GHO$$

GHO$$ Beri Perspektif Baru Lewat Video Klip Monokrom

  • By: NND
  • Selasa, 9 July 2019
  • 430 Views
  • 5 Likes
  • 0 Shares

Unit trip hop asal Ibukota, GHO$$, kembali merilis sebuah video klip dari single hit mereka yang bertajuk "Care.le$$". Melaluinya, mereka menerjemahkan lagu mereka menjadi sebuah visual yang dikaji hanya dengan dua warna: Hitam dan putih; ya, alias monokrom.

GHO$$ sendiri merupakan sebuah band yang awal didirikan pada tahun 2014, yang turut serta mendaftarkan dirinya ke gelaran Supermusic Rockin' Battle di tahun 2017, dan berhasil keluar sebagai juara dari kompetisi tersebut.

Sejak awal, mereka sudah konsisten dengan imaji yang demikian, yang cenderung gelap dan kelam; itu sudah menjadi layaknya bagian dari identitas mereka sebagai sebuah kolektif bermusik.

Untuk mewujudkan nuansa serba hitam dan misterius di video klip Care.le$$, band beranggotakan Diegoshefa (vokal), Fadhi Perdana (gitar), Diego Aditya (gitar), dan Dhemo Ap (bass), bahkan sampai menjelajah Sawarna, Banten dan Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk syuting di sana.

Diegoshefa menyatakan bahwa visual monokrom memanglah sperti benang merah yang terjalin bagi GHO$$ dalam perihal fashion, stage art, hingga unsur sinematik dalam video klip—monokrom sebagai sebuah perpaduan warna, mewakili benar apa yang diusung GHO$$ dalam ranah estetika mereka sebagai sebuah unit musik.

"Konsep video klipnya sih enggak berbeda jauh sama pakem-pakem yang kami anut dan menjadi ‘manual book’ GHO$$. Dimana mood-nya harus dark, gloomy, mysterious, black and white, dan artsy. Jadi melankolik cuma enggak menye-menye,” urai pria yang biasa disapa Diego ini.

Selain menjadi ciri khas, ia percaya warna-warna monokrom dapat mewakili jiwa dan esensi dari musik mereka yang kelam namun tetap punya unsur pop. Trip hop adalah genre yang mencampurkan unsur hip hop dan jazz dengan rock atau dream pop. Bagi Diego, musik trip hop yang mereka usung, tidak bisa divisualisasikan dengan sembarangan. Maka dari itu, monokrom menjadi seperti ujung tombak yang runcing untuk mengedepankan perkara ini.

Penggarapan proses kreatif dan produksi dari video klip single mereka ini dijalankan dengan serius; totalitas, bahkan. Syuting di alam terbuka, yakni di Sawarna dan Sumba—yang tentunya penuh tantangan seakan memantapkan keseriusan mereka itu.

“Karena bagi gue, video klip itu sangat critical untuk merepresentasikan dan mendeskripsikan musik yang kita usung secara visual,” Diego menegaskan.

Meski bukan kali pertama bagi GHO$$ untuk mengangkat tema monokrom pada video klip mereka, penggarapan video klip "Care.le$$" memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, baik itu dari segi medan maupun penghayatan.

“Di Sawarna ada satu scene gue harus take gambar di atas tebing yang dikelilingi ombak. Kalau salah melangkah sedikit aja itu gue bisa jatuh dan hilang. Terus juga harus shooting underwater berjam-jam. Sebelum selesai aja gue sudah nelan banyak air banyak banget sampai hampir pingsan. Tapi beruntungnya semua bisa selesai dengan lancar,” ungkapnya.

Alhasil, video klip "Care.le$$" mampu menerjemahkan perspektif baru dalam lagu tersebut. Bentangan alam—pantai dan tebing yang terjal—yang dijumpai di Sawarna dan Sumba, divisualisasikan secara sinematik dengan aksen monokrom, menghadirkan suasana muram dan sepi, cocok dengan estetika yang diemban oleh GHO$$. Diegoshefa dipanggungkan menjadi sosok sentral yang terlihat depresi di sepanjang alur video tersebut yang terbentang lambat. Keserasian seluruh elemen yang nampak menjadikannya sebuah spektakel berkarakter kuat, yang hadir karena dieksekusi juga secara matang.

Menurut Diegoshefa, makna yang terkandung di balik lagu ini merupakan pengalaman pribadi yang ia alami sendiri. Mengingat alunan lagunya, tentulah pengalaman itu bukan pengalaman yang baik, lagu itu bercerita tentang major depression yang sempat menjadi periode terburuk dalam hidupnya sejauh ini.

“Kalau dilihat di video itu, terlihat bahwa depresi itu bisa datang setiap kali kita menutup mata dan ketika pikiran itu ada. Alur yang berpindah-pindah itu jadi representasi buat pikiran buruk itu sendiri,” ujar Diego.

Dengan penggarapan video klip yang melelahkan dan menguras energi hingga hampir sebulan lamanya, ia berharap karya mereka ini mendapat respon positif dari para fans dan penikmat musik Indonesia. “Kita enggak pernah berharap lebih sih selain orang-orang suka, itu aja,” tandasnya.

Simak klip terbaru dari GHO$$, melalui video di bawah ini:

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
166 views

5 Sutradara Video Klip Terkeren

superbuzz
189 views
superbuzz
78 views
superbuzz
454 views