Kasus COVID-19 di Australia Menurun, Tame Impala Gelar Konser

Kasus COVID-19 di Australia Menurun, Tame Impala Gelar Konser

  • By:
  • Rabu, 24 March 2021
  • 73 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Geliat pertunjukan musik mulai terlihat kembali di Australia, hal ini ditandai oleh musisi asal Negeri Kangguru, Tame Impala, yang tampil dalam konser musik. Nama panggung dari musisi bernama asli Kevin Parker itu tampil di Perth, Australia.

Penampilan Tame Impala di kampung halamannya itu dilakukan pada Jumat (5/3/2021) ketika Australia mulai kembali hidup normal pasca-wabah virus corona. Penampilan Tame Impala berada di venue Metro City, Perth, di hadapan kerumunan orang yang tidak mengenakan masker.

Tame Impala kembali melakukan pertunjukan di tempat dan kondisi penonton yang sama sehari setelahnya atau pada Sabtu (6/3). Namun, Tame Impala harus memutar otak karena beberapa personel bandnya itu tidak bisa hadir karena berada di luar negeri.

Nah, karena Australia masih melakukan pembatasan perjalanan dari luar negeri, dua personel Tame Impala tak bisa datang. Oleh karena itu, Tame Impala tampil bersama Jay Watson dan Dominic Simper di bawah moniker Tame Impala Sound System.

Dengan kondisi ini, Tame Impala mengubah pertunjukan band live tradisionalnya dengan sebuah pertunjukan musik berorientasi DJ. Meski begitu, dengan moniker ini, Tame Impala sudah pernah tampil di beberapa acara sebelumnya.

Ya, Tame Impala Sound System sebelumnya ditampilkan di Tiny Desk (Home) Concert untuk NPR (Radio Australia) pada tahun lalu, serta sesi pertunjukan untuk Annie Mac dari Radio BBC.

Keputusan Australia untuk mengizinkan kembali diadakannya pertunjukan musik bukan tanpa alasan. Sejak Januari 2021, rata-rata kasus positif mingguan mereka telah turun dengan drastis, sama seperti negara tetangga mereka, Selandia Baru.

Selandia Baru menjadi negara pertama di dunia yang mengadakan acara musik langsung dengan skala besar yang legal dan aman setelah pandemi. Pada Januari, 20.000 orang menghadiri konser band rock Kiwi Six60 di Waitangi, Selandia Baru.

Baca juga: Tame Impala Rayakan 10 Tahun Album Debut Rilis Box Set Spesial

Tentang Tame Impala

Tame Impala adalah sebuah nama panggung atau proyek musik yang diusung oleh Kevin Parker. Seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser musik asal Australia. Cikal bakal lahirnya Tame Impala dimulai sejak 2007 saat Parker mulai bermain untuk beberapa band dan aliran musik.

Di luar itu, Parker membuat proyek musik sendiri bernama Tame Impala dengan melakukan rekaman di rumah sendiri dan mengunggah karyanya di Myspace. Karya-karya itu langsung menarik perhatian sejumlah label rekaman hingga akhirnya Tame Impala bergabung dengan Modular Recording pada Juli 2008.

Bergabungnya Tame Impala dengan label rekaman disusul rilisnya mini album bertajuk Tame Impala (self-titled EP) pada September 2008. Mini album ini mendapat sambutan positif dengan memuncaki Australian Independent Record Labels (AIR) Chart dan posisi ke-10 di ARIA Physical Singles Chart.

Karier Tame Impala semakin melesat usai pertama kalinya merilis single berjudul Sundown Syndrome pada 2009. Lagu tersebut digunakan sebagai soundtrack dari film yang masuk nominasi Oscar, The Kids Are All Right, serta menjadi lagu penutup dari episode sebuah serial di HBO berjudul Half Full Glass of Wine.

Lantas, single itu menuntun Tame Impala melahirkan album studio pertamanya Innerspeaker pada 21 Mei 2010. Lewat album ini, Tame Impala terbilang sukses dengan masuk empat kategori nominasi di ARIA Music Awards 2010 yaitu "Album of the Year", "Best Rock Album" untuk Innerspeaker, "Best Group" dan "Breakthrough Artist".

Tak butuh waktu lama untuk Kevin Parker melahirkan karya baru buat Tame Impala. Pada 2012 Tame Impala merilis album kedua dengan tajuk Lonerism yang kebanyakan materi album ini dikerjakan di rumah Parker di Perth, Australia.

Album ini kembali menuai sukses dengan memenangi penghargaan J Award 2012 sebagai kategori Album Terbaik Tahun Ini. Ini mengulang sukses Tame Impala pada album debutnya yang juga memenangi penghargaan serupa. Bahkan, pada 2013 album Lonerism masuk ke dalam nominasi Grammy Award sebagai Best Alternative Music Album.

Tiga tahun selepas merilis album Lonerism, Tame Impala kembali hadir dengan karya baru pada 2015 melalui album studio ketiga bertajuk Currents. Namun, butuh lima tahun bagi Tame Impala untuk melahirkan karya baru selepas lahirnya album ketiga tersebut.

Tepat pada 14 Februari 2020, Tame Impala merilis album studio keempat bertajuk The Slow Rush. Sebenarnya, kemunculan album ini sudah ditandai sejak 2019 ketika Tame Impala melepas dua single baru saat itu berjudul Patience dan Borderline.

Seperti album-album Tame Impala sebelumnya, The Slow Rush juga meraih sukses besar di ajang penghargaan musik. Di ARIA Music Awards 2020, album ini memenangi lima kategori untuk ARIA Award for Album of the Year, Best Group, Best Rock Album, Engineer of the Year and Producer of the Year.

Adapun, kesibukan lain Tame Impala pada 2020 lalu yaitu merayakan satu dekade album debutnya bertajuk Innerspeaker. untuk merayakannya, Tame Impala membuat sebuah box set spesial.

Box set itu menghadirkan beberapa versi baru dari lagu-lagu di dalam album Innerspeaker seperti Alter Ego, Runwat, House City, serta instrumental, demo, rekaman side-long yang belum pernah dirilis sebelumnya berjudul Wave House Live Jam.

Rilisan ini juga nantinya akan menampilkan kolase sketsa album, booklet mewah 40 halaman karya seni 'Innerspeaker', dan serangkaian instrumental. Jauh-jauh hari sebelum mengumumkan bakal merilis box set, Tame Impala sudah lebih dulu memberi kode akan memberikan karya spesial untuk perayaan satu dekade album pertamanya.

Dalam unggahan di Instagram resminya Mei lalu, Tame Impala mengunggah cover dari album Innerspeaker. Dia merasa emosional ketika mengingat bahwa perjalanannya selama 10 tahun terakhir selepas album debutnya lahir bisa membawanya jauh hingga posisi saat ini.

0 COMMENTS