Portal Music

Goo Goo Dolls

Goo Goo Dolls: Memaknai Pertemuan dan Kehilangan Lewat MV Autumn Leaves

  • By:
  • Sabtu, 24 October 2020
  • 263 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Goo Goo Dolls menyambut datangnya musim gugur dengan sebuah karya musik baru. Grup musik beraliran pop rock ini merilis video klip dari lagu berjudul Autumn Leaves pada 22 September 2020.

Karya ini membuktikan bahwa 2020 menjadi tahun yang sibuk bagi Goo Goo Dolls meski situasi saat ini sedang tidak menentu karena pandemi COVID-19. Autumn Leaves sendiri bukan lagu baru di tahun ini, lagu tersebut merupakan bagian dari line-up Goo Goo Dolls di album Miracle Pill pada 2019 lalu.

Lagu dan video klip ini mendapat respons positif dari para penggemar mereka. Disutradarai oleh Matt Mahurin, visual di video klip ini menggambarkan seorang pria, lelaki tua, dan perempuan muda yang sedang mengamati waktu berlalu.

Inti dari video ini ingin menunjukkan beberapa orang dari generasi yang berbeda melakukan perjalanan melalui lanskap alam dan mengeksplorasi efek waktu yang dramatis namun menakjubkan dalam semua kehidupan.

In the trees

The autumn breeze

The winter's cold

But summer's soul is underneath

The sun is low

The heavy sky

I sometimes watch it

'Till it sinks below the tide

Rupanya, video klip Autumn Leaves bukan satu-satunya kejutan yang dipersiapkan oleh Goo Goo Dolls. Mereka juga sudah mempersiapkan karya baru dalam album untuk musim dingin dengan tajuk It's Christmas All Over.

Ini merupakan album bertemakan liburan pertama oleh Goo Goo Dolls. Rencananya album ini akan dirilis pada 30 Oktober 2020 melalui Warner Records. Album ini berisikan cover dari lagu-lagu bernuansa liburan seperti Let It Snow, Hark! The Herald Angels Sing, serta beberapa lagu orginal terbaru dari Goo Goo Dolls.

Album ini direkam selama prosedur lockdown berlaku di Amerika Serikat yang diproduseri oleh frontman Goo Goo Doll, John Rzeznik bersama kolaborator Brad Fernquist dan Jimmy McGorman.

Perjalanan Panjang Goo Goo Dolls

Goo Goo Dolls bisa disebut sebagai band rock yang mampu bertahan di berubah zaman dan pangsa industri musik dunia. Mereka sudah terbentuk sejak 1986 di Buffalo, New York, Amerika Serikat, oleh Johnny Rzeznik (vokal/gitar), Robby Takac (bass), dan George Tutuska (drum).

Takac dan Tutuska merupakan kawan lama sejak masih bersekolah. John Rzeznik lantas berkisah bagaimana nama Goo Goo Dolls muncul begitu saja sebagai nama band mereka yang merupakan salah satu mainan yang didapat dari majalah detektif di Amerika Serikat pada era 20-an hingga 90-an, True Detective.

"Kami masih sangat muda saat itu dan sebuah band garasi rumah yang mendapat kesempatan bermain di sebuah gigs dan membutuhkan nama. Nama itu menjadi yang terbaik yang muncul di kepalaku, kalau saja aku punya lima menit lagi untuk berpikir mungkin aku bisa menemukan nama lebih bagus lagi," kata John.

Karier mereka langsung melesat dengan merilis album pertama pada 1987 dengan nama Goo Goo Dolls. Kemudian disusul dengan album kedua bertajuk Jed pada 1989. Pada dua album awal ini, Takac juga berperan sebagai lead vocal.

Ketika merilis album ketiga dengan nama Hold Me Up pada 1990, Rzeznik menjadi lead vocal untuk lima lagu. Pada 1991, lagu mereka berjudul I'm Awake Now, dijadikan soundtrack untuk film horor Hollywood, Freddy's Dead: The Final Nightmare.

Pada 1993, Goo Goo Dolls merilis album keempat mereka dengan nama Superstar Car Wash yang menarik perhatian banyak media. Lagu-lagu di album ini seperti We Are the Normal menjadi hit dan lagu Fallin' Down menjadi soundtrack untuk film Son in Law.

Ketika Goo Goo Dolls tengah menggarap pembuatan album kelima, A Boy Named Goo, Tutuska dipecat dari band dan tempatnya digantikan oleh Mike Malinin. Akhirnya album kelima ini rilis pada 1995 dengan musik catchy rock dan menjadi salah satu album alternative rock paling sukses di pertengahan 90-an.

Di balik kesuksesan album ini, Goo Goo Dolls diterpa konflik dengan perusahaan rekaman yang memproduksi album kelima mereka, Metal Blade. Goo Goo Dolls mengklaim bahwa mereka tidak mendapat bayaran royalti yang sepadan dengan penjualan album A Boy Named Goo yang mendapat double platinum.

Akhirnya Goo Goo Dolls pindah ke Warner Bros. Records dan mampu merilis album keenam mereka, Dizzy Up the Girl pada 1998. Album ini juga menjadi penanda bahwa musik Goo Goo Dolls semakin dewasa yang sedikit berubah dari musik alternative rock ke musik yang lebih mainstream.

Pada 1998 itu, Rzeznik mendapat kesempatan menggarap soundtrack untuk film City of Angels yang berujung dengan lahirnya single 'Iris'. Lagu ini nyatanya membawa kesuksesan lain untuk Goo Goo Dolls.

Iris memegang rekor saat itu sebagai lagu yang bertahan di posisi pertama pada Billboard Hot 100 Airplay selama 18 pekan dan memuncaki tangga lagu Billboard Pop Song selama 4 minggu, dan masuk ke dalam tiga kategori Grammy Awards.

Goo Goo Dolls terus melanjutkan kariernya dengan merilis album ketujuh pada Gutterflower pada 2002. Kemudian pada 2006, dalam rangka merayakan 20 tahun berdirinya mereka, Goo Goo Dolls merilis album kedelapan dengan tajuk Let Love In.

Setelah lebih dari dua dekade bermusik, Goo Goo Dolls tak berhenti menghasilkan karya baru. Pada 2010 mereka merilis album kesembilan dengan tajuk Something for the Rest of Us yang disusul album ke-10 mereka pada 2013 dengan nama Magnetic.

Tiga tahun kemudian, Goo Goo Dolls merilis album ke-11 mereka bernama Boxes yang resmi beredar pada 6 Mei 2016. Lantas, album teraktual Goo Goo Dolls muncul pada September 2019 dengan nama Miracle Pill. Namun, album ini hanya menduduki posisi ke-92 di Amerika Serikat yang menjadi posisi paling rendah dari album Goo Goo Dolls sejak 1993.

0 COMMENTS