Limp Bizkit

Kejayaan Limp Bizkit 20 Tahun yang Lalu

  • By:
  • Minggu, 1 November 2020
  • 702 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Di awal tahun 2000-an, merupakan masa yang cukup mengesankan bagi perkembangan karier band nu metal asal Amerika Serikat, Limp Bizkit. Band yang didirikan oleh Fred Durst (vokal), Sam Rivers (bass, vokal latar), John Otto (drum, perkusi), DJ Lethal (turntables), and Wes Borland (gitar, vokal) ini kerap kali mendapatkan untuk tampil di berbagai macam pagelaran ajang penghargaan, baik sebagai pengisi acara, nominator, serta pemenang di kala itu.

Awal mula Limp Bizkit dibentuk hadir dari sebuah ide dari isi kepala Fred Durst yang ingin mencoba mengombinasikan dua genre musik rock dan hip hop ke dalam satu kesatuan yang harmonis. Fred durst kala itu masih berprofesi sebagai seorang seniman tato memiliki ketertarikan pada budaya hip-hop seperti break dance dan rap. Namun, tumbuh di kawasan North Carolina, Fred juga menyukai musik-musik keras sarat distorsi seperti punk rock dan heavy metal. Idenya tersebut sempat membawa Fred bermain di dalam beberapa band sebelum Limp Bizkit, seperti Split 26, Malachi Sage, dan 10 Foot Shindig. Namun ketiga band tersebut tidak menghasilkan apa yang diinginkan oleh Fred. Akhirnya Fred menghubungi Sam Rivers untuk mengajaknya membuat proyek musik baru sesuai dengan apa yang diidamkan oleh Fred. Sam kala itu mengusulkan agar sepupunya, John Otto untuk mengisi posisi sebagai pemain drum. Ketiganya sempat melakukan rutinitas jamming bersama sebelum Wes Borland masuk mengisi posisi gitaris. Merasa memiliki kecocokan dan chemistry yang baik akhirnya Fred resmi menamai band tersebut dengan nama Limp Bizkit di tahun 1994.

Nama Limp Bizkit diambil karena Fred ingin mengulik rasa penasaran orang-orang yang melihat keunikan nama mereka di poster-poster acara. Cara tersebut ternyata berhasil. Tidak lama setelah itu, Limp Bizkit pun mulai mendapatkan popularitas di skena musik underground pada akhir tahun 1990-an. Bahkan salah satu lokasi tempat mereka sering tampil, Milk Bar menyatakan bahwa Limp Bizkit seakan memiliki magnet untuk menarik perhatian banyak orang. Keberhasilannya dalam memikat perhatian penikmat musik, membuat Limp Bizkit mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai pembuka konser Korn di Hollywood. Merasa masih bisa mengembangkan musiknya, Wes Borland mengusulkan agar Limp Bizkit menambah satu orang anggota lagi untuk memainkan elemen elektronik dan turntable di dalam tubuh band tersebut. Akhirnya Limp Bizkit mengundang DJ Lethal yang pernah mengisi di dalam tubuh grup hip hop House of Pain dan formasi tersebut berhasil mendapatkan atensi yang cukup baik di panggung tersebut. Namun seusai tampil, Wes memutuskan untuk keluar dari Limp Bizkit dengan alasan perbedaan visi.

