Hodgepodge Superfest 2019

Hodgepodge Superfest 2019 Menggebrak di Hari Pertama!

  • By: NND
  • Senin, 2 September 2019
  • 232 Views
  • 4 Likes
  • 5 Shares

Before Open Gate

Sebelum menapak masuk ke dalam gelaran Hodgepodge Superfest 2019, hari diawali oleh rangkaian acara spesial bareng Superfriends. Menjaring banyak Superfriends dari Indonesia, para pemenang yang dijemput dari bandara menikmati sajian makan siang di Holywings Epicentrum, Jakarta.

Di sana, mereka disambut oleh sajian makan siang yang lezat, lengkap dengan penampilan yang menghibur dari LARC. Namun, sebelum menyantap makan siang, ada sharing session yang disampaikan oleh Vicky Setiawan selaku perwakilan dari Supermusic. Ada juga pemutaran film pendek “Berani Maju dari yang Lalu”.

Usai menyantap makan, semua pun bersiap-siap untuk menghadiri hari pertama Hodgepodge Superfest 2019!

Hodgepodge Superfest 2019 – Day 1

Pada gelaran hari pertamanya, gerbang resmi dibuka pada pukul 15.00 WIB. Venue sudah dilengkapi dengan berbagai macam spot-spot menarik untuk foto, juga dengan tenant-tenant makanan dan minuman.

Dried Cassava menjadi grup yang paling pertama naik ke panggung di tahun ini. Bermain di Wonderful Indonesia Stage, mereka memainkan setlist yang bersgam; mulai dari album pertama Mind Thieves, album kedua Sensitive Explosion, hingga lagu-lagu baru mereka seperti “Berlayar” dan “Blueberry Man” dimainkan untuk membuka Hodgepodge Superfest 2019.

Tak lama setelah Dried Cassava membuka, Fourtwnty juga mengumandangkan musik mereka di Supermusic Stage—salah satu dari dua stage besar di Hodgepodge Superfest 2019. Ari Lesmana dkk tampil syahdu, diiringi cahaya matahari sore yang menghangatkan Allianz Ecopark Ancol. Suasana menuju senja yang sempurna.

Sementara itu, grup trip hop GHO$$, sebagai juara pertama Rockin’ Battle turut serta menampilkan kebolehan mereka di gelaran Hodgepodge Superfest 2019. Menapak ke panggung Kapal Api Signature, mereka membawakan lagu-lagu hits mereka macam “Care.le$$”, dan juga memberikan lagu-lagu cover yang apik dari karya NSYNC dan Portishead.

Melangkah kembali ke area dua main stage, giliran nama terbaru dari lineup yang beraksi. Ya, NTRL meramaikan sore itu dengan energi tinggi. Lagu-lagu klasik pun dibawakan, macam “Pertempuran Hati”—menyulap semua untuk bernyanyi bersama. Aksi panggung mereka kemudian di tutup oleh lagu “Garuda di Dadaku”.

Sebagai salah satu nama baru di kancah musik lokal, Coldiac pun enggan diam begitu saja. Band alternative rock asal Malang itu melepaskan penampilan apik di atas panggung Wonderful Indonesia.

Selain musik, Hodgepodge Superfest 2019 juga menyuguhkan kolaborasi seni dan technology. Hal itu bisa lo temukan di booth Supermusic, yakni ada dua instalasi hasil kolaborasi dari Supermusic X Never Too Lavish X Darbotz bernama Ultragraffiolet dan Grafftech. Dengan bikin konten foto dan video di instalasi itu, lo berkesempatan menangin smartphone Samsung Galaxy S10e!   

Selesai break Maghrib, waktunya GAC melepas panggung terakhir mereka. “Goodbye Stage”—itulah judul set mereka di Hodgepodge Superfest 2019; dan benar saja, mereka melepaskan selamat tinggal itu dengan apik. Sebelum menapak panggung, para pengunjung sudah ramai menunggu. Tiba saatnya mereka tampil, lagu-lagu dari kedua album mereka pun dibawakan. Mengingat ini show terakhir mereka, ada juga penampilan cuplikan video throwback yang mengemas masa-masa awal mereka bermusik saat masih meng-cover lagu-lagu pop barat. Usai video tersebut, GAC kembali ke atas panggung dan membawakan lagu-lagu sempat yang mereka cover itu, macam “Payphone” (Lady Gaga) dan “Mirrors” (Justin Timberlake).

“Terima kasih semua yang udah support kita dari masih di internet hingga album 1, 2, dan 3,” tutur Audrey. Cantika pun juga angkat bicara, “Terima kasih buat semua cinta yang sudah kalian berikan!” Set sentimen inipun akhirnya ditutup dengan pemutaran short movie dan trek hits mereka, “Bahagia”. “Tungguin kita, ya!” tutup Gamaliel.

Di saat yang bersamaan, Teddy Adhitya juga melepas menampilannya di atas panggung Kapal Api Signature. Penampilannya menyertakan lagu-lagu dari album terbarunya yang belum lama ini ia rilis—album bertajuk Question Mark yang rilis bulan Agustus 2019 kemarin.

Usai penampilan GAC dan Teddy Adhitya, tibalah kita pada penampilan international act pertama di Hodgepodge Superfest 2019. Betul, waktunya untuk The Japanese House untuk tampil. Tak lama usai GAC, para pengunjung hanya perlu melangkah ke panggung sebelah—The Japanese House menggelar aksinya di panggung BNI stage. Antusiasme penonton dinilai tinggi, bibir panggung sudah padat sebelum Japanese House naik ke atas panggung. “Saw You in a Dream” dan “Maybe You’re The Reason” dari album terbaru mereka mampu membius para penonton yang terpaku pada penampilan megah mereka.

