Jordan Rudess Dream Theater: Inovasi Bermusik Lewat Wizdom Music

Jordan Rudess Dream Theater: Inovasi Bermusik Lewat Wizdom Music

  • By:
  • Kamis, 25 March 2021
  • 263 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Selalu ada cara untuk mengabdikan diri untuk dunia musik, salah satunya yang dilakukan oleh 

Jordan Rudess. Keyboardist unit rock kawakan Amerika Serikat, Dream Theater, itu punya cara berbeda untuk mempermudah masyarakat umum dalam membuat musik atau lagu.

Pria yang kini berusia 64 tahun itu menciptakan sebuah perusahaan pengembangan software aplikasi musik. Semua penemuan termutakhir Jordan Rudess di dunia musik dimulai ketika dirinya mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak yang disebut Wizdom Music.

Perusahaan ini didirikan oleh Jordan Rudess dengan tujuan untuk melampaui batas-batas teknologi untuk menciptakan alat yang menarik juga membantu untuk membuat musik, baik itu untuk para musisi atau masyarakat umum.

Lebih jauh, Jordan Rudess membawa Wizdom Music sebagai kumpulan pengembang internasional yang saling bekerja sama membangun aplikasi musik yang menghadirkan pengalaman audio visual yang impresif.

"Saya mendirikan Wizdom Music untuk membangun instrumen virtual ekspresif generasi mendatang. Aplikasi andalan kami GEOSHRED memberi Anda kendali yang belum pernah ada sebelumnya atas model fisik gitar paling kuat yang pernah dikembangkan, dengan fitur mesin suara yang merupakan puncak dari penelitian dan pengembangan selama lebih dari 30 tahun," ujar Jordan Rudess dilansir dari laman resmi Wizdom Music.

"Dengan aplikasi kami, Anda memiliki kekuatan untuk membuat musik yang menjadi hidup dengan ekspresi," kata Jordan Rudess dilansir dari laman resmi Wizdom Music.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Jordan Rudess (@jcrudess)

Salah satu produk awal dari ciptaan Jordan Rudess adalah aplikasi untuk device berbasis iOS bernama MorphWiz. Selain pada iPad, MorphWiz juga bisa di install ke dalam iPhone. Dengan menggunakan MorphWiz, seorang pemula pun akan bisa beraksi bagaikan seorang profesional, karena Jordan Rudess telah memasukkan 50 preset dalam release-an aplikasinya.

MorphWiz sebagian terinspirasi oleh Haken Continuum Fingerboard, instrumen MIDI yang sangat inovatif dan revolusioner yang digunakan Jordan di atas panggung dan di studio rekaman dengan Dream Theater. MorphWiz sendiri merupakan aplikasi musik berbasis grid vertikal yang memungkinkan tingkat kontrol ekspresif yang sama sekali baru.

Selain MorphWiz, Jordan Rudess juga meluncurkan dua aplikasi gratis pembuat musik untuk Windows 7 dan 8 pada 2012 silam dengan nama ShapeSonix dan Maestro. ShapeSonix memungkinkan pengguna untuk membuat realitas visual dan audio mereka sendiri dan membuat soundscapes multimedia yang dapat disesuaikan.

Kemudian salah satu aplikasi buatan Jordan Rudess melalui Wizdom Music hadir pada 2015 dengan nama GeoShred. ini adalah instrumen inovatif yang memungkinkan musisi membuat musik di iPad dengan sintesis pemodelan fisik yang ekspresif dan sangat canggih.

GeoShred memungkinkan untuk menghasilkan suara gitar yang realistis, serta menekuk, meregangkan, dan memanipulasi suara menjadi kemungkinan yang tak terbatas. Penggunanya juga bisa menjelajahi, mengedit, dan mengontrol mekanisme model gitar - bodi padat atau berongga, senar nilon atau logam, posisi pick, harmonik, dan banyak lagi.

Fitur GeoShred:

- Suara gitar yang dimodelkan secara fisik dengan permukaan permainan yang sangat ekspresif

- Umpan balik yang dimodelkan, vibrato jari, slide, nada cerdas, dan pembulatan oktaf

- Kemampuan pengeditan yang luas dan permukaan kontrol yang dapat disesuaikan

- Beberapa efek model "pedalboard"

- Arpeggiator, interval otomatis, dan dukungan penyetelan alternatif gaya gitar

- Mendukung Audio Inter-App, Audiobus dan Air Turn.

