Green Day Hadirkan Optimisme di Lagu Baru “Pollyanna”

Green Day Hadirkan Optimisme di Lagu Baru “Pollyanna”

  • By:
  • Selasa, 8 June 2021
  • 64 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah membagikan berbagai macam bocoran soal karya baru, Green Day akhirnya resmi melepas single baru buat para penikmat musik mereka pada 17 Mei 2021. Unit pop punk asal California Amerika Serikat itu merilis single berjudul "Pollyanna".

Sebelum dirilis, Green Day membagikan beberapa cuplikan dari studio rekaman dan menampilkan lirik: “We’re gonna take back the night/ Everything’s gonna be alright“. Dalam cuplikan video tersebut, vokalis Billie Joe Armstrong terlihat sedang sibuk mengerjakan materi musik di studio rekaman.

“Simak sedikit intro dari lagu baru kami,” katanya di luar kamera sebelum memutar file lagu tersebut dari mixing board. Setelah itu lagu tersebut terdengar yang bernuansa cerah dan melodis. Billie Joe lantas menghadap ke kamera setelah cuplikan lagu diputar, pertanda bahwa materi lagu baru Green Day siap dibungkus.

"Hari-hari yang lebih baik sedang menanti, dan untuk merayakannya kami baru saja merilis lagu baru," tulis Green Day tentang lagu baru Pollyanna di media sosial pada 17 Mei.

Baca juga: Green Day Populerkan Olahraga Punk Lewat Lagu Barunya

Adapun, lagu Pollyanna menjadi single kedua yang dirilis Green Day pada 2021 setelah sebelumnya melepas single ‘Here Comes The Shock’ pada bulan Februari lalu. Tak jauh berbeda dengan lagu sebelumnya, Pollyanna mengangkat tema yang penuh semangat dalam menjalani hari. Untuk artwork dari single Pollyanna, Green Day dibantu oleh Perry Shall. 

Rainy days and razor blades

I think it’s time to pull up the shades

It’s wonderful to be alive

Hurricanes and headlines

Standing in another line

It’s wonderful to be alive

Everything is gonna be alright.

Pada pengujung tahun lalu, sebelum Green Day merilis dua lagu baru di tahun ini tentunya, Billie Joe mengatakan kepada NME bahwa dirinya menulis banyak materi lagu baru. Waktu luang ini didapatkan Joe setelah pandemi COVID-19 membuat berbagai macam acara, termasuk konser dan tur, jadi terganggu.

“Saya telah banyak menulis lagu. Saya selalu menyusun sesuatu, apakah itu demo lengkap di studio kecil saya atau hanya beberapa catatan suara di ponsel saya," jelas sang frontman Green Day.

“Hal yang hebat tentang ini adalah jika saya merasa terhalang secara kreatif, saya bisa membawakan lagu cover- hanya untuk menjaga momentum tetap berjalan,” ujarnya.

Di kesempatan itu pula, Joe berujar soal potensi Green Day merilis album baru, meskipun Green Day baru saja merilis album studio ke-13 pada Februari 2020 lalu bertajuk 'Father Of All Motherfuckers.

"Hal itu (album baru) mungkin saja. Apakah kami membuat album penuh atau EP atau hanya sebuah lagu, kami memiliki banyak pilihan berbeda. Ini masalah kapanpun saat yang tepat bisa direalisasikan. Itulah indahnya cara Anda mengeluarkan musik akhir-akhir ini. Anda tidak perlu menunggu penjaga gerbang mana pun untuk memberitahu Anda bahwa waktunya tepat untuk mengeluarkan karya," tuturnya.

“Dengan hal-hal baru yang saya tulis, saya tidak tahu - banyak di antaranya lebih mencela diri sendiri dan lucu. Bukannya saya sedang membuat rekaman komedi atau semacamnya. Di satu sisi, ini terasa autobiografis dan lucu, tetapi di sisi lain ketika Anda melihatnya, Anda dapat menambahkan komentar sosial,” jelas Joe.

Di luar kesibukan mempersiapkan materi musik untuk Green Day, para personel Green Day juga memutuskan untuk kembali menghidupkan proyek sampingan mereka, yaitu The Network, ketika pandemi COVID-19 meledak di tahun 2020.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Green Day (@greenday)

The Network merupakan sebuah band new wave yang dibentuk oleh tiga personel tetap Green Day dengan tiga musisi lainnya, salah satunya adalah Jason White di tahun 2003 dan sempat berhenti beroperasi di tahun 2005, sebelum kembali lagi bangkit di tahun 2020.

Sebagai sebuah proyek sampingan Green Day, The Network menyembunyikan identitas asli para anggotanya dengan nama-nama seperti Fink, Van Gough, The Snoo, Z, Captain Underpants, dan Balducci. Di tahun 2003, proyek sampingan dari Green Day ini sempat merilis sebuah album berjudul Money Money 2020. Jika dibandingkan dengan karakter musik yang ditawarkan oleh Green Day, The Network dianggap sebagai antitesis dari band punk rock tersebut.

Selain itu, Green Day juga dijadwalkan akan manggung di Hella Mega Tour. Namun, hajatan ini kembali terkendala akibat pandemi COVID-19 yang membuat waktu pelaksanaannya harus diundur.

 

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS