Jakartacore 2015 Malam Panas Penuh Ekspresi Para Metalhead

  • By: LS
  • Rabu, 4 November 2015
  • 2571 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

We are all distortion brotherhood’. Kalimat singkat ini bukan semata-mata slogan tanpa arti. Hari itu, Minggu (1/11) para metalhead dari berbagai penjuru berkumpul di satu titik. Terserah mau disebut pesta underground atau sebutan lainnya, yang jelas para metalhead datang ke area outdoor GOR Bulungan, Jakarta untuk menikmati musik keras berdistorsi. Jakartacore 2015, ini lah alasan mereka jauh-jauh datang hari itu.

Berekspresi melalui moshing, stage diving, pogo dan headbang bukan hal yang dilarang dalam Jakartacore. Siapa juga metalhead yang bakal puas menikmati musik jika tidak bisa melakukan hal-hal barusan dalam festival musik keras? Hell yeah, semua itu halal di Jakartacore! Musik keras tidak memandang gender ataupun usia, laki-laki, perempuan, tua dan muda, berbaur dalam crowd Jakartacore.

Sejak siang, perbauran antara para penampil dan penonton sudah terasa panas. F.O.D, Bless The Knights, band hardcore Recalcitrance, Ballistic sampai Bestiality memberikan kesempatan bagi penonton untuk membentuk circle pit dan moshing ria.

Suasana kian memanas ketika Trendkill Cowboys naik ke atas panggung. Meskipun salah satu personil Prosatanica mengalami kecelakaan, mereka bermain tanpa cacat sore itu.

Jeda di waktu matahari terbenam tidak lantas membubarkan crowd. Justru penampilan setelah jeda ini lah yang paling ditunggu para metalhead. Sisa line-up Jakartacore yang belum bermain adalah para senior dalam skena musik metal, mereka konsisten dalam skena ini bahkan sejak tahun 1990-an. Yeah, Getah menjadi performer yang membuka sesi malam Jakartacore 2015.

Crowd surfing bukan pemandangan aneh malam itu. Letak panggung yang tidak dibatasi pit membuat para personil dan penonton bebas melompat dari atas panggung dan melakukan crowd surfing.

Gitaris Noxa Ade Hirmenio Adnis mengatakan, panggung tanpa batas pit ini serupa dengan panggung gig metal yang pernah Noxa sambangi di luar negeri. Hampir seluruh penampil Jakartacore di malam itu menikmati crowd surfing, kegilaan yang cukup langka untuk panggung sebesar ini.

Kehadiran Eet Sjahranie dan kawan-kawan di atas panggung disambut teriakan dari para metalhead. Hail! Edan! Hail! Edan!” teriakan itu menggiring mereka membawakan lagu pertama di atas panggung. Dengan set list yang nyaris tanpa jeda, mereka membawakan nomor-nomor andalan, bahkan tembang nostalgia “Kau Pikir Kaulah Segalanya” dengan improvisasi yang luar biasa edan. Nostalgia ini bertambah kuat setelah mantan vokalis Edane Trison Manurung naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama mereka. Single terbaru mereka “Hail Edan” pun menutup malam panas Jakartacore hari itu.

Simak foto dokumentasi Jakartacore 2015 selengkapnya pada kanal Superockumentary.

Foto: Fahman Fauzi

0 COMMENTS