ALBUM REVIEW: Indische Party - ANALOG

  • By: AB
  • Kamis, 1 December 2016
  • 3585 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Album Review: Indische Party - ANALOG

(7 / 10)

Kuartet rock & roll asal Jakarta, Indische Party, semakin matang di album ke-dua, Analog.  Diproduseri oleh David Tarigan, Indishe Party juga mengajak sejumlah musisi tamu untuk berkontribusi terhadap Analog. Mereka antara lain John Navid (White Shoes & The Couples Company), Suryoprayogo “Kiting” Setiadi (The Adams), Dharmo “Mas Mo” Soedirman (Sentimental Moods), Indra Perkasa (Tommorow People Ensemble), dan Jimi Multhazam (The Upstairs/Morfem/Bequiet).

Mengusung 10 track, Indische Party tetap mempertahankan rock & roll klasik yang membawa kita kembali ke masa 1960-an. Bisa dibilang Indische Party serius dalam membawakan rock & roll lawas. Sound drum di-setting sedemikian rupa hingga mendekati bunyi drum dari masa itu. Tika Pramesti (drummer) melakukan customize drum, mulai dari kick drum, floor, tom, snare, hingga cymbal, bekerjasama dengan Harry’s Drum Craft. Proses “ngulik” suara drum itu juga dibantu oleh David Tarigan, John Navid, dan tentu Harry selaku pemilik workshop.

Selain suara drum vintage, nuansa lawas juga terbangun dari suara harmonika dan tamborin yang stagnan.

Menariknya, lima dari sepuluh lagu dalam Analog berbahasa Indonesia, yaitu Paula Abdul, Serigala, Ingin Dekatmu, Khilaf, dan Terkapar Sudah. Sangat menyenangkan mendengarkan rock & roll lawas dengan lirik berbahasa Indonesia. Dalam hal ini, Indische Party sukses.

Ingin Dekatmu, lagu balada paling lembut di Analog melibatkan Indra Perkasa dalam aransemen string. Sayup lantunan alat musik gesek pada lagu ini plus suara vokal Tika membuat suasana syahdu.

Ketukan drum John Navid dapat kita dengar pada lagu Babe You Got A Hold On Me Somehow. Sedangkan permainan piano Mas Mo terdengar di delapan track.

Tidak ketinggalan tersemat pula track dengan melodi-melodi familiar, seperti di lagu pembuka Waiting For You dan Have You Ever Cried. Bisa dibayangkan, bahwa Analog adalah musik yang tepat diputar saat kumpul keluarga, atau menemani perjalanan panjang saat cuaca cerah.

Dengan tiga album di tangan - self-tited, EP On Vacation, Analog - yang keseluruhannya memiliki warna musik serupa, Indische Party menjadi satu-satunya band Indonesia yang paling serius mengusung rock & roll 1960-an.

Analog dapat disimpulkan sebagai eksplorasi berhasil dari Indische Party. Mereka tidak sekedar membawakan musik bernuansa lawas, tetapi ikut memikirkan formula yang tepat secara teknis. Selain itu, dalam album ini mereka juga menggandeng para musisi yang memang tepat didaulat sebagai tamu. Pada akhirnya, musik Indische Party cukup bisa tersamar bila berada dalam katalog band semisal The Animals, The Yardbirds, atau The Rolling Stones.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
393 views
superbuzz
679 views
supernoize
1845 views
supernoize
3791 views