Padi Reborn

Ingat Pesan Ibu, Lagu Padi Reborn untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi

  • By:
  • Minggu, 18 October 2020
  • 485 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Padi Reborn ikut ambil bagian dalam upaya mengkampanyekan protokol kesehatan di tengah pandemi COVI-19 kepada masyarakat lewat karya lagu berjudul Ingat Pesan Ibu.

Lagu hasil kerja sama antara Padi Reborn dengan Satuan Tugas (Satgas) Penangan COVID-19 ini menjadi cara Padi Reborn mengajak masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Lagu 'Ingat Pesan Ibu' ini kami harap bisa menjadi bentuk edukasi yang mudah diterima dan mengubah perilaku masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan," kata Satriyo Yudi Wahono atau yang akrab disapa Piyu dari keterangan persnya.

Sosok ibu diambil sebagai tajuk dalam lagu ini karena diakui menjadi inspirasi dari para personil Padi Reborn dalam proses pembuatan liriknya.

"Karena karakter ibu adalah seorang yang benar-benar kita dengarkan, yang doanya tembus hingga langit ke-7. Semua kemuliaan itu ada di ibu. Pesan ibu itu pasti selalu ingin keluarganya sehat dan doanya pasti terkabul," jelas sang vokalis, Fadly.

Lagu Ingat Pesan Ibu memang hanya berdurasi 30 detik. Awalnya judul lagu ini sempat beredar dengan nama Perubahan Perilaku, yang kemudian disepakati dengan judul baru Ingat Pesan Ibu.

Padi Reborn menyebut proses pembuatan lagu Ingat Pesan Ibu adalah lagu dengan durasi terpendek dan proses penciptaan lagu tercepat yang pernah mereka lakukan.

Padi Reborn hanya menghabiskan waktu satu hari dalam proses penciptaan lagu ini dan satu hari lagi untuk proses rekaman. Di dalam lagu ini, Padi Reborn juga menyisipkan pesan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Alhamdulillah prosesnya cepat dan lancar. Yang jadi concern kami adalah kalimat harfiah seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, itu yang agak sulit untuk dijadikan lirik lagu. Tantangannya bagaimana supaya bisa nge-blend dengan musiknya. Dan pada akhirnya memang inti pesannya tersampaikan dan cocok sama musiknya,” jelas sang drummer Padi Reborn, Surendro Prasetyo atau akrab disapa Yoyo.

Ingat Pesan Ibu

Pakai Maskermu

Cuci Tangan Pakai Sabun

Jangan Sampai Tertular

Ingat Selalu Pesan Ibu

Jaga Jarakmu

Hindari Kerumunan

Jaga Keluargamu

Meski terbilang singkat sebagai sebuah lagu, Padi Reborn tetap mampu mengemas Ingat Pesan Ibu dengan notasi musik ciamik lewat aransemen pop yang sederhana, easy listening, dan bertempo upbeat.

Lagu Ingat Pesan Ibu milik Padi Reborn ini akan diputar di 500 radio di seluruh Indonesia sebagai pengantar pesan tentang pentingnya disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Padi Reborn yang Terlahir Kembali

Padi Reborn bukan band baru di blantika industri musik Indonesia, band bergenre pop rock tersebut dibentuk sejak April 1997. Awalnya, grup musik ini adalah wadah kreativitas seni lima mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya, yaitu Ari Tri Sosianto (gitar), Andi Fadly Arifuddin (vokal), Surendro Prasetyo (drum), Rindra Risyanto (bass), dan Satriyo Yudi Wahono (gitar).

Semula grup ini bernama 'Soda', tetapi kemudian diganti menjadi 'Padi'. Nama ini dipilih juga karena bersifat membumi. Mereka tidak hanya mengambil filosofinya saja, semakin berisi semakin merunduk, tetapi juga melihat fungsinya yang melambangkan kesejahteraan.

Motor utama Padi adalah Piyu, yang menjalankan fungsi sentral sebagai komposer musik dan penulis lirik hampir di seluruh lagu. Namun kekuatan utama Padi terletak pada penguasaan instrumen para personilnya yang memiliki karakter. 

Eksistensi Padi ditandai dengan munculnya album pertama bertajuk Lain Dunia pada 1999. Padi muncul dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda dalam tiap frasa dalam tiap lagu. Album ini mendapatkan platinum pada April 2000 dan quadruple platinum pada tahun 2001.

Kesuksesan album perdana itu membawa nama Padi semakin dikenal. Mereka akhirnya merilis album kedua pada 2001 dengan nama Sesuatu yang Tertunda. Terdapat 10 lagu di album ini yang semakin mendongkrak popularitas Padi.

Hanya dalam tempo 2 minggu album ini meraih triple platinum karna terjual lebih dari 450 ribu keping. Selama berbulan-bulan lagu-lagu Padi secara bergantian merajai chart MTV. Beberapa di antaranya seperti lagu Sesuatu yang Indah, Kasih Tak Sampai, dan Semua Tak Sama. Tak mengherankan bila album ini terjual hingga 2 juta keping.

Album yang direkam secara analog di sebuah studio di Surabaya ini mendapat dukungan penuh dari para pengamat musik karena dianggap berkualitas. Terbukti dengan diraihnya empat penghargaan dari AMI awards 2001 termasuk album terbaik. Mereka juga meraih album terbaik dan group terbaik di Anugerah Industri Muzik Malaysia 2001. Puncaknya ketika mereka meraih Favourite Artist Indonesia pada ajang MTV Asia Awards 2002.

Pada Juni 2003, Padi merilis album ketiga dengan nama Save My Soul. Dalam lagu Sesuatu Yang Tertunda, Padi berduet dengan musikus Iwan Fals. Selain Iwan Fals, ada kolaborator lainnya di album ini seperti saksofonis Australia, Robert Burke, pianis Kiernan Box, Adjie Rao (perkusi), dan penyanyi Astrid Sartiasari.

Berselang dua tahun dari album terakhir mereka, padi merilis merilis album keempat pada 2005 dengan judul sesuai nama grup musik ini. Di album ini, Padi tampil dengan logo baru berupa tulisan Padi dalam bentuk yang masih sama dengan logo sebelumnya tetapi kali ini lebih berwarna-warni. Pemilihan logo yang lebih ceria dan judul album yang eponymous tersebut dimaksudkan sebagai kelahiran kembali grup ini.

Setelah lebih dari dua tahun vakum dari dapur rekaman, Padi kembali muncul dengan album baru Tak Hanya Diam. Album yang berisi 10 lagu ini tak lagi bertemakan interpersonal (cinta) seperti empat album sebelumnya, tetapi meluas menjadi kepedulian dari reaksi mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Inti pesan dari lirik-lirik di dalam album Tak Hanya Diam terfokus pada soal tidak berfungsinya komunikasi yang berakibat beberapa bencana yang timbul secara beruntun di Indonesia.

Sukses dengan lima album sebelumnya, Padi justru vakum dari industri musik pada 2010 setelah Piyu memilih mengembangkan kreativitas sendiri, sedangkan personel lainnya membentuk Musikimia yang menjalani proses bermusik secara independen.

Namun, pada 2018 Padi kembali muncul dengan nama Padi Reborn yang mengobati kerinduan para penggemarnya. Pada Februari 2020, Padi Reborn lantas merilis album terbaru setelah 12 tahun yang sekaligus menjadi album keenam mereka dengan nama Indera Keenam.

Di album ini terdapat delapan lagu dengan tujuh lagu di antaranya adalah lagu Padi terdahulu yang diaransemen ulang, dan satu lagu baru dengan judul Kau Malaikatku.

0 COMMENTS