justice

Justice, Saat Energi Elektronik dan Rock Bertemu

  • By: NND
  • Jumat, 27 December 2019
  • 471 Views
  • 10 Likes
  • 9 Shares

Sebut saja asupan vintage funk, keriaan disco, pondasi kokoh house; yang kemudian disejajarkan dengan gelegar prog rock, metal, new wave dan indie yang nyeleneh. Semuanya ada di Justice, duo elektronika/electroclash asal Paris, Perancis.

Serasi dengan pandangan umum seorang Parisian, duo Gaspard Augé dan Xavier de Rosnay hadir dan memberkati blantika musik dunia dengan suara-suara stylish, sembrono, seksi, serta berani.

Contoh saja single kenamaan tahun 2007 mereka, "D.A.N.C.E." dari album † (Cross) yang berhasil masuk nominasi Grammy.  Di dekade 2000, Justice semakin leluasa; sewaktu mendarat di album keluaran tahun 2011, Audio Video, Disco, duo ini hadir dengan permainan riff "lepas dari kandang."

Melacak sejarahnya, Gaspard dan Xavier mulai bermusik bersama semenjak awal 2000-an. Karya mereka pertama kali mendarat dalam kompilasi tahun 2003 bertajuk Hits Up to You! besutan Eurovision.

Di tahun yang sama, Justice juga menggarap  remix "Never Be Alone" dari Simian dalam rangka mengikuti kontes radio kampus lokal. Label Ed Banger mendengar apa yang mereka lakukan, dan menggaet Justice.

Single remix tersebut berhasil dirilis, inilah yan akhirnya mampu mengamankan popularitas Justice di Inggris Jerman, dan Perancis. Tahun 2005, Gaspard dan Xavier meluncurkan debut single orisinal mereka--sebuah trek bertajuk "Water of Nazareth."

Di medio inilah mereka mulai membentuk profil Justice sebagai duo remixers yang handal; menggarap ulang hits Britney Spears, Fatboy Slim, Daft Punk, Franz Ferdinand, dan lainnya.

Batu loncatan paling besar bagi Justice baru tiba di tahun 2007, saat mereka merilis lagu "D.A.N.C.E." yang sangat catchy. Dikemas dengan video yang ikonik, single itu mampu melambungkan nama Justice menjadi sensasi dunia musik.

Ketika album penuh mereka dirilis, berhasil memukau publik dan kritik dengan keunikannya. Penerapan sampling yang penuh ragam, berpadu referensi far-out yang mampu dikemas manis menjadi cetak birunya.

Alhasil? Album itu dijaring ke dalam daftar nominasi Grammy kategori Album Elektronik Terbaik. Cross menjadi salah satu album paling "progresif" pada masanya. Justice melanjutkan diskografi penuh ragam mereka dengan sebuah album live dan concert film bertajuk A Cross the Universe setahun setelah album rilis.

Lahir pula remix ikonik mereka dari trek "Electric Feel" milik MGMT yang memenangkan Grammy untuk nominasi Remix Elektronik Terbaik tahun 2008. Lagu-lagu U2 dan Lenny Kravitz juga jadi bidikan mereka, mengisi keutuhan tahun 2009 bagi duo  yang resmi dibentuk di tahun 2003 itu.

Album kedua mereka resmi menandakan kembali Justice dalam radar musik dunia. Audio, Video, Disco rilis di tahun 2011 dengan suara yang jauh lebih rock ketimbang apa yang sudah pernah mereka kerjakan sebelumnya.

Gitar naik pangkat, dan gelombang-gelombang new-wave sentuhan yang dominan. Mendukung album itu, Justice angkat koper dan menggarap tur secara ketat. Dari sana, lahirlah album live kedua mereka, Access All Arenas, di tahun 2013.

Fast-forward tiga tahun kemudian, Justice melepas dua single untuk merebus antusiasme album nomor tiga mereka: "Safe and Sound" di bulan Juli, dan "Randy" di bulan September.

Album tersebut, bertajuk Woman, resmi rilis di bulan November 2016. Baik Gaspard dan Xavier menjelaskan bahwa album itu merupakan rilisan paling "happy" mereka.

Penggarapan album tersebut melibatkan London Contemporary Orchestra dan vokalis Morgan Phalen, Romuald, dan Johhny Blake dari Zoot Woman.

Justice yang mempersiapkan aransemen live untuk tur album ketiga mereka, kemudian menyadari dinamika yang hebat dari pembawaannya bersama para kontributor. Keduanya menyukai versi tersebut hingga merekamnya ulang di studio.

Hasilnya adalah Woman Worldwide, materi sesi studio yang dirilis oleh Ed Banger dan Because Music pada Agustus 2018. Album itu berhasil memenangkan Grammy di tahun 2019 sebagai Album Elektronik Terbaik.

Itulah sejarah singkat Justice, duo yang mampu memadu dua musik yang cukup kontras, dan menghadirkan musik-musik apik melaluinya. Jika masih punya teman purist rock atau metal yang membenci elektronik, coba saja jejali Justice; siapa tahu ia bisa berubah pendapat?

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
29 views
superbuzz
39 views
superbuzz
46 views
superbuzz
38 views
superbuzz
44 views
superbuzz
34 views