Kejutan Goo Goo Dolls di tahun 2021

Kejutan Goo Goo Dolls di tahun 2021

  • By:
  • Jumat, 11 June 2021
  • 53 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Terbentuk di tahun 1986, Goo Goo Dolls pertama kali mendapatkan popularitas yang begitu besar dalam sejarah kariernya di tahun 1998 berkat lagu Iris yang mendunia. Kini di tahun 2021, Goo Goo Dolls masih berkomitmen dalam bermusik dan menghadirkan kebahagiaan dan jadi teman setia untuk para penggemarnya. Di tahun ini, Goo Goo Dolls baru saja mengumumkan bahwa mereka akan merilis sebuah album spesial sebagai napak tilas dari perjalanan karier band asal Amerika Serikat tersebut.

Rencananya, Goo Goo Dolls akan merilis sebuah album kompilasi eksklusif pada akhir Juni mendatang. Album kompilasi terbaru dari Goo Goo Dolls ini bisa dibilang merupakan salah satu inisiasi yang mirip dengan kompilasi greatest hits. Namun, jika kompilasi greatest hits berisi lagu-lagu yang populer, untuk kompilasi terbarunya ini Goo Goo Dolls akan merilis kompilasi rarities. Rarities merupakan sebuah terminologi tentang album kompilasi yang berisi lagu-lagu rahasia atau lagu yang hanya tersebar di beberapa kalangan saja. Rarities biasanya terdiri dari demo, remix, dan lagu-lagu dengan aransemen berbeda lainnya. Untuk kumpulan lagunya sendiri, Goo Goo Dolls memilih untuk merilis lagu rarities yang pernah ditulis mereka di tahun 1995 hingga 2007. Total ada 20 lagu yang disiapkan oleh Goo Goo Dolls untuk album ini. Tidak hanya itu, Goo Goo Dolls juga akan menyematkan versi akustik dari beberapa lagu populer mereka, di antaranya adalah Iris, Slide, dan Name.

Kabar menggembirakan bagi penggemar setia Goo Goo Dolls ini pertama kali diungkapkan ketika band asal Amerika Serikat tersebut merilis sebuah lagu cover dari INXS berjudul Don’t Change. Proyek cover lagu yang dilakukan oleh Goo Goo Dolls tersebut sudah tersedia dan bisa didengarkan melalui platform musik digital kesayangan kalian, Superfriends. Menunggu rilisnya proyek album rarities terbaru dari Goo Goo Dolls, band yang digawangi oleh John Rzeznik dan Robby Takac ini diketahui tengah mempersiapkan album ke-13 mereka. Album tersebut akan jadi lanjutan dari perjalanan karier Goo Goo Dolls dan meneruskan warisan dari album mereka sebelumnya Miracle Pill di tahun 2019. 

Album rarities yang segera dirilis oleh Goo Goo Dolls ini bukanlah proyek kejutan pertama di tahun 2021. Pada bulan April, Goo Goo Dolls sempat merilis sebuah mini album secara mendadak berjudul EP 21. John Rzeznik selaku frontman merupakan produser dalam penggarapan mini album ini. Terdapat 4 buah lagu favorit dari penggemar Goo Goo Dolls di dalam mini album dadakan tersebut. 

Meskipun lebih dikenal sebagai band yang beranggotakan dua orang. Sebenarnya, Goo Goo Dolls sempat memiliki formasi yang cukup lengkap dan lazim bagi band rock dan pop. Di awal pembentukannya, Goo Goo Dolls merupakan sebuah band yang dibentuk oleh 3 orang pemuda, John Rzeznik (vokal, gitar), Robby Takac (bass, vokal), dan George Tutuska (drum). Ketiga pendiri Goo Goo Dolls ini merupakan teman sekolah yang memutuskan untuk bermusik bersama. Goo Goo Dolls pertama kali merilis album perdana mereka di tahun 1987 di bawah naungan Mercenary Records yang di tahun berikutnya, hak cipta album tersebut dibeli oleh Celluloid Records, sebuah label rekaman yang cukup besar pada masanya. Meskipun telah berhasil merilis album perdana, perjalanan karier Goo Goo Dolls tidak semulus yang dikira banyak orang. Goo Goo Dolls masih harus bermain di berbagai panggung musik underground untuk memantapkan nama mereka sebagai salah satu band rock berkualitas di kawasan Buffalo.

Berada di skena underground tidak serta merta membuat nama Goo Goo Dolls redup. Mereka pun kerap kali berhasil berbagi panggung dengan band-band papan atas dari genre punk, rock, dan metal, di antaranya adalah Gang Green, SNFU, Dag Nasty, Bad Religion, Motörhead, ALL, The Dead Milkmen, Doughboys, Big Drill Car, The Gun Club, Uniform Choice, The Dickies, dan DRI. Bersama band-band tersebut, Goo Goo Dolls juga berhasil untuk menunjukkan talenta mereka dalam bermain musik di luar kota Buffalo. Selanjutnya di tahun 1989, Goo Goo Dolls merilis album kedua mereka yang diberi judul Jed. Pamor Goo Goo Dolls sebagai musisi di Amerika Serikat sebetulnya belum banyak diketahui oleh banyak orang. Namun Goo Goo Dolls tidak gentar untuk memperkuat basis penggemar mereka di kampung halaman, Buffalo.

Album ketiga Goo Goo Dolls berjudul Hold Me Up dirilis pada 1993. Album tersebut bisa dianggap sebagai awal dari Goo Goo Dolls mendapatkan pengakuan secara masif dari media. Lambat laun nama Goo Goo Dolls mulai dikenal oleh banyak anak muda, terutama mereka yang duduk di bangku kuliah. Selain itu, berkat hubungan yang baik dengan skena musik punk, Goo Goo Dolls pun kerap kali mendapat dukungan dari skena tersebut. Demi membayar utang budi yang didapatkan dari skena punk, Goo Goo Dolls mulai melakukan eksperimen terhadap musik mereka. Di tahun 1991, Goo Goo Dolls mulai menghadirkan sentuhan musik heavy metal, pop rock, dan punk rock. Citra cadas Goo Goo Dolls bisa kalian nikmati pada lagu berjudul I’m Awake Now yang menjadi salah satu lagu pengisi untuk soundtrack film horor klasik, Freddy's Dead: The Final Nightmare

Untuk album keempatnya yang berjudul Superstar Car Wash, Goo Goo Dolls masih mempertahankan sisi cadasnya. Demi menambah suasana lebih garang, Goo Goo Dolls merekam materi album tersebut Metalworks Studios di bawah naungan Metal Blade Records dengan dana produksi yang lebih besar. Rilis di tahun 1993, album tersebut pun mulai mendapatkan atensi media yang lebih signifikan dari sebelumnya.

Image courtesy of Delmiro Junior/Shutterstock

0 COMMENTS