Jay-Z dan “Kerajaan” Roc Nation: dari Musik hingga Olahraga

Jay-Z dan “Kerajaan” Roc Nation: dari Musik hingga Olahraga

  • By:
  • Senin, 1 March 2021
  • 255 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Shawn Corey Carter atau lebih akrab dikenal dengan nama panggungnya, Jay-Z. Ia merupakan seorang rapper, penulis lagu, produser, pebisnis dan pemilik label asal Amerika Serikat. Digelari sebagai salah satu MC terbaik, Jay-Z memang merupakan sosok yang sangat berpengaruh.

Namanya berhasil menjadi pusat ketenaran dalam budaya rap, hip-hop, dan musik pada umumnya hingga kurang lebih tiga dekade lamanya. Tidak hanya dalam musik, Jay-Z juga mengamankan predikat sebagai salah satu musisi terkaya. Hal ini ia peroleh dari kiprahnya terjun ke dunia bisnis.

Kegemaran Jay-Z akan musik dimulai ketika ibunya memberikan hadiah sebuah boombox untuk ulang tahunnya. Hadiah ini semakin menumbuhkan minat bermusik dalam diri Jay-Z hingga mulai menulis lirik dan melakukan freestyling.

Dipanggil Jazzy oleh lingkungan sekitarnya, Carter pun mengadaptasi panggilan tersebut menjadi nama panggungnya—sekaligus penghargaan kepada mentornya, Jaz-O. Kontribusi Jay-Z bisa pertama kali didengar dalam rilisan Jaz-O pada akhir ‘80-an hingga awal ‘90-an.

Karier dari sosok kelahiran New York Amerika Serikat itu akhirnya mulai terbang setelah ia mendirikan Roc-A-Fella Records pada 1995. Hal ini dilakukan Jay-Z karena tidak ada label rekaman yang mau mengontraknya. Di bawah label rekaman garapannya sendiri, Jay-Z merilis album debutnya bertajuk Reasonable Doubt pada 1996. Album itu digarap dengan bantuan beats dari nama-nama besar seperti DJ Premier, Super DJ Clark Kent, bahkan turut menghadirkan The Notorious B.I.G. alias Biggie Smalls.

Sophomore-nya jebol di tahun 1997. In My Lifetime, Vol 1 resmi mengudara—sebuah album yang diproduseri oleh Puff Daddy. Jay-Z mengaku bahwa album ini disusun saat dalam masa yang kelam saat masih tersiksa atas kematian sahabatnya, Biggie.

Setahun kemudian, album barunya dirilis dan kali ini berhasil menjadi titik tertingginya dalam karirnya sejauh saat itu. Vol. 2... Hard Knock Life menjadi sebuah rilisan fenomenal, di mana album tersebut menampilkan Jay-Z yang lebih fokus pada flow dan permainan lirik.

Vol. 3... Life and Times of S. Carter—album nomor empatnya, datang dua tahun kemudian pada 1999. Selanjutnya, Jay-Z kembali merilis The Dynasty: Roc La Famillia, album itu dirilis tahun 2000, yang seharusnya menjadi album kompilasi musisi Roc-A-Fella tapi berganti haluan menjadi album solo kelima darinya.

Pada kejadian 9/11—tepatnya 9 September 2001, Jay-Z merilis album keenamnya. The Blueprint resmi mengudara sesaat sebelum tragedi itu terjadi. Terlepas dari tragedi memilukan itu, album ini berhasil mendarat di nomor satu dalam tangga nada Billboard 200 dan mampu laris lebih dari 400 ribu keping.

Ia melanjutkan The Blueprint dengan The Blueprint2: The Gift & The Curse—sebuah double album yang juga sama dengan sebelumnya, merajai tangga Billboard 200. Album ini mampu terjual hingga 3 juta keping lebih hanya di Amerika Serikat, dan dengan begitu, mengalahkan album prekuelnya.

Sembari membuka klabnya sendiri (40/40 club), Jay-Z mengumumkan bahwa ia akan merilis album kedelapan saat grand opening-nya. Tak lama kemudian, hadirlah The Black Album di tahun 2002. Di tahun yang sama, ia juga bekerja sama dengan R. Kelly dan menggubah sebuah album kolaboratif berjudul The Best of Both Worlds.