"GeoShred adalah alat musik baru saya untuk riffing ekstrem. Ini menawarkan alat musik yang menarik dan ekspresif dengan mind-altering, kontrol tanpa batas atas permukaan dan efek permainan. GeoShred mengubah iPad saya menjadi alat untuk membuat musik,” kata Jordan Rudess.

Baca juga: JORDAN RUDESS 'DREAM THEATER' NYARIS TERLIBAT PRODUKSI “THE WALL” MILIK PINK FLOYD

Melalui aplikasi buatannya itu pula, Jordan Rudess berusaha untuk membuat orang-orang atau pecinta musik di dunia bisa tetap terhibur selama masa pandemi COVID-19 melanda satu tahun ke belakang. Pada April 2020, Jordan Rudess sempat membuat GeoShred Play bisa diunduh secara gratis di iOS.

Hal ini dilakukan Jordan Rudess dengan dasar bahwa musik bisa menjadi penyembuhan dan menghibur bagi masyarakat. Oleh karena itu, sang punggawa Dream Theater itu menyerukan untuk tetap aman dan bersenang-senang dengan GeoShred yang dibuat gratis.

“Saat kita bersatu di seluruh dunia untuk memerangi pandemi ini bersama-sama, semakin penting untuk menjaga jarak sosial dan tinggal di rumah,” kata Wizdom Music. "Tim dengan GeoShred ingin memainkan peran kami dalam menjaga semangat kalian dan kreativitas kalian tetap mengalir, melalui masa ketidakpastian ini."

Karena versi ini adalah GeoShred versi Play, para pengguna dibatasi untuk hal preset. Namun, para pengguna bisa meningkatkan aplikasi ini ke versi pro yang menawarkan fitur seperti pengeditan dan dukungan plugin AUv3 dengan harga 14,99 USD atau sekitar Rp216 ribu.

Jordan Rudess yang Melek Teknologi

Keputusan Jordan Rudess untuk membuat perusahaan perangkat lunak bernama Wizdom Music yang fokus pada pembuatan aplikasi musik, bukan tanpa alasan. Sosok yang bergabung dengan Dream Theater pada 1999 itu memang dikenal sebagai sosok yang melek teknologi.

Ketika banyak pemain keyboard di band yang beraliran rock progresif dan metal cenderung membawa banyak keyboard ke atas panggung, Jordan Rudess hanya membawa satu keyboard dengan mengambil sampel suara dari keyboard lain yang dimilikinya dan memetakannya ke satu keyboard.

Setiap "pengaturan" memberikan suara yang berbeda ke berbagai lapisan dan rentang kunci dari pengontrol keyboard; pengaturan ini kemudian diatur dalam urutan yang akan dibutuhkan untuk pertunjukan, dan diputar dengan footswitch.

Jordan Rudess dan Dream Theater

Awal kisah bergabungnya Jordan Rudess dengan Dream Theater diawali ketika Mike Portnoy (mantan drummer Dream Theater) diminta untuk membuat sebuah supergroup. Jordan Rudess lantas dipilih untuk mengisi posisi keyboard. Band ini juga diisi oleh Tony Levin dan pentolan Dream Theater, John Petrucci.

Kerja sama yang bagus dengan Jordan Rudess membuat John Petrucci dan Portnoy meminta Rudess bergabung dengan Dream Theater. Ketika Jordan Rudess menerimanya, Dream Theater melepaskan kibordis Derek Sherinian untuk memberi jalan kepada Jordan Rudess.

Jordan Rudess sudah menjadi pemain keyboard Dream Theater sejak rekaman album kelima mereka, Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory, pada 1999. Jordan Rudess tercatat melakukan 9 rekaman album studio berikutnya dengan Dream Theater yaitu Six Degrees of Inner Turbulence 2002, Train of Thought 2003, Octavarium 2005, Systematic Chaos 2007, Black Clouds & Silver Linings 2009, A Dramatic Turn of Events 2011.

Kemudian album Dream Theater 2013, The Astonishing 2016, lalu album Distance over Time 2019. Selain itu, Jordan Rudess telah tampil di album live Dream Theater seperti Live Scenes From New York, Live at Budokan, Score, Chaos in Motion, Live di Luna Park, Breaking the Fourth Wall, dan teraktual Distant Memories- Live in London.

0 COMMENTS