Green Day Populerkan Olahraga Punk Lewat Lagu Barunya

Green Day Populerkan Olahraga Punk Lewat Lagu Barunya

  • By:
  • Sabtu, 27 March 2021
  • 62 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sebuah siaran event olahraga di televisi Amerika Serikat kerap kali jadi salah satu medium bagi para penggiat industri kreatif memperkenalkan karya terbarunya. Hal tersebut juga dilakukan oleh Green Day yang baru saja merilis single sekaligus video klip lagu terbarunya berjudul Here Comes The Shock. Green Day menampilkan video klip untuk lagu Here Comes The Shock secara eksklusif pada jeda rehat gelaran National Hockey League pada akhir Februari lalu.

Perilisan lagu Here Comes The Shock ini juga menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah permainan hoki di Amerika Serikat. Pasalnya, setelah beberapa tahun lamanya, akhirnya permainan Hoki Amerika Serikat kembali digelar di lapangan terbuka secara profesional. Namun, sayang perilisan lagu terbaru dari Green Day tersebut harus ditunda hingga jeda tengah malam akibat kondisi operasional lapangan hoki outdoor yang mengalami kendala teknis. Meskipun begitu, apa yang ditawarkan oleh Green Day pada lagu Here Comes The Shock cukup berhasil menarik perhatian orang.

Dirilis dalam format video klip terlebih dahulu, tentu saja aspek visual jadi salah satu hal yang cukup jadi bahan perbincangan utama. Konsep visual yang disajikan oleh Green Day terbilang cukup simple. Green Day menyajikan sebuah tutorial olahraga aerobik punk sebagai visual utama dari video klip Here Comes The Shock. Olahraga aerobik punk ini ternyata bukan sebuah hal yang dibuat-buat oleh Green Day. Aerobik punk ini pertama kali diperkenalkan oleh Hilken Mancini yang mengadopsi gerakan yang dilakukan di konser-konser musik punk, seperti pogo, circle running, serta skank. Dalam video klip garapan Green Day ini, kelompok musik punk rock veteran tersebut pun bekerja sama dengan Hilken Mancini dalam melengkapi konsep visual yang diinginkan sekaligus juga membuat video klip Here Comes The Shock jadi salah satu panduan olahraga yang baik.

Proses penggarapan dan rekaman lagu untuk Here Comes The Shock dilakukan oleh Green Day secara terpisah. Hal tersebut dilakukan demi menjalankan protokol karantina akibat pandemi virus Corona yang masih menyebar hingga saat ini. Billie Joe Armstrong selaku pentolan di dalam tubuh Green Day menyatakan bahwa dirinya merasa cukup produktif dalam membuat lagu baru meskipun harus membatasi pergerakannya sebagai musisi. Here Comes The Shock menjadi lagu terbaru yang dirilis oleh Green Day setelah pada awal tahun 2020 mereka merilis album Father of All Motherfuckers yang promosinya harus tertunda akibat pandemi. 

Meskipun berada di masa pandemi, Billie Joe Armstrong pun menyatakan bahwa dirinya masih tidak menutup kemungkinan bahwa Green Day akan merilis album dalam waktu dekat. Proses kreatif kolektif yang dilakukan Green Day di masa pandemi masih berjalan dengan baik menurutnya. Namun, Billie Joe Armstrong juga masih belum bisa memastikan kapan album baru dari Green Day akan dirilis. Pentolan di dalam tubuh Green Day tersebut juga menyatakan bahwa selama satu tahun ke belakang, dirinya sudah memiliki tabungan 6 buah lagu yang siap dikenalkan di masa yang akan datang.

Di masa pandemi di tahun 2020, para anggota Green Day juga memutuskan untuk kembali menghidupkan proyek sampingan mereka, yaitu The Network. The Network merupakan sebuah band new wave yang dibentuk oleh tiga personel tetap Green Day dengan tiga musisi lainnya, salah satunya adalah Jason White di tahun 2003 dan sempat berhenti beroperasi di tahun 2005, sebelum kembali lagi bangkit di tahun 2020. Sebagai sebuah proyek sampingan Green Day, The Network menyembunyikan identitas asli para anggotanya dengan nama-nama seperti Fink, Van Gough, The Snoo, Z, Captain Underpants, dan Balducci. Di tahun 2003, proyek sampingan dari Green Day ini sempat merilis sebuah album berjudul Money Money 2020. Jika dibandingkan dengan karakter musik yang ditawarkan oleh Green Day, The Network dianggap sebagai antitesis dari band punk rock tersebut. Terkait aksi panggungnya, The Network juga tampil dengan menambahkan aksen dalam komunikasi mereka sekaligus menggunakan topeng dan outfit yang menutupi seluruh tubuh anggotanya demi menolak afiliasi Green Day sebagai penyempurnaan konsep parodi yang disajikan.

Antitesis yang hadir dalam persona The Network ini merupakan sebuah upaya parodi dari Green Day agar dapat melepaskan musik penuh agresi di luar industri musik populer yang menaunginya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, The Network mengumumkan bahwa mereka bukan sebuah afiliasi dari Green Day dan tidak ingin disandingkan dengan band tersebut. Aksi tersebut menghadirkan persepsi yang cukup kuat bahwa The Network lebih dari sekadar alter ego untuk Green Day sendiri. Di tahun 2020, The Network kembali dihidupkan oleh seluruh anggota Green Day sekaligus tiga personel lainnya. Pada bulan Desember tahun 2020 pun proyek sampingan Green Day ini juga kembali merilis album. Album kedua dari The Network ini merupakan sebuah sekuel langsung dari album perdana mereka dan hadir dengan judul Money Money 2020 Part II: We Told Ya So!. Album kedua bagi proyek sampingan Green Day ini hadir tetap dengan menuangkan agresi yang lebih relevan, terutama terkait iklim politik di Amerika Serikat. Dalam menyambut album kedua dari proyek sampingan Green Day, The Network juga lebih dulu merilis sebuah mini album berjudul Trans Am yang dirilis melalui label rekaman pribadi dengan nama Joe Robot.

 

Image courtesy of Andrea Raffin / Shutterstock

 
0 COMMENTS