Dua album itu adalah rilisan terakhir sebelum Jay-Z menyatakan pensiun pada 2003, namun pada 2006 Jay-Z comeback dengan ditandai rilisnya album Kingdom Come. Lepas setahun dari comeback-nya itu, ia hadir lagi dengan album American Gangster—sebuah album yang rilis pada tanggal 6 November 2007, sebuah album konsep yang bercerita tentang “kehidupan jalanan”.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Roc Nation (@rocnation)

Roc-Nation Jalan Bisnis Besar Jay-Z

Kembalinya Jay-Z dalam industri musik juga ditandai dengan lahirnya agensi dan manajemen artis buatannya Roc Nation pada tahun 2008. Hampir 12 tahun berjalan, perusahaan milik Jay-Z ini berkembang sangat pesat dengan berkantor di New York City, London, Nashville dan Los Angeles. Perusahaan ini menaungi perusahaan filantropi, hiburan, agensi bakat, sekolah, pakaian, tur, dan produksi konser.

"Sejak didirikan pada tahun 2008, Roc Nation telah berkembang menjadi perusahaan hiburan terkemuka di dunia. Kami bekerja dalam setiap aspek hiburan modern — dengan artis dan produser rekaman, penulis lagu, dan banyak lagi. Daftar klien kami mencakup beberapa nama yang paling dikenal di dunia: dari Rihanna dan Rapsody hingga Buju Banton dan Snoh Aalegra," tulisa Roc Nation dalam laman resmi mereka.

"Kami adalah organisasi dengan layanan penuh, mendukung beragam daftar bakat kami melalui manajemen artis, penerbitan musik, tur, produksi, pengembangan merek strategis, dan lainnya," lanjut mereka.

Dalam menjalankan bisnis dan dengan tujuan memperbesar cakupannya, Jay-Z membuat skema bisnis kerja sama dengan beberapa perusahaan besar ternama. Ambil contoh pada 2009 Roc Nation menandatangani kontrak distribusi selama empat tahun dengan Sony Music. Setelah kontrak habis dengan Sony, Roc Nation bekerja sama dengan Universal Music per 2013.

Kemudian pada 2010, perusahaan Jay-Z ini bermitra dengan perusahaan hiburan yang berbasis di London, Three Six Zero Group. Lalu pada Februari 2013, Roc Nation menandatangani kesepakatan administrasi penerbitan musik di seluruh dunia dengan Warner/Chappell Music.

Tak hanya musik, Roc Nation melebarkan sayap bisnis mereka pada 2013 dengan membentuk divisi manajemen olahraga, Roc Nation Sport, anak perusahaan yang didedikasikan untuk representasi olahraga bagi para atlet profesional. Salah satu atlet yang ada di bawah naungan Roc Nation Sport adalah bintang NBA dari Brooklyn Nets, Kyrie Irving.

Di dunia olahraga, Roc Nation semakin melebarkan sayapnya dengan menjalin kemitraan jangka panjang dengan National Football League (NFL) pada 2019. Perusahaan Jay-Z akan menjadi ahli strategi hiburan live musik dan akan fokus pada peningkatan pengalaman saat menonton pertandingan langsung.

Teranyar, Roc Nation bekerja sama dengan Long Island University yang berbasis di Brooklyn untuk melangsungkan sebuah program yang disebut Roc Nation School For Music Sports & Entertainment.

Selain dikenal sebagai pebisnis dan musisi, Jay-Z juga merupakan seorang philanthropist. a sempat menggalang dana yang menggunakan keuntungan tur dunianya di tahun 2006-2007 untuk menyikapi krisis air dunia secara luas.

Kemudian pada 2019 lalu, yayasan pribadi Jay-Z, Shawn Carter Foundation, menggelar acara amal untuk pendidikan. Gala resminya tentu juga akan dimeriahkan dengan apik oleh “konser” eksklusif dan intim oleh penyanyi-penulis lagu andalan, Alicia Keys.

Pendapatan yang berhasil dijaring selama akhir pekan itu akan sepenuhnya dialirkan ke pendanaan beasiswa dari Shawn Carter Foundation. Menurut pernyataan resmi mereka, dana tersebut akan menyokong peningkatan pada “bus tur, kesempatan belajar ke luar negeri, dan program-program komunitas remaja dan keluarga yang membutuhkan”.

0 COMMENTS