IGGY POP: Kaleidoskop Jejak Karya Sang Ikon di Tahun 2016

  • By: JP
  • Selasa, 6 December 2016
  • 3533 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Iggy Pop lekat dengan band The Stooges, dan begitu sebaliknya. Namun seiring berjalannya waktu sosok Iggy Pop masih menggebrak ranah musik punk rock, walau sudah lama bergerak mandiri dari ikatan The Stooges. Dirinya mengakui sudah menutup babak bersama band yang ia prakasai tersebut dan terus move-on. Di usianya yang ke-69, pria bernama James Newell Osterberg, Jr. tahun ini menelurkan beberapa karya yang semakin mengukuhkan dirinya di mata para fans.

Tahun ini Pop baru saja merilis album baru Post Pop Depression pada bulan Maret lalu. Album yang diproduseri Josh Homme dari Queens of the Stone Age di bawah label Loma Vista ini juga melepas album live dan film konser – Pop Post Depression Live at the Royal Alber Hall. Dengan komposisi Pop di vokal, Josh Homme pada vokal dan gitar, Dean Fertita pada gitar/bass/synthesizer serta Matt Helders dari Arctic Monkeys pada drum, album ke-tujuh belas Pop ini sontak digadang-gadang sebagai salah satu album terbaik tahun ini. Tanpa harus menggeliat liar, pesona Pop terdengar matang dan bijak, namun tetap nakal lewat vokalnya yang semakin berat dan berwibawa. Dengan memegang cap genre art rock, kita bisa mendengarkan evolusi signifikan dari materi musik yang Pop bawakan di sepanjang perjalanan karirnya lewat single "Gardenia" dan "Summer".

Tak berhenti di situ, kehidupan liar dan kinetik Pop dan The Stooges juga diabadikan lewat film dokumenter Gimme Danger yang rilis pada bulan Oktober lalu disutradarai Jim Jarmusch. Sebagai potret untuk salah satu band punk rock terbesar dunia, film Jarmusch mendapatkan sambutan meriah dari para fans dan penikmat film dokumenter. Dibuka dengan keterpurukan mereka sejak kegagalan finansial konser untuk album Raw Power di tahun 1973, film ini lepas dari narasi kebangkitan-jatuhnya seorang bintang dan lebih terfokus pada masa jaya mereka.

Namun bintang penutup yang paling ditunggu ada di buku Total Chaos: The Story of the Stooges, yang terbit 1 November lalu di bawah penerbit Third Man Book. Untuk produksi buku kali ini, dirinya berkolaborasi dengan sahabat sekaligus bekas eksekutif rekaman yang beralih menjadi kolektor memorabilia rock – Jeff Gold. Didaulat sebagai bacaan wajib para fans dan siapa pun yang penasaran dengan perjalanan karir Pop di era 60’an langsung dari pengakuan si pelaku. Proses terciptanya buku ini juga tergolong unik, mengingat sudah ada lusinan buku mengenai dirinya sehingga mungkin tidak banyak lagi kisah yang bisa dikulik. Awalnya Gold dan rekanannya, Johan Kugelberg, mengunjungi rumah Iggy di Florida untuk memberikan quotes atau nukilan dari beberapa foto yang diambil pada era tersebut. Namun melebihi harapan Gold sebelumnya, sesi interview yang direncanakan hanya memakan 8 jam berlanjut hingga dua hari. Ini semua dikarenakan kisah yang Pop ceritakan mengalir deras dari setiap foto yang Gold tunjukkan. Singkat cerita, inilah kisah perjalanan karir Iggy Pop dengan The Stooges yang paling blak-blakan, karena meluncur langsung dari mulut sang ikon.

Mungkin tahun 2016 bisa dianggap sebagai tahun yang berat bagi para fans musik, karena tidak satu atau dua, dunia ditinggalkan figur ikonik David Bowie, Leonard Cohen dan Prince. Jika kita berburuk sangka, hati para fans menjadi khawatir melihat gelagat totalitas Pop menjelang tutup tahun 2016. Masih rajin tampil telanjang dada, dengan otot yang digantikan dengan kulit keriput yang menggantung, dirinya masih sering tampil di berbagai panggung rock dunia bersama band di belakang album Pop Post Depression dan band lain yang mendukungnya. Selain itu, dirinya juga akan berkolaborasi dengan produser/musisi Danger Mouse untuk menciptakan track berjudul “Gold”. Track yang menjadi soundtrack untuk film dengan latar tambang emas fiksi di Indonesia yang dibintangi Matthew McConaughey berjudul sama.

 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
811 views
superbuzz
834 views
superbuzz
818 views
superbuzz
2309 views
superbuzz
2368 views