Inilah 4 Musisi dari Media Sosial yang Terus Berkembang

Inilah 4 Musisi dari Media Sosial yang Terus Berkembang

  • By:
  • Sabtu, 27 February 2021
  • 418 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Memulai karier sebagai musisi merupakan pengalaman yang cukup melelahkan jika membicarakan tentang industri musik kurang lebih 20 tahun yang lalu. Namun, saat ini media sosial memiliki peran besar dalam menghadirkan kemudahan memulai karier sebagai musisi. Kini, memulai karier sebagai musisi dari media sosial bukan hal yang aneh lagi. Bahkan berkat eksposur media sosial yang besar, menjadi musisi dari media sosial dapat mempercepat langkah para musisi muda untuk dapat dikenal banyak orang.

Meskipun banyaknya musisi dari media sosial yang lahir beberapa tahun belakangan ini, tidak banyak juga yang bertahan untuk tetap fokus menjalani karier di bidang musik. Para penikmat musik juga diketahui kerap kali skeptis terhadap keahlian yang ditawarkan oleh musisi dari media sosial yang baru. Padahal dukungan dari para penikmat musik ini juga merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga keberlangsungan karier bagi para musisi dari media sosial tersebut. Dukungan tersebut terbukti bermanfaat untuk karier beberapa musisi dari media sosial berikut.

  1. Rich Brian

     
     
     
     
     
    View this post on Instagram
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     

    A post shared by RICH BRIAN (@brianimanuel)

    Hadirnya Rich Brian sebagai salah satu musisi dari media sosial merupakan sebuah fenomena yang cukup menggemparkan di tahun 2016. Kala itu, musisi dari media sosial asal Indonesia ini pertama kali muncul melalui sebuah video klip berjudul Dat $tick dan langsung mendapatkan respon yang beragam di kalangan hip hop dunia. Rich Brian menggunakan platform Youtube untuk memperkenalkan musiknya kala itu. Konsep video klip yang cukup nyeleneh dengan paduan produksi audio yang cukup serius berhasil menarik perhatian banyak orang. 

    Di dalam video klip tersebut, musisi dari media sosial tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang anak rumahan yang culun. Namun citra tersebut terkesan berbanding terbalik dengan keahlian rap yang dimiliki Rich Brian saat pertama kali muncul melalui video klip Dat $tick. Mengetahui bahwa karya pertamanya mendapatkan respon yang cukup positif, Rich Brian pun mulai merilis single dan juga video klip lanjutan dari Dat $tick hingga akhirnya, Rich Brian pun bergabung ke dalam 88Rising dan menjadi salah satu musisi yang penampilannya ditunggu-tunggu di berbagai belahan dunia.

  2. Joji

    Salah satu rekan Rich Brian di 88Rising, Joji juga merupakan musisi dari media sosial yang cukup digemari oleh para penikmat musik R&B di berbagai belahan dunia. Sebelum memulai kariernya sebagai musisi, Joji lebih dulu memaksimalkan media sosial sebagai salah satu medium untuk menelurkan karya-karya kreatifnya yang bersifat komedi. Musisi dari media sosial ini memaksimalkan fungsi Youtube untuk memperkenalkan sebuah karakter komedi bernama Filthy Frank. Musisi dari media sosial asal Jepang ini sudah memaksimalkan peran Youtube sejak tahun 2009.

    Dalam sejarahnya, Joji pun sempat berkali-kali menghadirkan karakter baru untuk keperluan konten komedinya di Youtube. Salah satu karakter yang cukup populer hasil kreatif musisi dari media sosial ini adalah Pink Guy yang lahir di tahun 2014. Dari lahirnya Pink Guy tersebut, Joji pun mulai memperlihatkan keahliannya dalam bermusik. Akhirnya di tahun 2017, Joji memutuskan untuk mulai serius membangun karier sebagai salah satu musisi dari media sosial dan meninggalkan karier komedinya secara penuh. Karier Joji sebagai musisi pun cukup terbilang cemerlang. Sejak tahun 2017, dirinya telah berhasil merilis dua buah album di bawah naungan 88Rising berjudul Ballads 1 dan Nectar.

  3. Yuna

     
     
     
     
     
    View this post on Instagram
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     

    A post shared by Y U N A (@yuna)

    Yunalis binti Mat Zara’ai atau yang lebih dikenal dengan nama Yuna ini juga merupakan salah satu musisi dari media sosial yang berkembang jadi musisi profesional berkualitas. Berbeda dengan Rich Brian dan Joji yang tenar berkat Youtube, Yuna memaksimalkan Myspace sebagai media sosial untuk memulai karier bermusiknya. Di tahun 2008, musisi dari media sosial ini merilis EP perdananya melalui Myspace yang dirinya garap secara independen. Di pertengahan tahun 2008, Myspace merupakan salah satu media sosial yang cukup digandrungi oleh musisi amatir di seluruh dunia. 

    Para pemilik akun di Myspace bisa mengunggah karya musik mereka pada tampilan profil, sehingga siapa pun yang datang berkunjung bisa mendengarkan secara bebas. Berkat fitur tersebut, Yuna pun berhasil mendapatkan banyak penggemar yang membantu mendorong karier bermusiknya, hingga di tahun 2011 musisi dari media sosial ini berhasil menarik perhatian Fader Label asal New York untuk bergabung. Di tahun 2013 musisi dari media sosial ini akhirnya berlabuh di Verve Records dan mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi bersama musisi papan atas, seperti Usher, Tyler, the Creator, dan G-Eazy. Yuna pun sempat menjadi pengisi untuk festival musik internasional seperti Bonnaroo dan Lollapalooza.

  4. Fathia Izzati

    Sebelum berkarier sebagai musisi, Fathia Izzati lebih dulu dikenal sebagai konten kreator di Youtube. Awalnya, musisi dari media sosial ini memaksimalkan peran Youtube untuk membuat konten dengan fokus edukasi dalam berbahasa Inggris. Selain itu, Fathia Izzati juga kerap kali mengunggah konten cover lagu di dalam kanal Youtube-nya tersebut. Ketertarikannya di bidang musik pun semakin lama semakin membesar, hingga akhirnya di tahun 2016, Fathia Izzati bersama Era Patigo dan Mayo untuk membuat sebuah band bernama Reality Club. Karier musisi dari media sosial bersama band yang dirinya bentuk ini terbilang cukup cemerlang. Bersama Reality Club, musisi dari media sosial ini telah berhasil merilis dua buah album, yaitu Never Get Better dan What Do You Really Know? Hingga saat ini Fathia Izzati bersama Reality Club masih fokus untuk bermusik melalui jalur independen.

Banner image courtesy of Joji

0 COMMENTS