Jorja Smith Hadirkan Amalgamasi Elemen Musik di Single Barunya

Jorja Smith Hadirkan Amalgamasi Elemen Musik di Single Barunya

  • By:
  • Rabu, 7 April 2021
  • 26 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sejak pertama kali muncul ke permukaan industri musik, Jorja Smith dikenal sebagai salah satu musisi pop pendatang baru yang menawarkan pendekatan musik berbeda. Pendekatan musik tersebut lahir dari latar belakang budaya yang dimiliki Jorja Smith saat masih kecil melalui paparan budaya Jamaika dari sang ayah dan budaya Inggris yang kental datang dari sang ibu. Dengan dua latar belakang yang berbeda tentu saja eksplorasi musik yang dilakukan oleh Jorja Smith dapat menghadirkan kesan yang lebih beragam. Hal tersebut juga kembali ditunjukkan oleh Jorja Smith melalui single terbarunya berjudul Addicted

Untuk karya terbarunya yang berjudul Addicted ini, Jorja Smith menghadirkan perpaduan R&B sebagai basis genre yang dipilihnya dengan sentuhan musik jazz yang menghadirkan dinamika berbeda. Dalam menggabungkan keduanya, Jorja Smith juga sedikit menyisipkan unsur ballad dengan nuansa yang sedikit kelam dan terdengar personal. Elemen jazz memang bukan jadi hal baru yang dilakukan Jorja Smith dalam menggarap single Addicted. Sebelumnya di tahun 2020, Jorja Smith sempat melakukan kolaborasi bersama Blue Note. Blue Note merupakan sebuah label rekaman jazz yang diakui dunia. Sejak berdirinya Blue Note di tahun 1939, label rekaman tersebut selalu berhasil melahirkan album-album dan rilisan jazz berkualitas. Untuk kolaborasinya bersama Blue Note di tahun 2020, Jorja Smith menggubah lagu yang sempat Blue Note rilis berjudul Rouse Rouge untuk album berjudul Blue Note Re:Imagined.

Kembali ke single Addicted yang rilis di tahun 2021, Jorja Smith juga melengkapi aransemen lagunya dengan penulisan lirik yang kuat untuk mengaksentuasi karakter vokal yang dimilikinya. Bercerita tentang seseorang yang ingin selalu mendapatkan perhatian, pemilihan diksi yang dilakukan oleh Jorja Smith berpadu apik dengan ritme musik yang dibangun. Menurut beberapa pihak, lagu terbaru dari Jorja Smith ini terdengar sangat berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang dikenal lebih upbeat dengan semangat akan perayaan. Menanggapi hal tersebut, Jorja Smith hanya membalas komentar tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya hanya ingin melakukan apa yang disukai. Komentar tersebut keluar karena Jorja Smith merasa bahwa karya yang dirinya buat merupakan sebuah refleksi personal yang ada di dalam lubuk hatinya. Menurutnya, dirinya akan terus berkarya selama hal tersebut sesuai atau relevan dengan apa yang dirasakannya. 

Selain elemen musik yang berisi, single Addicted dari Jorja Smith ini juga diperkuat dengan konsep visualnya. Dalam menghadirkan konsep visual yang selaras, Jorja Smith mengajak Savannah Leaf sebagai sutradara video klipnya. Lockdown atau situasi di dalam isolasi jadi konsep utama yang dihadirkan oleh Jorja Smith melalui video klipnya tersebut. Hadirnya konsep lockdown menampilkan emosi yang datang dari rasa frustasi demi menyempurnakan cerita yang tersaji lewat lirik dari lagu Addicted ini. 

Teknik pengambilan gambarnya juga cukup unik. Savannah Leaf sebagai sutradara menyebut teknik tersebut dengan nama “one long video call”. Dalam video klipnya memang memperlihatkan Jorja Smith yang seakan-akan bergaya di depan sebuah kamera video call. Selain itu, efek pixelated dan delay yang ada di dalam videonya juga membantu menghadirkan kesan realistis bahwa video klip ini direkam menggunakan kamera depan dari sebuah smartphone atau webcam

Jorja Smith mengakui bahwa dirinya mengalami sedikit perubahan pandangan dan pendekatan pada saat berkarya. Jika dibandingkan dengan album perdananya, Lost & Found di tahun 2018. Menurut sang musisi, karya-karya di dalam Lost & Found hampir seluruhnya ditulis saat dirinya masih remaja. Sekarang berusia 23 tahun, Jorja Smith merasa bahwa dirinya mengalami pendewasaan secara mental yang memengaruhi dirinya dalam menulis lagu. Meskipun berbeda, Jorja Smith memastikan bahwa karyanya akan tetap merepresentasikan dirinya sendiri.

Jorja Smith mengawali kariernya sebagai musisi profesional sejak tahun 2015. Kala itu, Maverick Sabre, seorang produser dan musisi, menemukan talenta di dalam diri Jorja Smith dan langsung mengajaknya bekerja sama. Produksi musik pertama yang dijalani oleh Jorja Smith dan Maverick Sabre berhasil melahirkan single berjudul Blue Lights di tahun 2016. Pondasi lagu tersebut diakui oleh Jorja Smith merupakan sample lagu milik Dizzie Rascal berjudul Sirens. Single perdana Jorja Smith dirilis secara gratis dan independen melalui akun Soundcloud pribadinya. Secara mengejutkan, single perdananya tersebut berhasil mencapai 400.000 plays dalam kurun waktu satu bulan. Mendapatkan atensi yang begitu besar dalam waktu singkat, menghadirkan semangat di dalam diri Jorja Smith untuk terus berkarya.

Di bulan Mei tahun 2016, Jorja Smith kembali dengan merilis single keduanya yang berjudul Where Did I Go. Lagu tersebut juga cukup populer di kalangan skena R&B. Bahkan Drake sendiri sempat mengumumkan bahwa lagu tersebut merupakan salah satu lagu favoritnya sepanjang masa dalam sebuah wawancara untuk majalah entertainment internasional. Mendapat pengakuan di ranah mainstream, akhirnya Jorja Smith pun mendapatkan kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan Guy Moot, salah satu sosok penting di dunia publishing yang kala itu terafiliasi dengan Sony/ATV. Bersama Guy Moot, Jorja Smith pun akhirnya berhasil merilis mini album perdananya berjudul Project 11. Mini album berisi 4 buah track tersebut ternyata berhasil membuat nama Jorja Smith dikenal sebagai salah satu musisi muda terbaik untuk ajang Sound of 2017, sebuah inisiasi tahunan dari BBC Music. Tahun semakin bergulir dan Jorja Smith pun terus mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi berkualitas yang sudah lebih dulu matang di ranah mainstream. Di tahun 2018, Jorja Smith mendapatkan kesempatan untuk beradu talenta dengan Kali Uchis untuk salah satu lagunya yang berjudul Tyrant.

0 COMMENTS