HIP ROCK: 10 Album Esensial di Kancah Nu Metal

  • By: OGP
  • Jumat, 28 July 2017
  • 13309 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Pasca meledaknya kancah grunge di penjuru dunia, evolusi musik rock pun kian berekspansi jauh. Segelintir penggemar rock kala itu mulai jenuh dengan hegemoni grunge di dalamnya. Perlahan namun pasti para pegiat kancah alternative metal yang kala itu dipimpin oleh sang pionir Faith No More berusaha melepaskan jeratan mereka untuk melebarkan sayap ke pasaran mainstream.

Nu metal dominan menonjolkan elemen hip hop, heavy metal hingga nuansa elektronik ala industrial metal di dalamnya. Bebunyian gitar yang dibalut oleh sound efek distorsi yang tebal, teknik slapping yang dipengaruhi oleh bassis tenar ala Flea (RHCP) dan Les Claypool (Primus) serta teriakan agresif dibumbui rap ala MC hip hop jadi identitas murni nu metal.

[bacajuga]

Salah satu media musik terkemuka, SPIN Magazine mengatakan kalau style musik metal satu ini sebagai ‘Metal Baru’ dalam komunitas metal. Popularitas nu metal makin berkembang pesat sejak kemunculan band-band macam pendongkrak seperti Korn, Deftones, Limp Bizkit, Coal Chamber, System of a Down dll muncul menebar teror di lanskap rock.

Namun di balik kesuksesan nu metal terdapat satu nama yang bertanggung jawab atas naiknya pamor para pegiat nu metal: Ross Robinson. Ia adalah sosok bertangan dingin yang mampu meramu nu metal jadi musik tak boleh dipandang sebelah mata. Di sepanjang era 90-an ia juga turut memproduseri mayoritas elit metal dunia.

Simak deretan 10 album esensial kancah nu metal versi SuperMusic.ID. Di antara daftar pilihan, adakah album favorit kamu?

1. Korn - Self titled (1994)

Di saat era grunge tengah mengalami puncak kejayaan, Korn muncul dengan menawarkan sebuah opus mumpuni yang nantinya bakal berperan penting mengubah peta subgenre nu metal secara keseluruhan. Debut album berjudul sama dengan nama band yang rilis di tahun 1994 silam jadi titik awal mula kelahiran genre nu metal. Karya perdana Korn itu digarap oleh produser sekaliber Ross Robinson.

Sisi kelam yang dituangi Jonathan Davis muncul dari kecintaannya terhadap karya-karya pesohor gothic seperti di album The Cure - Pornography dan Ministry – Twitch. Tema album bertitik tumpu pada persoalan pelecehan anak, narkotika hingga perihal bully. Di bagian instrumen gitar, Munky dan Head pun secara kompak memainkan dawai senar tujuh dengan menjejali sound efek-efek berpedal canggih. Deretan single semacam “Blind” dan “Shoots and Ladders” terlanjur ditasbihkan sebagai anthem keemasan genre nu metal. Album perdana Korn ini kerap kali diakui sebagai fondasi dari kancah nu metal.

2. Deftones - Around the Fur (1997)

Dibuka secara impresif oleh track sekaligus single “My Own Summer (Shove It)”. Teriakan sekaligus bisikan lirih seorang Chino Moreno terdengar lantang penuh amarah namun depresif secara beriringan. Raungan gitar heavy Stephen Carpenter serta cabikan bass mendiang Chi Cheng saling adu sahut. Di antara jajaran karya musik milik Deftones, mungkin Around the Fur paling dijagokan menempati podium teratas di banding karya-karya lainnya. Opus ini merupakan album kedua setelah debut Adrenaline (1995), sebelum akhirnya mereka dikenal luas publik di album White Pony (2000).

Tak sekadar menghidangkan dominasi heavy metal, Chino Moreno dkk juga menambahkan unsur-unsur lainnya seperti shoegaze dan new wave. Selain "My Own Summer (Shove It)", band asal Sacramento itu juga menelurkan deretan single berkelas seperti “Be Quiet and Drive (Far Away)” dan “Around the Fur”.

