Gorillaz Merespon Pandemi dengan Mencari Kebebasan di dalam Pikiran

Gorillaz Merespon Pandemi dengan Mencari Kebebasan di dalam Pikiran

  • By:
  • Minggu, 13 December 2020
  • 638 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Damon Albarn selaku salah satu bagian dari kreator Gorillaz sempat menyatakan bahwa kelompok musik dua dimensi yang dirinya bentuk bersama Jamie Hewlett masuk ke dalam segelintir kelompok yang tetap bisa bertahan dan produktif selama masa pandemi seperti saat ini. Konsep sebagai band virtual membuat Gorillaz mampu untuk terus berkarya tanpa harus memusingkan keberadaan diri mereka yang dapat menjadi penyebab penyebaran virus corona.

Damon Albarn selaku perwakilan Gorillaz mengungkapkan pernyataan tersebut sesaat setelah album terakhir Gorillaz, Song Machine, Season One: Stranger Timez rilis. Damon Albarn bercerita tentang perjalanan penulisan materi untuk album terbaru Gorillaz yang juga cukup menghadirkan nama-nama musisi terkenal sebagai kolaborator, di antaranya adalah Elton John dan Robert Smith.

Perjalanan soal penggarapan album Gorillaz di masa pandemi juga tidak hanya hadir dari ucapan sang kreator, namun setiap anggotanya yang merupakan karakter kartun juga berbicara mengenai pandangannya terhadap pandemi. Salah satunya adalah Murdoc, pemain bass di tubuh Gorillaz tersebut sempat memiliki latar belakang sebagai seorang narapidana. Menanggapi kondisi karantina di masa pandemi, salah satu anggota Gorillaz tersebut menyatakan bahwa selama di penjara yang kurang lebih sama dengan karantina, dirinya menemukan sudut pandang baru yang membantu Murdoc untuk tetap kreatif. Menurut pemain bass di dalam tubuh Gorillaz tersebut dirinya menemukan kebebasan di dalam kepalanya. Karena sebagai sebuah kolektif musisi, kreativitas memiliki posibilitas tanpa batas yang mampu menghadirkan solusi di tengah permasalahan yang sedang terjadi.

Pernyataan mengenai kebebasan dari Murdoc juga didukung oleh Noodle yang merupakan gitaris untuk Gorillaz. Menurutnya, saat dirinya sangat suntuk dan membutuhkan inspirasi dalam pembuatan karya Gorillaz atau hanya ingin menyendiri, Noodle memilih untuk mencari kebebasan di Plastic Beach. Plastic Beach merupakan sebuah tempat yang hadir dari imajinasi di dalam kepala sang gitaris Gorillaz tersebut.

Russel sang penabuh drum untuk Gorillaz juga mengaitkan kondisi pandemi dengan tema dan konsep album Song Machine yang telah mereka garap bersama. Russel menyatakan bahwa tema album yang menggambarkan keadaan dunia dystopian dan apokaliptik ini merupakan sebuah respon yang digalangkan Gorillaz untuk kondisi dunia yang kelihatannya tidak akan pernah kembali normal seperti dahulu. Meskipun begitu, Gorillaz pun ingin menghadirkan sebuah penggambaran optimisme yang bisa diraih di dunia yang cukup berantakan dalam pandangan mereka. Menurut Russel, setiap orang bisa memaksimalkan segala yang mereka punya, termasuk imajinasi untuk menghadirkan situasi yang lebih baik, meskipun tidak untuk saat ini, semua bisa terjadi di masa depan. Tema dystopia ini sebenarnya sudah jadi trademark atau benang merah dari setiap karya album yang dirilis oleh Gorillaz sejak tahun 2001.

Kehadiran album baru Gorillaz sebagai sebuah respon terhadap kondisi pandemi juga diharapkan mampu meningkatkan optimisme bagi seluruh masyarakat di dunia. Gorillaz pun menyatakan bahwa mereka tidak sabar untuk menunggu keadaan dunia yang lebih baik dari hari ini. Noodle juga menyatakan bahwa dirinya ingin segera kembali melakukan perjalanan mengelilingi dunia. Sedangkan Russel hanya ingin kembali ke gym untuk berolahraga dan menjaga otot tubuhnya demi keperluan bermain drum yang optimal.

Melanjutkan tren Song Machine yang telah mereka garap, Gorillaz pun berencana untuk segera merilis jilid dua dari seri album yang telah mereka rilis sebelumnya. Gorillaz pun menyatakan perihal jilid dua Song Machine, mereka telah menghubungi Tame Impala untuk mengajak kolaborasi dengan proyek musik milik Kevin Parker tersebut. Gorillaz pun menyatakan keinginan mereka untuk dapat juga melahirkan karya kolaborasi bersama salah satu legenda musik rock dan pendiri The Beatles, Paul McCartney. Namun tampaknya hal tersebut masih membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat terealisasi.

Damon Albarn juga menambahkan bahwa Gorillaz juga sedang mulai meramu ide untuk menghadirkan album lanjutan yang memiliki kesinambungan dari album Plastic Beach yang mereka rilis di tahun 2010. Kehadiran sekuel dari album ketiga yang dirilis Gorillaz tersebut seakan menjadi respon yang baik untuk segera rilis di tahun-tahun mendatang, menyoroti tentang perubahan kondisi alam yang semakin menyeramkan. Secara konsep, album ketiga Gorillaz tersebut memang sudah lebih dulu memuat isu lingkungan yang digambarkan dengan visual penuh optimisme yang bisa dilihat di video klip On Melancholy Hill. Damon Albarn merasa bahwa Gorillaz perlu kembali mendatangi Plastic Beach untuk melihat perkembangan dari tempat yang telah mereka tinggalkan terlalu lama.

Selain proyek musik, Gorillaz juga menyibukan diri untuk proyek kreatif lainnya. Damon Albarn selaku kreator dari Gorillaz menyatakan bahwa dirinya bersama tim lainnya sedang mulai menggarap konsep sebuah film untuk Gorillaz. Proses tentang penggarapan film perdana Gorillaz ini diakui baru saja menyelesaikan tanda tangan kontrak dengan pihak produser dan juga penggarapan naskah sedang berlangsung. Damon Albarn mengakui bahwa langkah terbarunya dalam membuat film Gorillaz memiliki risiko yang besar, terutama dalam finansial. Pasalnya, Gorillaz memiliki konsep yang abstrak dan untuk dapat merealisasikan konsep tersebut ke dalam sebuah film akan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup intensif serta biaya produksi yang besar.

Bahkan Damon Albarn menyatakan bahwa kualitas produksi film Gorillaz yang sedang berlangsung ini perlu dibuat dengan taraf kualitas seperti film animasi keluaran Studio Ghibli. Meskipun memproduksi feature film menjadi hal baru bagi Gorillaz, mereka sebelumnya pernah merilis sebuah film dokumenter di tahun 2019 berjudul Reject False Icons. Film dokumenter dari Gorillaz tersebut menangkap proses kreatif dan perjalanan rekaman yang mereka lewati untuk menghasilkan album Humanz yang rilis di tahun 2017 dan The Now Now pada tahun 2018.

0 COMMENTS