Gwen Stefani: Tentang LAMB dan Tradisi dalam Keluarga

Gwen Stefani: Tentang LAMB dan Tradisi dalam Keluarga

  • By:
  • Selasa, 9 March 2021
  • 168 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Bisa dibilang, Gwen Stefani merupakan salah satu musisi yang juga jadi pelopor untuk mendirikan sebuah fashion brand sebagai perpanjangan tangan personal branding-nya. Sejak pertama kali muncul bersama No Doubt, Gwen Stefani memang kerap kali terlihat memiliki penampilan funky yang jadi representasi gaya di dekade milenium saat itu. Tepat di tahun 2003, Gwen Stefani memperkenalkan LAMB sebagai sebuah lini fashion hasil kolaborasi bersama LeSportsac. Kolaborasi tersebut berhasil melahirkan lini produk tas yang cukup menawan. Gwen Stefani yang mendapatkan respon positif berkat desain yang dirinya buat, akhirnya memilih untuk mendirikan brand miliknya secara mandiri tanpa mempromosikan merchandise dari kariernya dalam bidang musik.

Nama LAMB sendiri merupakan sebuah singkatan yang Gwen Stefani ambil dari judul album debut solo kariernya di tahun Love. Angel. Music. Baby. Di tahun 2004, Gwen Stefani berhasil membawa LAMB ke dalam sebuah ajang fashion runway. Untuk brand fashion ini, Gwen Stefani tidak hanya fokus dalam merancang pakaian saja. Di luar itu, Gwen Stefani juga ikut andil dalam mendesain untuk lini aksesorinya, seperti tas, sepatu, jam tangan, serta parfum yang hadir dengan nama “L”.

Jika dibandingkan dengan musik, Gwen Stefani memiliki kedekatan yang personal dengan dunia pakaian atau fashion. Gwen Stefani sendiri lahir di dalam keluarga yang berprofesi sebagai penjahit. Sejarah tentang keluarganya tersebut juga yang jadi salah satu inspirasi bagi Gwen Stefani untuk mendirikan fashion brand sebagai salah satu ekspansi bisnisnya tersebut. Gwen Stefani sempat mengungkapkan bahwa hampir semua pakaian masa kecilnya merupakan karya handmade yang dibuat oleh dirinya dengan sang ibu. Tradisi tersebut akhirnya Gwen Stefani bawa hingga dewasa. Bahkan, Gwen Stefani pun merancang sendiri hampir seluruh pakaian di atas panggungnya bersama No Doubt di tahun 1990-an. Namun, kesibukan tur yang dilakukan oleh No Doubt berkat kesuksesan secara komersial membuat Gwen Stefani kehilangan waktu untuk mempersiapkan pakaian panggung berdasarkan tradisi keluarganya tersebut. 

Di tengah-tengah kesibukannya berprofesi sebagai musisi, Gwen Stefani masih memiliki keinginan untuk dapat merancang pakaian, hingga suatu saat dirinya bertemu dengan Andrea Lieberman. Andrea Lieberman merupakan seorang fashion stylist yang memperkenalkan Gwen Stefani kepada ready-to-wear clothing. Perkenalan tersebut akhirnya memantik api semangat yang sempat padam di dalam diri Gwen Stefani dan akhirnya sang musisi resmi mendirikan LAMB. Andrea Lieberman pun mengambil peran sebagai konsultan kreatif untuk brand yang didirikan oleh Gwen Stefani tersebut. Selain itu, Gwen Stefani juga mengajak Zaldy Goco sebagai kepala divisi desain untuk LAMB. Namun sayang, kerja sama antara Gwen Stefani dan Zaldy Goco tidak bertahan lama untuk LAMB.

Untuk mempromosikan fashion brand yang dibangunnya, Gwen Stefani kerap kali menghadirkannya ke dalam konsep video klip atau lagu yang dirilisnya. Beberapa kali ditemukan bahwa Gwen Stefani memasukan referensi secara apik tentang LAMB dalam beberapa single, yaitu Wind It Up, Harajuku Girls, dan Crash. Harajuku Girls juga merupakan sebuah brand fashion lain yang dimiliki oleh Gwen Stefani di luar payung besar dari LAMB.

Secara desain, ragam produk yang dirilis oleh Gwen Stefani melalui LAMB ini terinspirasi dari berbagai gaya pakaian tradisional asal Guatemala, Jepang, India, serta Jamaika. Di luar Gwen Stefani sendiri, beberapa aktris papan atas Hollywood juga diketahui gemar mengoleksi rilisan produk fashion dari LAMB, di antaranya adalah Teri Hatcher, Nicole Kidman, dan Paris Hilton. Di tahun 2005, LAMB juga mendapatkan apresiasi positif yang besar saat brand milik Gwen Stefani tersebut ikut serta dalam ajang New York Fashion Week. New York Fashion Week merupakan sebuah ajang fashion internasional yang cukup bergengsi. 

Gwen Stefani mengakui bahwa LAMB sempat mendapatkan penghasilan tahunan mencapai 90 juta dolar Amerika Serikat. Hal tersebut berhasil diraih berkat keikut sertaan fashion brand miliknya di ajang New York Fashion Week. Selain itu, fashion brand milik Gwen Stefani ini juga kerap kali mendapatkan penilaian positif dari berbagai macam pihak di dunia fashion, termasuk kritikus. Selain itu, publik juga cukup senang dengan LAMB, karena setiap produk yang dirilis brand milik Gwen Stefani di ajang fashion, selalu berhasil diproduksi tanpa perbedaan yang signifikan. Meskipun awalnya didesain sebagai sebuah brand fashion untuk perempuan, nyatanya Gwen Stefani sengaja merilis produk-produknya untuk bisa dinikmati oleh para publik secara umum dengan garis desain unisex. Untuk proses produksinya, Gwen Stefani bekerja sama dengan Ska Girl LLC yang didirikan oleh Ken Erman di tahun 2003. Pendiri manufaktur pakaian tersebut juga kini berperan sebagai pimpinan untuk LAMB.

Di tahun 2016, Gwen Stefani pun mulai memperkenalkan lini produk kaca mata untuk LAMB. Di tahun yang sama, lini produk terbaru dari Gwen Stefani tersebut berhasil memenangkan 3 penghargaan dari ajang yang berbeda. Untuk lini produk sepatu, awalnya, LAMB melakukan kolaborasi bersama sebuah brand ternama, Royal Elastics. Sedangkan untuk lini parfumnya, Gwen Stefani memilih untuk berkolaborasi bersama Coty Inc. Saat ini, Gwen Stefani pun berencana untuk menghadirkan lini produk make up untuk LAMB. Namun, hingga saat ini kabar tersebut pun masih belum terealisasi. Sedangkan, rencana pengembangan brand LAMB yang baru terealisasi adalah hadirnya lini produk jam tangan. Hal tersebut berhasil terjadi berkat kerja sama yang dilakukan oleh Gwen Stefani bersama Vestal Group dalam merancang 39 jam tangan perempuan secara eksklusif.

Image courtesy of Everett Collection / Shutterstock

0 COMMENTS