3. Slipknot - Self titled (1999)

Tepat setahun sebelum membuka lembaran milenium, jagat rock digegerkan dengan kemunculan para gerombolan pria bertopeng seram ala serial killer memainkan nada-nada liar nan agresif. Seolah mereka menandakan sirine kalau kancah metal telah berevolusi jauh. Di tahun 1999 silam, Slipknot merilis album perdana berjudul sama dengan nama band. Tanpa menunggu lama, Slipknot sukses masif dalam menebar kengerian serta mengibarkan bendera nu metal ke segala penjuru dan perlahan menenggelamkan era grunge yang dinilai mulai mandek.

Track-track cadas semacam “Wait and Bleed”, “Spit It Out” dan “Surfacing” tentu akrab ditelinga bagi penggila rock. Album ini juga diproduseri oleh sutradara handal spesialis metal Ross Robinson di bawah naungan Roadrunner Records. Karya perdana Slipknot itu dianggap istimewa karena mencampurkan segala elemen musik dan instrumen-instrumen semacam turntable, perkusi hingga synthesizer. Hal tersebut tentu menjadikan musik gahar Slipknot terdengar kompleks dan mewah untuk dinikmati para pendengar.

4. Limp Bizkit - Three Dollar Bill, Y’all (1997)

Berbicara tentang Slipknot tentu tak lengkap jika tak memasukkan sang rival abadi Limp Bizkit ke dalam jajaran album nu metal paling esensial. Band yang digawangi oleh frontman Fred Durst itu dianggap sebagai salah satu di antara band nu metal tersukses di generasinya. Album perdana mereka berjudul Three Dollar Bill, Y’all ibarat jembatan penghubung bagi pegiat metal dan hip hop. Meski kedua kancah tersebut berlainan arah, namun Limp Bizkit cerdik mampu memfusikan dua elemen yang berbeda itu menjadi sebuah suguhan menarik.

Di album ini Limp Bizkit juga menetaskan track-track nu metal penting semacam “Counterfeit” dan “Faith” yang merupakan gubahan dari lagu pop internasional terkenal milik mendiang George Michael. Walau pada akhirnya Michael sendiri mengakui kalau sungguh membenci lagu daur ulang versi Limp Bizkit tersebut. Di nomor lain terdapat juga lagu bernuansa kental hip hop berjudul “Sour”. Scratch turntable milik eks personel DJ Lethal jadi daya pikat di keseluruhan album.

5. System of a Down - Toxicity (2001)

Kemunculan kuartet System of a Down di belantika seolah makin mematenkan dominasi kancah nu metal di segala penjuru dunia. Di opus kedua mereka berjudul Toxicity, SOAD menunjukkan taring mereka sebagai band potensial rock di kala itu. Hit single seperti “Chop Suey!”, “Toxicity” dan “Aeriel” mengantarkan Serj Tankian dkk merangkak naik ke tangga puncak karier mereka.

Beberapa media musik spesialis seperti Blabbermouth pun turut memuji sound dan inovasi yang ditampilkan oleh SOAD. Sang gitaris sekaligus otak dari band, Daron Malakian sukses mencampurkan beberapa elemen musik di dalam Toxicity. Maka tak heran unsur-unsur musik SOAD pun ikut terpengaruh berbagai macam genre seperti alternative metal, thrash metal, hardcore, heavy metal, progressive rock, jazz hingga musik etnik khas timur tengah.

6. Linkin Park - Hybrid Theory (2000)

Di pembuka lembaran milenium, kejayaan masif kancah nu metal ditandai dengan munculnya band muda potensial bernama Linkin Park. Tak tanggung-tanggung penjualan komesial debut album mereka meledak di pasaran internasional. Hybrid Theory bukanlah sekadar memanfaatkan ‘momen’ yang tepat kala nu metal sedang berjaya, lebih dari itu opus ini berisikan jajaran repertoar kelas wahid yang tersaji ciamik oleh band asal California, AS itu.