Hasil panggung yang baik tersebut menarik perhatian label rekaman Mojo, yang merupakan anak perusahaan dari MCA Records. Melihat potensi yang besar dari tawaran tersebut, Limp Bizkit pun berangkat menuju California untuk menyelesaikan proses kontraknya. Namun di perjalanan Limp Bizkit mendapatkan insiden kecelakaan fatal yang harus menunda perjalanannya tersebut. Di masa-masa pemulihan, Fred mencoba untuk membujuk kembali Wes untuk bergabung. Proses kontrak yang tertunda akibat kecelakaan dan permasalahan terhadap kontraknya,membuat kerja sama Limp Bizkit dan Mojo tidak jadi terlaksana. Akhirnya Limp Bizkit memutuskan untuk menerima tawaran kontrak rekaman bersama Flip, anak perusahaan dari Interscope Records. Kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan Flip ini juga dibantu oleh Fieldy, pemain bass dari Korn agar pihak label rekaman mau mendengarkan demo yang dari Limp Bizkit. Tertarik dengan kualitas musik yang ditawarkan oleh Limp Bizkit, akhirnya pihak Spin melanjutkan kontrak tersebut bersama Ross Robinson selaku produser memproduksi album perdana Limp Bizkit berjudul Three Dollar Bill. Seusai menyelesaikan proses rekaman dan merilis album debutnya di tahun 1997, Limp Bizkit melanjutkan kiprah mereka dengan melaksanakan tur bersama Korn dan Helmet sebagai salah satu strategi promosinya. Namun sayang, album ini mendapatkan respon yang kurang menarik di mata kritikus musik Amerika Serikat yang berdampak pada minimnya penjualan album perdana mereka. Meskipun begitu, Limp Bizkit mendapatkan bantuan dari pihak Interscope Records agar single-single mereka di album tersebut, seperti Three Dollar Bill, Yall, dan lagu cover Faith dari George Michael mendapatkan kesempatan untuk diputar di radio-radio dengan demografi musik keras, salah satunya adalah Portland, Oregon. Strategi tersebut berhasil dan akhirnya Limp Bizkit mendapatkan kesempatan untuk tampil di Ozzfest, festival musik rancangan Ozzy dan Sharon Osbourne. 

Percaya akan kualitas musik yang mereka miliki, Limp Bizkit melanjutkan proyek musik mereka dengan merekam album keduanya yang berjudul Significant Other. Melalui album ini, Limp Bizkit mencoba untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah band yang meniru Korn. Oleh karena itu Fred Durst bersama Limp Bizkit mulai melakukan eksplorasi terhadap musiknya dengan melakukan kolaborasi bersama Scott Weiland, Jonathan Davis, Aaron Lewis, dan Matt Pinfield. Terry Date selaku produser untuk album ini juga seakan mempersilakan Fred bersama DJ Lethal untuk mengeksplorasi serta mengembangkan elemen-elemen musik hip hop sebagai identitas Limp Bizkit. 

Eksplorasi yang dilakukan Limp Bizkit untuk album keduanya tersebut, berhasil membawa mereka mendapatkan kesuksesan dalam penjualan albumnya. Mendapatkan peringkat pertama dalam tangga album Billboard 200 pada tahun 1999, Significant Other dari Limp Bizkit berhasil terjual hingga 643.874 keping di minggu pertama rilisnya. Kesuksesan tersebut juga membawa Limp Bizkit untuk tampil di berbagai sampul majalah musik, salah satunya adalah Spin Magazines. 

Limp Bizkit seakan berada di atas angin dari kesuksesan komersial yang mereka dapatkan dari album keduanya. Limp Bizkit memutuskan untuk melanjutkan persiapan album ketiganya. Di tahun 2000. Album ini berjudul Chocolate Starfish and the Hot Dog Flavored Water. Di minggu perdana perilisannya, album ketiga ini berhasil terjual hingga lebih dari satu juta keping. Pencapaian pada penjualan tersebut juga membuat Limp Bizkit mendapatkan rekor sebagai musisi dengan penjualan terbanyak dalam waktu satu minggu kala itu. Rekor yang dipegang oleh Limp Bizkit tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang berhasil dipegang oleh Pearl Jam selama 7 tahun. Meskipun berhasil mendapatkan penjualan yang gemilang, ternyata album ini mendapatkan review yang beragam. Bahkan David Browne seorang jurnalis musik memberi label sebagai album terburuk di tahun 2000.

20 tahun berselang dari album ketiganya, Limp Bizkit telah mengeluarkan dua buah album di tahun 2003 berjudul Results May Vary dan Gold Cobra di tahun 2011. Selain itu, Limp Bizkit juga masih mempersiapkan album terbarunya yang berjudul Stampede of the Disco Elephants. Namun hingga saat ini belum ada kabar pasti kapan album keenam tersebut akan dirilis oleh Limp Bizkit.

0 COMMENTS