Namun, aksi seru saat itu tidak hanya berasal dari The Japanese House. The Soulful juga menghibur para pengunjung yang berteduh di area indoor Hodgepodge Superfest 2019. Musiknya yang lembut cocok menemani para pengunjung yang duduk-duduk santai di sana.

Iwa K dan Sweet Martabak menjadi nama yang ditunjuk untuk menggantikan posisi Snow Patrol yang berhalangan untuk tampil di Hodgepodge Superfest 2019, tepatnya di atas panggung Supermusic Stage. Mereka berhasil membuat semua orang bergoyang dengan anthem hip hop tanah air, seperti “Malam ini Indah”, “Bebas”, dan “Tididit” milik Sweet Martabak. Panggung besar membuka ruang yang lebih terhadap musik mereka, dan melalui ruang tersebut, mereka memberikan penampilan yang sensasional.

Lalahuta juga merebus sensasi di Hodgepodge Superfest 2019 pada saat Iwa K dan Sweet Martabak beraksi. Bermain di Kapal Api Stage, mereka berhasil membuat semua penonton bernyanyi bersama—hal yang biasa terjadi di setiap penampilan mereka.

Lanjut, waktunya Adrian Khalif untuk tampil di Wonder Indonesia Stage. Mengandalkan vokal yang apik, ia mampu menghadirkan suasana hangat di tengah para penonton yang menyimak. Aksi panggungnya di ruangan indoor menjadi sebuah angin segar di keberlangsungan Hodgepodge Superfest 2019 yang sudah menapak masuk ke jam-jam larut.

Tak lama setelah Adrian Khalif bersua, aksi-aksi hebat di area main stage kembali dimulai. Phony Ppl, international act kedua di HPSF19 akhirnya diberikan panggung untuk menggila. Set mereka sangatlah intens. Meski musik tidak ngebut, namun mereka memainkannya dengan dedikasi tinggi. Aksi panggungnya gila, dan mereka berhasil membuat semua penonton terpaku kepada panggung BNI Stage—bahkan mereka yang tengah menunggu The Used untuk bermain di panggung sebelahnya. Trek dari album mō’zā-ik—album teranyar mereka, menjadi andalan. Meski antusiasme penonton tak lagi bisa ditampung ketika mereka membawakan hit-nya, yakni “Why iii Love The Moon”.

Let’s go to the moon, everybody!” lantang Elbee, sang vokalis, sebelum menyanyikan lagu andalan tersebut. Musisi asal Brooklyn, AS itu memang piawai menyetir crowd dengan aksi yang atraktif.

Sebelum Phony Ppl mengemas aksinya, .Feast menyalak di panggung Kapal Api Signature. Sebagai salah satu nama besar dalam jajaran pendatang baru di kancah musik lokal, panggung-panggung .Feast selalu ramai, dan meski beririsan dengan Phony Ppl, mereka pun membuktikan bahwa pendengar mereka setia. Kapal Api Signature Stage mampu mengamankan penonton yang tetap haus akan musik mereka.

Ketika panggung BNI sudah selesai merumahi penampilan Phony Ppl; area panggung sebelahnya—Supermusic Stage—sudah dipenuhi oleh penonton. Wajar saja, rasanya; The Used akan segera tampil, dan para penonton sudah tidak sabar untuk menggila bersama salah satu nama terbesar dalam genre emo.

Tiba waktunya mereka tampil, The Used—seperti biasanya—melepas set dengan energi yang maksimal. Setlist mereka disusun secara beragam, tapi didominasi oleh anthem-anthem yang diputar oleh emo kids circa pertengahan 200a-an. Dari pembuka “Take It Away”, “The Taste of Ink” hingga “All That I’ve Got”!

Tidak hanya itu, Bert sang vokalis juga kerap menyapa dan bergurau bersama para penonton. Komunikasi itu terus terjaga, dan chemistry band itu berpendar baik bersama crowd Hodgepodge Superfest 2019. Bahkan, di tengah lagu-lagu apik mereka, sempat terjadi circle pits dan wall of death yang menambahkan intensitas pengalaman menyaksikan The Used.

“Tidak terasa sudah 10 tahun lebih dari saat kita bermain di Jakarta. Kita janji tidak akan memakan waktu selama itu lagi untuk kembali,” ucap Bert kepada para penonton yang sudah bersimbah keringat.

The Used pun menutup aksi mereka dengan cara yang paling layak. “Box Full of Sharp Objects” menjadi lagu penghujung. Namun tanpa aba-aba, lagu terakhir itu di-medley menjadi “Killing In The Name” karya Rage Against The Machine—sebuah lagu yang tentunya akan berkumandang secara keras di gelaran hari kedua di Hodgepodge Superfest 2019 oleh Prophets of Rage.

Aksi The Used yang intens tersebut pun disambut dengan pas oleh penampilan LaidThis Nite yang bermain di Wonderful Indonesia Stage. Pengunjung yang baru beres menonton The Used pun diberikan sajian yang segar sebelum menapak keluar untuk pulang. Aksi panggung yang unik dan menawan—sesekali jenaka, menjadi senjata utama mereka.

Dengan rampungnya aksi LaidThis Nite, maka ditutuplah sudah rangkaian acara hari pertama Hodgepodge Superfest 2019. Besok, Hodgepodge Superfest 2019 akan menyajikan pengalaman festival musik yang tentunya tidak kalah meriah dari gelaran hari pertamanya itu.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
237 views
superbuzz
133 views
superbuzz
188 views
superbuzz
198 views
superbuzz
277 views
superbuzz
272 views