Gergasi Api Lengkapi Konsep Trilogi Kelahirannya

Gergasi Api Lengkapi Konsep Trilogi Kelahirannya

  • By:
  • Kamis, 3 June 2021
  • 55 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Sejak pertama kali dilahirkan, Gergasi Api seakan memiliki misi tersendiri untuk memantapkan eksistensinya di dunia musik. Dibentuk oleh Alexandra (Sieve) dan juga Ekyno (Full of Hate, Plum), Gergasi Api sempat mengumumkan bahwa mereka telah mempersiapkan trilogi lagu yang membentuk identitas band tersebut. Kabar mengenai konsep trilogi ini sebenarnya sudah diumumkan oleh Gergasi Api dan Anoa Records selaku label rekaman yang menaunginya kala mereka merilis single perdana berjudul The Flames That We Shared pada awal Maret lalu. Kini, pada bulan Mei kemarin, trilogi dari Gergasi Api tersebut sudah lengkap dengan hadirnya The Ashes That We Shared sebagai single ketiga mereka.

The Ashes That We Shared merupakan instalasi ketiga yang menjadi pelengkap misi trilogi dari Gergasi Api. Alexandra J. Wuisan selaku separuh jiwa di dalam Gergasi Api menjelaskan bahwa The Ashes That We Shared ditulis untuk mencoba menafsirkan tentang kisah mitologi dari burung phoenix. Alexandra menjelaskan bahwa menurut mitologi, burung phoenix dikenal dengan siklus hidup yang terus berputar. “The Ashes That We Shared adalah akhir final dari trilogi single kami. Lagu ini intinya mencoba menafsirkan bagaimana kisah mitologi burung phoenix, dimana mati dan terlahir kembali adalah sebuah proses yang kita lalui sebagai manusia. Terlahir menjadi pribadi yang baru dan kuat, ketika kita melaluinya dengan empati dan tulus”, ungkap Alexandra J.Wuisan melalui siaran pers tentang rilisnya single terbaru Gergasi Api.

Filosofi kehidupan burung phoenix tersebut juga diaplikasikan ke dalam siklus dari Gergasi Api sendiri. Ekyno menyadari bahwa Gergasi Api merupakan band yang baru dibentuk. Namun saat ini, duo asal Bandung tersebut sedang mencanangkan rencana untuk membuat formasi band yang dapat diaplikasikan dalam format live. Ekyno juga berharap setelah proses siklus baru yang dijalani oleh Gergasi Api ini rampung dan pandemi berakhir, band yang dibentuknya bersama Alexandra ini bisa menjadi sebuah unit musik yang solid dan terus berkarya mewarnai industri musik Indonesia. 

Harapan untuk dapat menjadi warna baru di industri musik Indonesia tampaknya sudah dapat terlihat sejak instalasi pertama yang dirilis oleh Gergasi Api. Melalui single perdana berjudul The Flames That We Shared, Ekyno dan Alexandra mencoba untuk meleburkan identitas yang melekat terhadap persona keduanya di band mereka sebelumnya menjadi sebuah identitas baru. Kedua musisi yang menghidupkan Gergasi Api ini memang dikenal memiliki pengalaman yang apik dengan persona yang khas berasal dari musik industrial rock, post-metal, shoegaze serta darkwave

Ekyno menjelaskan bahwa Gergasi Api lahir dari berbagai macam unsur musik dan nuansa yang saling berpadu. Gergasi Api mencoba untuk menghadirkan rangkaian karya yang dapat terdengar raw dan sekaligus dilengkapi juga dengan elemen melodis. Melalui karya-karyanya, Gergasi Api juga mencoba untuk membawa karakteristik musik digital yang juga dapat terdengar analog dalam satu waktu. 

Alexandra selaku vokalis pun pun mengakui bahwa dirinya melakukan eksplorasi lebih terhadap teknik dan karakter vokal yang dibutuhkan oleh Gergasi Api. Selain itu, Alexandra pun mencoba untuk mencurahkan aspek personal dari dirinya maupun Ekyno ke dalam lirik yang tersaji dalam lagu The Flames That We Shared. Secara garis besar, Gergasi Api mencoba untuk mencurahkan apa yang mereka rasakan selama masa pandemi berlangsung. Mulai dari rasa kehilangan yang besar hingga berbagai macam upaya untuk terus bangkit meraih kendali di dalam diri dalam menghadapi kesedihan. Konsep tersebut pun akhirnya dapat berhasil direalisasikan melalui single The Flames That We Shared. Selanjutnya, perjalanan Gergasi Api dilanjutkan dengan single Red Knight yang rilis pada April lalu. Single kedua milik Gergasi Api ini dibuat dengan menceritakan tentang kebangkitan.

Sosok Red Knight sendiri digambarkan sebagai sebuah simbol yang berasal dari semangat api. Semangat tersebut terus membara dan agresif. Simbolisasi Red Knight tersebut nyatanya berasal dari semangat Alexandra dan Ekyno yang memutuskan untuk kembali melakukan eksplorasi musik melalui kelahiran Gergasi Api.

0 COMMENTS