Jason Ranti

Jason Ranti, Berusaha untuk Jujur dalam Berkarya

  • By:
  • Selasa, 6 October 2020
  • 662 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Perawakannya yang sederhana, apa adanya, bahkan terkesan slengean merupakan penampilan yang hadir di tubuh musisi folk Indonesia, Jason Ranti. Sedikit sejarah mengenai Jason Ranti, sebelum memulai bersolo karier sebagai seorang musisi, ia merupakan seorang gitaris untuk band Stairway to Zinna. Berkarya di dalam kancah folk indie Tanah Air, nama Jason Ranti langsung mencuat ke permukaan saat dirinya merilis album debutnya di tahun 2017. Akibat Pergaulan Blues adalah nama yang digunakan sebagai judul album debutnya.

Mungkin bagi orang awam yang belum pernah mendengarkan karya-karya Jason Ranti sebelumnya, akan merasa kaget awalnya ketika mendengar isi album perdananya. Album perdana ini diisi dengan judul-judul lagu yang nyeleneh serta lirik-lirik kritis dengan diksi yang kocak dan sederhana.

Jason Ranti mengenal musik sedari kecil melalui koleksi piringan hitam dan cakram padat milik sang ibu. Di antaranya, semasa kecil Jason Ranti kerap mendengarkan album Stars dari Simply Red serta lagu-lagu dari musisi John Mayall. Bahkan hingga saat ini, ia masih suka mendengarkan lagu-lagu yang menemaninya saat tumbuh dan berkembang. Sedari kecil Jason Ranti sangat ingin bisa memainkan alat musik. Namun sayang, ketika SD ia bercerita bahwa alat musik yang dipelajarinya kala itu adalah suling atau recorder yang Jason ternyata tidak suka. Jason baru menekuni mempelajari alat musik kegemarannya, yakni gitar pada saat kelas 1 SMP.

Seiring berjalannya waktu, Jason Ranti mulai melakukan eksplorasi terhadap kegiatan yang digemarinya, bermain musik. Saat duduk di bangku SMA, Jason mulai mencoba untuk menulis lagu. Lagu pertama karangan Jason dibuat untuk teman perempuannya di masa SMA. Namun, perjalanannya dalam menulis lagu tidaklah mulus. Di waktu yang sama, saat masih SMA, Jason sempat diejek karena membuat lagu untuk teman perempuannya itu. Akhirnya, Jason Ranti memutuskan untuk berhenti bereksplorasi sebab kepercayaan dirinya runtuh. Namun, kecintaannya terhadap musik seakan selalu memberi Jason Ranti jalan untuk pulang. Jason memulai kembali menulis lagu saat dirinya duduk di bangku kuliah. Alasan utamanya cukup sederhana, karena merasa dirinya harus melakukan sesuatu, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, yaitu makan. Jason mulai untuk mencoba aktif kembali dalam menulis musik, hingga suatu saat Jason seakan dipertemukan dengan karya WS Rendra yang berjudul Nyanyian Angsa secara tiba-tiba. Pertemuannya dengan karya sastra tersebut berhasil menumbuhkan kepercayaan diri Jason Ranti, karena syair-syair yang ditemukannya membuat dirinya merasa mampu untuk dapat menulis musik dengan baik.

Dalam membuat lagu, Jason Ranti banyak terinspirasi dari berbagai hal. Tidak hanya datang dari musik, Jason Ranti mengambil referensi dalam proses berkaryanya dari buku dan karya tulisan lainnya, film, atau bahkan dari cerita orang-orang terdekatnya. Mungkin karena berawal dari menjadikan hal-hal terdekatnya jadi sebuah inspirasi, cukup memengaruhi gaya penyampaian lagu bagi Jason Ranti sendiri yang terdengar sederhana dan apa adanya. Salah satu karya Jason Ranti yang terinspirasi dari karya tulisan dan penulisnya dapat ditemukan di lagu Lagunya Begini, Nadanya Begitu yang masuk ke dalam repertoire album keduanya berjudul Sekilas Info di tahun 2019. Jason Ranti menciptakan lagu ini berkat inspirasi terhadap mendiang Sapardi Djoko Damono dengan bukunya yang berjudul Bilangnya Begini, Maksudnya Begitu.

Menurut Jason Ranti yang kerap dipanggil Jeje oleh orang terdekat, perihal karya ideal itu tidak melulu tentang estetika atau presentasi yang ditampilkan. Jason lebih memilih untuk mengutarakan pesan melalui lagunya secara bebas. Bagi Jason, seni itu bukan hanya soal keindahan. Lewat lirik yang ditulisnya, Jason hanya ingin berusaha untuk selalu jujur dalam menceritakan tentang keresahan yang dirinya rasakan yang akhirnya tertuang di dalam lagu-lagunya. Kesederhanaan tersebut mungkin yang menyebabkan para penggemar setianya, yang hadir dengan julukan Gerombolan Woyoo ini, merasakan lirik-lirik dari Jason Ranti bermuatan kritik yang padat. Pasalnya, karena apa yang Jason utarakan adalah apa yang dirinya rasakan.

Salah satu lagu populer Jason Ranti yang beberapa saat lalu jadi perbincangan adalah Bahaya Komunis yang masuk ke dalam nomor album debutnya di tahun 2017. Menurut Jason, lagu Bahaya Komunis ini lahir dari sikap para politikus yang terus menggunakan isu-isu komunisme dalam melancarkan kepentingan-kepentingan tertentu. Dampak buruknya dari sikap tersebut adalah terjadi perpecahan di kalangan masyarakat.

Meskipun masih terkungkung di dalam situasi pandemi, di bulan September kemarin, Jason Ranti kembali menyapa para penggemarnya melalui konser virtual. Jason Ranti hadir sebagai pengisi acara utama untuk gelaran This Is My Wave Concert yang tayang di kanal Youtube Supermusic. Dalam persembahannya di This Is My Wave Concert, Jason Ranti menghadirkan aransemen berbeda dalam membawakan lagu-lagu andalannya. Penyanyi yang dikenal dengan lagu berlirik liar itu didukung dengan konsep 360 derajat di konser virtual ini. Konsep ini sebelumnya digunakan pada edisi kedua dengan The SIGIT. Ogah tampil di panggung yang sama, Jason Ranti beraksi di set yang baru. Ia bernyanyi di dalam sebuah led box yang dikelilingi kaca. This Is My Wave Concert juga menjanjikan panggung yang penuh dengan instalasi unik. Meskipun konser virtual ini sudah selesai di bulan September lalu, lo masih bisa nonton selengkapnya di sini! Buat cari tahu lebih dalam tentang Jason Ranti, lo bisa tonton videonya di The Trip - Jason Ranti (Part 1) di bawah!

0 COMMENTS