Kasabian: Hanya Kami dan Arctic Monkeys yang Tersisa dari Generasi Rock Inggris 2000-an

  • By: GP
  • Kamis, 26 October 2017
  • 3040 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pada medio 2000-an, muncul gelombang band-band rock bengal dari tanah Britania Raya. Dari The Libertines, Franz Ferdinand, Kaiser Chiefs hingga Arctic Monkeys, mengiringi arus rock dari belahan Amerika Serikat, tepatnya New York, seperti The Strokes, Yeah Yeah Yeahs, dan Interpol. Tak banyak nama-nama dari Britania Raya yang bertahan hingga kini, salah satunya yang bertahan adalah Kasabian.

[bacajuga]

Kepada NME, Frontman Kasabian, Tom Meighan menyatakan bahwa tak banyak kompatriotnya dari era 2000-an yang bertahan hingga kini. Hanya Arctic Monkeys yang menurutnya masih berjaya. Kasabian juga baru saja merilis album keenamnya, For Crying Out Loud, pada Mei lalu.

“Hanya ada kami dan Arctic Monkeys yang masih bertahan di level ini. Mereka hebat. Kaiser Chiefs juga, mungkin. Dulu saat kami muncul di tahun 2004, ada Franz Ferdinand, Razorlight, Kings Of Leon, The Holloways, The Paddingtons, The Maccabees, Libertines baru saja bubar saat itu,” ucap sang vokalis itu.

“Saat itu adalah masa-masa yang indah. Kami berusia 22 tahun dan terdapat banyak sekali musik bagus. Band-band masih banyak, majalah rock bejibun, indie dan rock n’ roll masih keren. Kami tetap bertahan,” sambungnya.

“Di mana rock n’ roll saat ini? Sudah lenyap, kan? Kurasa sekarang semua sudah membaur. Apa yang menguasai dunia saat ini? Jawabannya adalah r&b, pop, solois. Adele, dia mengagumkan.. Ed Sheeran. Tidak ada band lagi,” pungkas Meighan.

Gitaris Serge Pizzorno juga menambahkan, “Menariknya, ada tiga band ini (Kasabian, The Libertines, dan Arctic Monkeys), yang terbaik, masuk akal kan? Kami punya lagu-lagu dan karakter yang kuat serta terdefinisikan. Suka atau tinggalkan, kamu akan tertarik dengan kemana mereka menuju dan apa yang mereka akan lakukan.”

0 COMMENTS