Gorillaz Hadirkan Ragam Memorabilia Untuk 20 Tahun Album Perdananya

Gorillaz Hadirkan Ragam Memorabilia Untuk 20 Tahun Album Perdananya

  • By:
  • Rabu, 21 April 2021
  • 59 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Musik yang digarap oleh Gorillaz kerap kali terdengar seperti musik yang datang dari masa depan. Maka dari itu, rasanya cukup heran terasa jika mengingat band virtual hasil inisiasi Damon Albarn dan Jamie Hewlett ini sudah berdiri sejak tahun 1998. Di tahun lalu Gorillaz sempat aktif merayakan proyek musik Song Machine. Proyek tersebut merupakan proyek kolaboratif yang dilakukan oleh Gorillaz dan masuk menjadi album ketujuh dalam diskografi mereka. Di tahun ini, Gorillaz pun kembali menghadirkan kemeriahan dari perjalanan karier mereka dengan merayakan 20 tahun album debut mereka. 

26 Maret lalu ditandai sebagai hari bagi Gorillaz merayakan 20 tahun album perdananya. Bagi beberapa pihak di industri musik, lahirnya album debut Gorillaz di tahun 2000 dianggap sebagai album yang cukup fenomenal dan progresif, mulai dari konsep band virtual yang diisi oleh anggota hasil ilustrasi dan konsep musikal yang menggabungkan berbagai macam elemen genre musik yang ada di era tersebut. Mencoba untuk membahas napak tilas yang dilakukan oleh Gorillaz semenjak album perdananya tersebut, sang pemain bass di dalam tubuh Gorillaz, Murdoc Niccals mengakui bahwa 20 tahun merupakan waktu yang lama dan proses menjalankan band selama itu merupakan aktivitas yang melelahkan, untuk tenaga dan juga pikiran. Meskipun begitu, Murdoc Niccals juga menambahkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan demi menjaga kualitas bermusik Gorillaz untuk terus dapat relevan mengikuti zaman dan generasi. 

Menghadirkan nuansa perayaan yang meriah, Gorillaz juga berencana untuk merilis ulang album-album lawas mereka dengan proyek rilisan ulang album pertama yang akan hadir di tahun 2021 ini. Menurut Murdoc Niccals, untuk merilis kembali album-album lawas Gorillaz, dirinya dan seluruh anggota band harus mulai melakukan pencairan di seluruh studionya. Menurut sang pemain bass, di dalam Kong Studio banyak sekali ide-ide terkait karya-karya di masa lalu yang sempat hilang maupun ditinggalkan begitu saja. Masih banyak proses yang harus dilakukan oleh Gorillaz untuk kembali merilis album di seluruh diskografinya. Menurutnya, selain hadir dalam format album, para penikmat musik Gorillaz pun berkesempatan untuk mendapatkan memorabilia Gorillaz dalam proyek reissue ini. 

Selain itu, Gorillaz juga akan segera merilis beberapa desain baru untuk merchandise mereka yang akan diproduksi di bawah nama G Foot. G Foot merupakan lini merchandise dan clothing yang akan resmi diperkenalkan kepada publik dan penggemarnya dalam waktu dekat. Selain pakaian, Gorillaz juga akan meluncurkan lini vinyl toys di bawah brand G Foot. Gorillaz juga berencana untuk menghadirkan kolaborasi untuk ranah art collectibles. Mengikuti tren NFT yang sedang berkembang, Gorillaz mengambil kesempatan tersebut untuk berkolaborasi bersama Superplastic untuk memperkenalkan lini art collectibles terbaru mereka. Merchandise dan memorabilia yang diluncurkan Gorillaz ini nantinya akan hadir dengan konsep anniversary terlebih dahulu sebelum akhirnya akan dijual secara reguler. 

Bisa dibilang hampir setiap tahunnya, Gorillaz terlihat cukup aktif menghadirkan sebuah perayaan, baik dalam bentuk karya maupun konser, salah satunya hadir di tahun lalu. Di bulan Desember, Gorillaz mengadakan sebuah konser virtual sekaligus meresmikan Kong Studios sebagai markas dari band virtual asal Inggris tersebut. Konser virtual tersebut dirancang menjadi sebuah hal yang spesial dengan digelar selama 48 jam yang dibagi dalam 3 sesi dalam 3 minggu. Panggung Kong Studios juga dirancang dengan menghadirkan beberapa dekorasi yang mengingatkan dengan karya-karya kolaborasi Gorillaz di masa lampau. Dekorasi tersebut dimeriahkan dengan kehadiran Beck secara hologram dan video loop Robert Smith dari The Cure yang berubah dari manusia menjadi bulan. Konsep visual yang langsung menarik perhatian memang merupakan senjata utama dari setiap aksi yang dilakukan oleh Gorillaz dan tata panggung yang terkesan chaotic tersebut dianggap berhasil dalam merepresentasikan dunia Gorillaz yang unik dengan permainan warna kontras. 

Permainan kontras yang hadir sebagai dekorasi konser Gorillaz pada desember lalu juga bisa dianggap sebagai representasi dari perubahan dan perkembangan yang terjadi selama perjalanan karier Gorillaz berlangsung. Selain itu, warna-warna tersebut juga jadi simbol yang mewakili album Song Machine, Season One: Strange Timez dari Gorillaz. Rilis pada bulan Oktober lalu album ketujuh Gorillaz ini menghadirkan banyak kolaborasi dari berbagai musisi baik pendatang baru, maupun yang sudah dianggap legenda hidup sekaligus. Kolaborasi tersebut pertama kali diumumkan saat Gorillaz merilis video klip dari lagu berjudul Strange Timez. Untuk lagu tersebut Gorillaz berkolaborasi dengan Robert Smith yang dianggap sebagai salah satu legenda di skena goth punk Inggris. Tidak hanya hadir membantu aransemen musiknya, Robert Smith juga tampil ke dalam video klip animasi dengan gaya yang jadi identitas Gorillaz. Kehadiran kolaborator dalam video klip Gorillaz memang sudah jadi tradisi yang terus menerus dilakukan. 

Single kolaborasi antara Gorillaz dan Robert Smith tersebut direalisasikan secara visual dengan penggambaran cerita perjalanan luar angkasa yang dilakukan oleh seluruh anggota Gorillaz menuju bulan. Selain kehadiran Robert Smith, Gorillaz pun banyak memberikan referensi budaya populer yang seakan dijadikan trivia pada video klip ini, seperti bendera Amerika Serikat di bulan, Sputnik, hingga monolit dari film 2001: A Space Odyssey. Untuk album ketujuhnya tersebut, Gorillaz juga mengajak musisi legendaris lainnya, seperti Elton John dan Beck juga ikut serta sebagai kepingan puzzle pelengkap dari album ini. Total ada 15 musisi yang ikut serta sebagai kolaborator album terbaru Gorillaz ini.

0 COMMENTS