H.E.R Digugat Rp 42 Miliar untuk Hak Cipta Lagu “Focus”

H.E.R Digugat Rp 42 Miliar untuk Hak Cipta Lagu “Focus”

  • By:
  • Selasa, 2 March 2021
  • 226 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kabar mengejutkan menimpa penyanyi wanita asal Amerika Serikat, H.E.R. Penyanyi dengan nama asli Gabriella Wilson itu mendapat gugatan pelanggaran hak cipta senilai 3 juta USD atau sekitar Rp 42 miliar.

Gugatan hak cipta ini terancam didapatkan H.E.R untuk single Focus yang dirilis pada 2016. Gugatan tersebut dilayangkan oleh penulis lagu dan pianis Andre Sims, yang juga telah mengajukan gugatan terhadap co-produser Darhyl 'DJ' Camper, co-penulis Justin Love dan Sony Music Entertainment karena diduga mengambil sampel lagunya 'Endless Minds. 'tanpa kompensasi.

Dalam surat yang diperoleh The Jasmine Brand, Sims mengklaim bahwa Camper bahkan menyebut 'Endless Minds' sebagai inspirasi untuk lagu Focus dalam wawancara sebelumnya.

“Saya sedang membuka Instagram dan saya sedang menggulirkan berand dan kemudian saya menemukan seorang pria yang saya ikuti--dia seorang pemain piano yang punya kemampuan hebat,” kata Camper dalam wawancara.

“Dia telah melakukan ini - ini seperti pemanasan kecil yang dia lakukan. Dan saya seperti, 'Wah, ini gila!' Dan ini mirip dengan melodi 'Focus' jadi saya mengambilnya dan itu menginspirasi saya untuk memainkannya seperti itu, mengubahnya sedikit, membuat ketukan, memperlambatnya… BOOM!,” tuturnya.

Dalam laporan yang dikeluarkan The JasmineBrand, Andre Sims menjabarkan alasan dari gugatannya kepada H.E.R. Ia menyebut sudah berusaha menempuh jalur lebih baik untuk mendapatkan penjelasan terkait single Focus yang dilantuntkan oleh H.E.R. Namun, ia menyebut tak kunjung mendapat respons hingga akhirnya mengambil jalur hukum.

“Saya benar-benar senang atas kesuksesan H.E.R., tetapi setelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan kembali hak atas lagu saya, baik dia, maupun DJ Camper atau Justin Love bahkan tidak meminta maaf atau mencoba untuk memperbaikinya," ujar Sims.

"Selama beberapa dekade, kami sebagai orang Afrika-Amerika dan artis pada umumnya telah dicuri hak cipta dan musik kami. Kita tidak boleh melakukan ini satu sama lain. Kerusakannya tidak terukur dan saya tidak akan pernah mendapatkan hak saya secara pribadi dan finansial, jika mereka tidak datang dan mengaku," lanjutnya.

Adapun, lagu Focus menjadi karya yang melambungkan nama H.E.R di industri musik. Lagu yang rilis pada 8 September 2016 tersebut masuk sebagai nomor dari album kompilasi H.E.R yang dilepas pada 2017.

Lagu ini menjadi single pertama H.E.R yang meraih posisi pertama di tangga lagu Adult R&B Songs Billboard. Lagu ini juga hampir mengantarkan H.E.R menuju kesuksesan lain setelah masuk nominasi Best R&B Song untuk Grammy Awards 2019.

Sukses komersil juga diraih H.E.R melalui lagu ini karena tercatat terjual lebih dari 1 juta kopi di Amerika Serikat dan meraih status plakat platinum dari RIAA. Sims dengan maksud menyindir, menyebut lagu ciptannya tersebut membawa H.E.R meraih sukses besar dalam kariernya.

"Saya tidak percaya dia (H.E.R) tampil di TV, berkat manfaat lagu asli saya untuk proyek pertamanya. Tapi, seolah-olah mereka tidak menggunakan lagu saya untuk membawa H.E.R ke posisi itu. Jadi, ketika saya melihatnya di TV bernyanyi tentang cinta dan perdamaian, sungguh luar biasa karena Anda adalah bagian dari tim yang dengan tidak hati-hati mencuri musik saya dan tidak menyesal sama sekali," tandas Sims.

Sims juga mengaku sudah mencoba menghubungi manajemen H.E.R selama beberapa bulan, tapi tim dari H.E.R sendiri belum merespons gugatan yang dilayangkan oleh Sims. Dia menuntut 3 juta USD untuk pelanggaran hak cipta dan putusan sela ganti rugi, dan ingin pengadilan memerintahkan para tergugat untuk membuat perjanjian untuk menahan bagiannya dari royalti bersama dengan penghitungan dari semua keuntungan lagu hingga saat ini.

Hadirnya kasus ini jelas akan merugikan H.E.R secara finansial dan mengancam kariernya. Terlebih, nama H.E.R sedang naik daun dalam beberapa waktu ke belakang. Bahkan, belum lama ini perusahaan pembuat gitar, Fender, merilis gitar spesial untuk H.E.R.

Andy Mooney selaku CEO dari perusahaan gitar Fender pada tahun 2019 kemarin mengatakan bahwa kini mereka tengah menjalankan rencana untuk merilis beberapa model gitar dengan sederet musisi perempuan. Salah satu yang sudah terealisasi adalah kerjasama antara Fender dengan H.E.R.

H.E.R sendiri memang menjalin kontrak dengan Fender untuk merilis gitar model stratocaster yang didesainnya sendiri. Diberi nama Chrome Glow, gitar stratocaster edisi H.E.R memiliki neck berbentuk oval C yang semakin membuat nyaman tangan pemainnya, serta dilengkapi dengan pickup anti dengung edisi vintage yang menggaransi suara clean gitar terdengar lebih jelas.

H.E.R mendulang sejarah lewat kerjasama kali ini. Ia menjadi musisi wanita kulit hitam pertama yang dikontrak eksklusif oleh Fender setelah 74 tahun perusahaan ini berjalan.

"Ayah saya mengajarkan saya pertama kali bermain gitar dengan menggunakan Stratocaster berwarna hitam-putih, tentunya kesempatan ini sangat berharga saya dapat bekerjasama dengan Fender dengan desain saya sendiri,” ujar H.E.R.

“Dengan mendesain sebuah stratocaster dengan warna, bentuk dan bunyi yang benar-benar mencerminkan kepribadian saya, saya berharap akan ada lebih banyak wanita dan musisi lain, dari berbagai macam latar belakang, yang dapat menuangkan pemikiran mereka dengan gitar ini dan menciptakan musik yang luar biasa," tutupnya.

0 COMMENTS