Portal Music

Jangar

Jangar Main Judi Virtual di Video Klip Single ‘Aum Cilengkrang’

  • By:
  • Sabtu, 21 November 2020
  • 59 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kuartet heavy rock asal Denpasar, Jangar, telah merilis video musik terbaru bagi lagu “Aum Cilengkrang” pada Rabu (28/10) di channel YouTube milik Berita Angkasa selaku label yang membawahi mereka.

Karay baru tersebut menjadi video musik ketiga oleh Jangar yang digawangi oleh Gusten (vokal), Raibio (bass), Pasek (drum), dan Dewa (gitar) ini setelah sebelumnya merilis vide musik untuk single MSG dan Kesurupan.

Disutradarai oleh Aditya Muhara, video musik “Aum Cilengkrang” bercerita tentang kebiasaan yang dilakukan oleh personel Jangar berkumpul secara online dan melakukan judi virtual. Mereka masing-masing bertaruh untuk satu orang petarung jagoan mereka dan saling berkelahi satu sama lain.

“Personel Jangar bertemu secara virtual di dunia yang kami sebut alam Cilengkrang. Ide cerita ini datang dari salah satu episode serial Black Mirror di season terakhir,” cerita Muhara.

Konsep video musik yang digarap oleh Jangar terbilang cukup unik dan tak biasa. Diawali dengan suara pekaknya alarm yang menandakan "Judi Time', video klip Aum Cilengkrang mampu memberi kesan penasaran bagi yang menyaksikannya.

Video klip dibuka dengan Rabio yang menenteng Jagermeister pekat di balik botol hijau dan sibuk memakan pisang matang. Sang bassist Jangar ini memulai pertaruhannya dengan membuka laptop dan berjumpa dengan kawannya yang lain di band Jangar, pertarungan di alam Cilengkrang yang ganas itu pun dimulai.

Lokasi shooting video musik “Aum Cilengkrang” digarap sepenuhnya di tanah personel Jangar berasal, Bali. Lokasinya di antaranya adalah Pantai Jerman, Bale Banjar Sindu Kelod di Sanur, dan sebuah gudang yang berlokasi di Renon.

Sedangkan untuk lagunya, “Aum Cilengkrang” terinspirasi dari komik karya Alex Irzaqi yang berjudul "Tiger of Cilengkrang". Lagu tersebut masuk ke dalam album penuh Jangar, Jelang Malam, yang telah dirilis pada Oktober 2019 melalui label rekaman Berita Angkasa.

Jangar yang Sangar

Jangar terbentuk pada 2015 di Pulau Dewata Bali. Mereka mencampurkan musik-musik dari rock dengan stoner, blues, hingga heavy metal. Karier mereka mulai muncul dan terlihat ketika merilis single perdana pada Maret 2016 dengan judul Gestok.

Single ini terinspirasi dari peristiwa genosida terencana yang terjadi 51 tahun silam, yaitu pembantaian besar-besaran terhadap simpatisan Partai Komunis Indonesia serta organisasi-organisasi dan perkumpulan yang dianggap berafiliasi dengan PKI di seluruh pelosok negeri yang menelan korban lebih dari 3 juta jiwa.

Pembantaian manusia yang terjadi setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) atau dikenal pula dengan sebutan Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) dan Gestok (Gerakan Satu Oktober), merupakan sejarah kelam yang tidak bisa luput dari tubuh Indonesia.

Setelah Partai Komunis Indonesia (PKI) dituduh sebagai pelaku G30S pada tahun 1965, lebih dari satu juta orang yang dituduh komunis, etnis Tionghoa, dan intelektual dibunuh dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Peristiwa keji ini sempat menjadi inspirasi sutradara asal Amerika Serikat Joshua Oppenheimer dalam pembuatan Jagal (2012) dan Senyap (2014).

Berangkat dari peristiwa tersebut, Jangar pun mengambil latar belakang kejadian itu sebagai inspirasi dari single Gestok.

“Lirik dari single Gestok terinspirasi dari peristiwa genosida terencana yang terjadi 51 tahun silam, yaitu pembantaian besar-besaran terhadap simpatisan Partai Komunis Indonesia serta organisasi-organisasi dan perkumpulan yang dianggap berafiliasi dengan PKI di seluruh pelosok negeri yang menelan korban lebih dari 3 juta jiwa."

Karya sangar selanjutnya dari Jangar muncul pada Juli 2019 saat mereka merilis single keempat berjudul Negeri Nego. Saat itu Jangar berkolaborasi dengan eks-vokalis dan frontman dari Auman, veteran musik keras bawah tanah lokal, Farid ‘Rian Pelor’ Amriansyah.

Single yang dirilis melalui label rekaman asal Jakarta, Berita Angkasa Records ini bercerita tentang sebuah negeri dengan segala carut marutnya. Negeri itu memanfaatkan amarah dan kebencian sebagai komoditas utamanya--moral ataupun harga diri, semuanya dibeli.

Aturan-aturan yang perannya untuk menertibkan, semua dilatari oleh gestur "transaksi". Nomor baru Jangar menyuarakan kemirisan, kritik sarkas, dan dalam beberapa sudut pandang, menyuarakan realita masyarakat Indonesia.

Tak hanya lagu yang mengangkat sejarah kelam di Indonesia, Jangar juga sempat merilis lagu emosional yang didedikasikan untuk mendiang sahabat mereka yang berandil besar dalam pembentukan band ini. Jangar mempersembahkan tribute melalui single Konstan pada awal 2019.

“’Konstan’ juga semacam refleksi karakter seorang pemberontak yang keras kepala dan egois tetapi tidak lupa untuk bersenang-senang. Ia konstan merusuh dalam keriaannya,” jelas Pasek.

Di tahun yang sama, Jangar akhirnya resmi merilis album penuh pertama mereka dengan tajuk Jelang Malam di bawah label Berita Angkasa. Ada 10 lagu yang disajikan Jangar pada album perdana mereka, beberapa di antaranya merupakan single-single yang telah mereka rilis pada awal-awal kemunculan di skena musik sangar Tanah Air.

0 COMMENTS