NOFX

Hadapi Bosan, NOFX Gelar Konser di Halaman Belakang Rumah Saat Pandemi

  • By:
  • Sabtu, 14 November 2020
  • 625 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Pandemi Covid-19 memang membuat kehidupan seakan berhenti dan sulit untuk bergerak kembali. Namun waktu yang terus bergulir juga memaksa setiap orang di dunia dari berbagai kalangan untuk dapat berpikir kreatif untuk melewati hari demi hari dengan harapan. Hal itu juga yang kini dilakukan oleh NOFX. Band punk rock asal Los Angeles, Amerika Serikat tersebut tetap berusaha untuk menghadirkan kesenangan bagi orang-orang terdekat mereka dan juga untuk para penggemarnya.

Demi menawar rasa rindu akan kegiatan tampil di panggung secara live, Fat Mike bersama bandnya, NOFX menggelar sebuah acara konser virtual yang diadakan di halaman belakang rumah salah satu pendiri band tersebut. Acara berjudul Weekend At Fatty's - A One Night Three Day Weekend jadi ajang NOFX untuk bersenang-senang bersama teman-teman musisi sejawatnya, seperti Slightly Stoopid, Fishbone, Bad Cop/Bad Cop, Get Dead, hingga Avenged Sevenfold. Selain musisi, melalui flyer yang disebar melalui media sosial, NOFX juga mengundang berbagai seniman komedi dan graffiti artists untuk memeriahkan acara yang terselenggara pada 12 September lalu.

Di acara Weekend At Fatty's - A One Night Three Day Weekend NOFX juga menghadirkan kejutan dengan memainkan lagu-lagu dari album keempatnya White Trash, Two Heebs and a Bean untuk pertama kali sejak dirilis di tahun 1992. Album yang dirilis oleh Epitaph Records ini merupakan album pertama yang NOFX rilis setelah ditinggal gitaris, Steve Kidwiller untuk digantikan oleh El Jefe. Bersama Epitaph Records, NOFX berhasil menelurkan 7 buah album penuh yang dimulai di album kedua pada tahun 1989 berjudul S&M Airlines dan terakhir untuk album Pump Up the Valuum di tahun 2000 yang merupakan album kedelapan NOFX. Sedangkan untuk album perdana NOFX yang berjudul Liberal Animation, band tersebut merilis albumnya di tahun 1988 melalui label rekaman mandiri milik Fat Mike, Wassail Records. Meskipun dirilis melalui label rekaman sendiri, Brett Gurewitz selaku pendiri Epitaph Records dan gitaris dari Bad Religion juga ikut ambil bagian sebagai produser untuk pengerjaan album tersebut. Meskipun berperan sebagai penanda karier NOFX di kancah permusikan yang lebih mainstream, nyatanya Fat Mike merasa album Liberal Animation adalah album terburuk di dalam sejarah NOFX. Album tersebut akhirnya dirilis ulang oleh Epitaph Records di tahun 1991 dengan sampul album yang baru.

Memiliki hubungan yang baik dan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Brett Gurewitz, akhirnya NOFX memilih untuk bergabung menjadi salah satu musisi di bawah naungan Epitaph Records setelah perilisan album perdananya dan merilis album kedua S&M Airlines di tahun 1989. Bersama Epitaph Records juga akhirnya NOFX berhasil mendapatkan pengakuan di mata penikmat musik yang lebih luas. Di skena punk rock mainstream tahun 1990-an yang lebih dulu populer berkat kehadiran Green Day, The Offspring, Bad Religion, dan Rancid, NOFX mencoba untuk melengkapi kekuatan tersebut dengan merilis album kelimanya. Berjudul Punk in Drublic yang rilis di tahun 1994, album ini berhasil langsung membawa nama NOFX meroket atas keberhasilannya secara komersial. Album ini berhasil menduduki posisi ke-12 untuk album pendatang baru terbaik versi chart Billboard di tahun 1994. Salah satu single yang lahir dari album kelima NOFX tersebut, Leave It Alone, juga berhasil merajai daftar putar untuk beberapa radio rock di Amerika Serikat, seperti KROQ. 

Meskipun populer secara mainstream, NOFX tidak berkenan untuk memutarkan video klip dari single tersebut melalui MTV. Menurut Fat Mike, dirinya tidak ingin NOFX diidentifikasi sebagai salah satu band punk rock mainstream yang hanya sekadar mencari popularitas saja. Pencapaian tinggi yang dirasakan oleh NOFX pertama kali selama masa mereka berkarier sebagai kelompok musik punk rock menghadirkan banyak tawaran untuk bergabung dengan perusahaan rekaman major label. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh mereka. Mengomentari fenomena tersebut, NOFX meresponnya dengan merilis album live perdana mereka di tahun 1995 berjudul I Heard They Suck Live. Pada liner notes untuk album ini, NOFX menyelipkan penolakan mereka terhadap keberadaan label rekaman major yang kini mulai menghubungi mereka untuk mengajaknya bergabung. Pernyataan tersebut ditulis melalui kutipan berikut, “We've been doing fine all these years without you so leave us alone!”. Album Punk In Drublic hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu album klasik yang memiliki pengaruh besar bagi genre punk rock oleh para penikmat musik kritikus skena.

Album Pump Up the Valuum di tahun 2000 menjadi album perpisahan NOFX bersama Epitaph Records. Mereka melanjutkan karier mereka di bawah naungan label rekaman baru milik Fat Mike dengan nama Fat Wreck Records. Untuk rilisan perdananya di bawah Fat Wreck Records, NOFX merilis sebuah split album hasil kolaborasi bersama Rancid berjudul BYO Split Series Volume III. Untuk split album ini NOFX memainkan dan merekam lagu-lagu Rancid versi mereka dan juga sebaliknya.

NOFX juga tidak jauh dari kontroversi. Di tahun 2018 di tengah-tengah proses penggarapan festival musik Punk In Drublic, dua anggota band tersebut Fat Mike dan Eric Melvin membuat pernyataan yang cukup kontroversial yang menyinggung tragedi penembakan di Las Vegas pada tahun 2017. Pernyataan tersebut membuat Stone Brewing Co, yang merupakan sponsor utama festival tersebut mundur serta menarik semua peredaraan craft beer milik NOFX yang merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan tersebut.

0 COMMENTS