Julien Baker Cover Everything in Its Right Place Milik Radiohead dan Rilis Lagu Baru

Julien Baker Cover Everything in Its Right Place Radiohead

  • By:
  • Kamis, 18 March 2021
  • 270 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tahun 2021 menjadi tahun yang cukup produktif bagi penyanyi wanita asal Amerika Serikat, Julien Baker. Sosok dengan nama asli Julien Rose Baker itu mengcover sebuah lagu dari band veteran Radiohead berjudul Everything in Its Right Place.

Adapun, lagu Everything in Its Right Place merupakan salah satu hits Radiohead yang berasal dari album keempat mereka bertajuk Kid A (rilis tahun 2000). Tembang ini merupakan nomor pembuka yang terinspirasi dari situasi stress Thom Yorke saat mempromosikan album Radiohead OK Computer pada 1997.

Dua dekade kemudian, Julien Baker menghadirkan versi cover dari lagu ini di acara XMU Live Session. Baker menambahkan vokal yang lebih lembut dan lebih artikulatif. Meski begitu, Julien Baker masih tetap memasukkan unsur creep synthesizer dan vocal tracking saat membawakannya.

Secara umum, Julien Baker tidak menyimpang terlalu jauh dari rekaman asli Radiohead. Namun, suara khas Julien Baker dan vokal yang unik membantu memberikan nuansa baru pada lagu yang berusia 20 tahun tersebut.

Sebelum membawakan lagu milik Radiohead, Julien Baker sebetulnya baru saja merilis album baru bertajuk Little Oblivions pada 26 Februari 2021. Nah, dalam momentum membawakan lagu Radiohead itu, Julien Baker sekaligus memperkenalkan salah satu nomor di album terbarunya berjudul Heatwave.

"Mungkin ini topik yang basi atau terlalu mainstream, tetapi Heatwave sebenarnya hanya tentang dihadapkan pada berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk mengkhawatirkan hal-hal sepele. Saya terjebak dalam kemacetan karena sebuah mobil terbakar dan itu membuat saya merasa sangat bodoh karena mengkhawatirkan hal-hal yang saya khawatirkan sebelumnya pada hari itu," jelas Julien Baker tentang lagu barunya itu dilansir Pitchfork.

"Itu adalah hal yang sangat pedih, sebuah peristiwa yang mengkomunikasikan banyak hal kompleks dalam satu gambar. Jadi saya menulis lagu tentang itu," lanjutnya.

Baca juga: Radiohead Lelang Topi Bowler sang Vokalis untuk Kegiatan Amal

"Mengetahui bahwa saya bukan orang pertama yang menyaksikan kekejaman dan mempertimbangkan kematian saya sendiri atau kerapuhan hidup karena itu, tapi itu benar-benar pengalaman saya. Secara teoritis pelajaran atau simbolisme yang harus ditafsirkan di sana adalah bahwa hidup itu berharga dan tidak sepadan dengan memberikan waktu dan tenaga untuk pikiran negatif, tetapi Tuhan, bagaimana mungkin Anda menjadi orang yang hidup di bumi saat ini dan tidak memiliki pikiran negatif?," ujar Julien Baker.

“Jelas kurang romantis untuk mengatakan bahwa pertimbangan kerapuhan hidup membuat saya merasa lega atas ketidakkonsistenan saya sendiri, tetapi itu benar; sungguh menghibur untuk memikirkan peran sangat kecil yang dimainkan semua orang dalam drama manusia, untuk menyadari bahwa kita memiliki lebih banyak pilihan tentang apa yang kita berikan kekuasaan atas diri kita daripada yang mungkin kita pikirkan," pungkasnya.

Little Oblivions sendiri merupakan album studio ketiga milik Julien Baker. Sebelumnya, musisi berusia 25 tahun tersebut sudah merilis album debutnya berjudul Sprained Ankle pada 2015 yang disusul album kedua bertajuk Turn Out the Lights pada 2017.

Selain karya-karya originalnya, Julien Baker nyatanya memang piawai dalam membawakan ulang atau mengcover lagu-lagu dari musisi lain. Hal itu dibuktikan ketika Julien Baker mengcover lagu milik Soundgarden, Fell On Black Days.

Julien Baker berkisah bahwa dirinya terpesona oleh lagu tersebut saat melihat kembali katalog musik dari Soundgarden. Hal itu membuat dirinya memutuskan untuk membuat cover lagu tersebut di rumah (home session).

Baker mengatakan kepada radio KEPX Seattle bahwa dia adalah penggemar berat Audioslave - salah satu band vokalis Chris Cornell bersama Soundgarden - saat tumbuh dewasa dan baru-baru ini berkenalan kembali dengan materi Soundgarden.

“Saya adalah penggemar berat Audioslave - Saya adalah penggemar berat semua hal Chris Cornell, dalam semua iterasinya - tetapi saya sangat mendukung Audioslave, dan saya pikir itu karena mereka memiliki lebih banyak visceral memori bagi saya, karena itu, seperti, terjadi ketika saya tumbuh dewasa,” katanya kepada KEPX Radio.

“Dan kemudian saya baru-baru ini melakukan penyelaman kembali ke Soundgarden, dan saya mendengar lagu ini, dan itu menarik perhatian saya. Saya pikir ada begitu banyak potongan rekaman Soundgarden yang setiap lagunya sangat bagus dan rumit. Ada lebih banyak lagi di bawah ikon 'seminal grunge band',” jelas Julien Baker.

“Tulisan [Cornell] selalu menjadi hal yang sangat menghantui saya, tetapi juga, seperti, itu adalah sesuatu yang sangat saya rasakan. Tapi itu lagu yang indah," ungkapnya.

Selama berkarier musik secara profesional, Julien Baker sudah banyak berkolaborasi dengan banyak musisi ternama. Terlebih ketika album pertama dan keduanya menarik atensi besar dari para pemerhati musik dan juga publik.

Beberapa musisi yang masuk katalog kolaborasi dengan Julien Baker antara lain Death Cab for Cutie, Conor Oberst, Paramore juga Hayley Williams, The National, The Decemberists, Belle & Sebastian, Frightened Rabbit, The Front Bottoms, Touche Amore, dan Manchester Orchestra.

0 COMMENTS