The State Theatre di Greenville, North Carolina, Porch Fly Clothing, Trophy Brewing, Carolina Hurricanes, dan Artsplosure.

Selain itu, George Hage juga sudah meluncurkan buku dan komik garapannya sendiri. Pada Mei 2018 ia merilis buku berjudul Daydreaming yang berisikan proses di balik layar dan catatan pribadi George Hage. Buku setebal 158 halaman ini berisikan ilustrasi, logo, apparel, dan buku mewarnai yang terdiri dari karya-karya George Hage selama tujuh tahun bekerja sama sebagai ilustrator dengan tim olahraga, tempat pembuatan bir, festival musik, festival seni, hingga band.

Terbaru, George Hage merilis sebuah komik antologi pada Juni 2020. Antologi ini adalah kumpulan cerita pendek fiksi ilmiah kosmik berdasarkan album baru Jack the Radio. Hal ini menunjukkan bahwa musik dan seni gambar benar-benar bisa berjalan beriringan bagi seorang George Hage.

"Desain dan ilustrasi bisa menjadi media yang sangat terisolasi. Umumnya saya menggambar sendiri. Dengan musik saya bisa tampil dengan band dan mengisi energi dan emosi dari sana. Di sebuah pertunjukan saya bisa merasakan energi dan emosi penonton serta merasakan emosi secara real-time," ujarnya.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya mencoba menciptakan seni terbaik yang dapat saya buat pada saat itu dan menggunakan seni untuk terhubung dengan orang dan ide dan mudah-mudahan orang akan terhubung dengan seni tersebut," jelas George Hage.

0 COMMENTS