aul persneling

Aul Persneling Suarakan Kegelisahan Lewat Balada Folk/Country

  • By: NND
  • Kamis, 27 February 2020
  • 422 Views
  • 1 Likes
  • 3 Shares

Lahir dan besar di Jakarta, Aul adalah seorang musisi yang masa kecilnya dipenuhi musik-musik country/folk dari orang tuanya. Sewaktu SD, ia mulai mengenal musik rock, yang kemudian membuatnya membentuk band grunge, blues, alt-rock di tahun 2014/15. Namun, perjalanan musik Aul meluas di tahun 2015, ia mulai mendalami jazz dengan bermain alto/tenor Saxophone, hingga sempat menapak panggung festival jazz lokal di tahun 2015 dan 2016.

Sekarang, ia dikenal dengan Aul Persneling--proyek solo yang ia jalani semenjak tahun 2018, yang lahirnya ditandai degan single bertjuk "When I Let You Go", serta EP My Favourite Midnight Fantasies. Melaluinya, ia melebur musik folk/country yang ia kena sejak kecil, dengan pendekatan yang lebih easy-listening.

Di tahun 2019 kemarin Aul Persneling berhasil melepas debut albumnya, Bathroom Opera. Ia merupakan sebuah album yang mencoba menampilkan perubahan-perubahan segar dalam tatanan aransemennya, meski masih masuk dalam ciri khas blues/folk/country yang dari awal dipeluk.

Adapula karya-karya Aul Persneling yang bercerita tentang kehidupannya; segala pengalaman senang dan yang meresahkan dijadikan sumber inspirasi didapuk ke dalam dapur kreatif, membuat musiknya terasa mendalam. Meski nama Aul Persneling terkesan nyeleneh, karyanya tidak bisa disamakan.

Membuka tahun 2020 ini, adalah "Di Balik Layar"--lagu baru yang akan segera ia rilis, yang dalam penggarapannya turut melibatkan bantuan dari Bhanu Marais. "Lagu ini berangkat dari kegelisahan yang saya rasakan dari semasa SMP hingga sekarang," ujarnya, dikutip dari rilisan pers.

Nampaknya, skema inspirasi penulisan lagu masih serupa. Ia berangkat dari tempat yang sama, dari pengalaman hidup pribadinya yang secara langsung ia rasakan.

Ia menjelaskan bahwa, "Kisah di balik lagu ini bermula dari pujian atau penilaian orang lain/sekitar saya yang mengatakan bahwa hidup saya itu penuh akan kemewahan, bahwa saya memiliki fasilitas apa saja yang saya butuh, bahwa keluarga saya adalah keluarga yang bahagia/sempurna dan yang banyak harta, bahwa apa yang saya kenakan atau pakai harus ber-merk dan mahal harganya. Tidak hanya saya, akan tetapi ibu saya pun juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Realita berbicara, saya berada di keluarga yang 'cukup' bukan 'berkecukupan' atau bahkan “kaya/mewah”.
Ya, keluarga saya bisa dibilang adalah keluarga yang biasa-biasa saja bahkan sepertinya melarat adalah kata yang tepat untuk menyimpulkannya," sambungnya.

Ringkasnya, pesan yang dilantangkan dalam lagu ini adalah untuk tidak menilai seseorang hanya dari luarnya. Don't judge a book by its cover--sebuah perumpamaan yang meski bagi banyak orang dianggap klise, namun bagi Aul terkesan logis. Apa yang ada di depan layar, tidak akan pernah sama seperti apa yang ada di baliknya.

"Di Balik Layar" akan resmi dirilis melalui Ninetwelve Records pada tanggal 28 Februari 2020 mendatang. Catat tanggal rilisnya, dan pantau terus karya-karya Aul berikutnya.

UPDATE: "Di Balik Layar" telah rilis dan bisa lo dengerin di bawah ini:

0 COMMENTS