Lengkingan tinggi vokal mendiang Chester Bennington serta rap yang dipaparkan Mike Shinoda sungguh berperan vital di balik kesuksesan Hybrid Theory. Deretan lagu-lagu berkelas seperti “In the End”, “Papercut”,”Crawling” dan “One Step Closer” terlanjur akrab di kuping para dewasa yang tumbuh besar di awal era 2000-an.

7. Staind - Dysfunction (1999)

Bagi para penikmat nu metal, nama Staind tentu memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar. Dua track seperti “It’s Been Awhile” dan “Outside” adalah contoh dua hit single yang sukses melambungkan nama mereka di belantika musik internasional. Namun jauh sebelum itu, komplotan Staind telah lebih dulu menebar opus penting bertajuk Dysfunction di tahun 1999 silam.

Maka tak heran sosok Fred Durst pun ikut terkesan dengan pesona gahar dari Aaron Lewis dkk. Setelah mendengar sebanyak empat demo lagu, Durst pun mengajukan kawanan Staind untuk bergabung bersama label rekaman Flip/Elektra Records. Bahkan di salah satu track di Dysfunction, Staind dan Limp Bizkit secara kompak membawakan daur ulang hits milik Public Enemy berjudul “Bring the Noise”. Selain itu terdapat juga track-track mumpuni seperti “Mudshovel” dan “Just Go”.

8. P.O.D. -  Satellite (2001)

Di daftar selanjutnya tak lengkap jika tak memasukkan opus Satellite milik P.O.D. ke dalam album nu metal paling esensial. Kuartet yang digawangi oleh Sonny Sandoval (vokal), Traa Daniels (bass), Wuv Bernardo (drum) dan Marcos Muriel (gitar) itu sukses secara komersial di industri musik. Payable On Death menonjolkan elemen musik alternative metal yang digabung secara baik dengan unsur hip hop latin tak lupa dengan sedikit sentuhan religius di tiap bait lirik mereka.

Satellite dirilis pada tahun 2001 lalu di bawah naungan label Atlantic Records. Bahkan media musik rock ternama seperti Revolver pun berani menyematkan album keempat P.O.D. itu bertengger pada 10 album nu metal yang wajib dimiliki. Di antara kesemua repertoar yang tersaji, hit single seperti “Youth of the Nation”, “Boom”, “Alive” dan “Satellite” cukup layak menghantarkan Sonny Sandoval dkk merengkuh kejayaan sebagai salah satu band nu metal terbaik di generasinya.

9. Spineshank - Strictly Diesel (1998)

Label Roadrunner records memiliki andil besar dalam penyebaran kancah nu metal di penjuru dunia. Salah satu band turut mereka orbitkan salah satunya adalah Spineshank. Walau tak setenar Slipknot, band asal California, AS itu mampu memberikan sumbangsih ke kancah nu metal.

Spineshank merilis debut album penting berjudul Strictly Diesel (1998). Album ini mencampurkan unsur elektronik seperti halnya industrial metal. Namun dengan relevansi alternative metal yang menggema kencang di keseluruhan materi. Strictly Diesel menyuguhkan beberapa lagu cadas berkualitas. Sebut saja “Shinebox”, “Detached” dan “Stovebolt”

10. Coal Chamber - Selftitled (1997)

Bagi penggila rock tentu sepakat kalau pertengahan sampai penghujung 90-an merupakan era puncak kejayaan kancah nu metal. Bagaimana tidak? Beberapa band baru potensial di kala itu muncul melontarkan agresi ke industri musik yang dilanda kebosanan di lanskap rock.

Salah satu nama penting di jagat nu metal salah satunya adalah Coal Chamber. Band besutan Dez Fafara itu muncul dengan identitas sebagai band gothic namun memadankan unsur hip hop dan heavy metal secara liar dan dinamis. Album yang berjudul sama dengan nama band itu dirilis pada tahun 1997 silam. Track-track andalan semacam “Loco”, “Sway”, “Big Truck” merupakan anthem wajib bagi penggemar nu metal. Dirilis di bawah naungan Roadrunner records.

 

1 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    POD