Pusakata

Kekaguman Pusakata Akan Alam Dituangkan ke Proyek "Sisir Kota Pesisir"

  • By: YAS
  • Senin, 13 April 2020
  • 1131 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Belum lama setelah merilis album penuh berjudul Dua Buku di tahun 2019 lalu, Mohammad Istiqamah Djamad, akrab disapa Is ketika menjabat vokalis Payung Teduh, yang kini lebih dikenal dengan moniker Pusakata, kembali melepas karya paling barunya, sebuah single bertajuk “Pejamkan Matamu”.

Is menggarap sebuah proyek yang diberi nama Sisir Kota Pesisir. Dirinya menjelaskan, “Sisir Kota Pesisir adalah momentum penyadaran diri bahwa alam sudah memberi banyak kepada kita dan sudah banyak menjaga kita, sehingga sudah sepatutnya kita juga menjaga alam sekitar. Bahkan alam juga selalu memberi tanda bila akan terjadi sesuatu, namun terkadang kita lupa membaca tanda bahkan tidak menghiraukan tanda tersebut.”

Di dalam Sisir Kota Pesisir Vol. 1 terdapat 3 buah lagu, yang salah satunya adalah “Pejamkan Matamu”, yang kini sudah tersedia di berbagai kanal digital resmi milik Pusakata.

Dalam rilis pers resmi, Pusakata mengatakan bahwa ide awal membuat Sisir Kota Pesisir pertama kali mencuat di tahun 2015, ketika dirinya berkeliling Indonesia dan dibuat kagum oleh keindahan alamnya yang terbentang luas. Terlebih lagi, daerah-daerah pesisir dengan garis pantainya, menggugah Pusakata untuk menangkap dan merangkum setiap potensi yang ada di sana dan menjahitnya ke dalam sebuah karya.

Namun, tidak hanya keindahan dan potensinya saja yang melahirkan inspirasi bagi Pusakata, berbagai problema yang ada di kawasan pesisir, salah satunya ketersediaan air bersih yang terbatas, juga menyita perhatian Pusakata. Ia tergugah untuk menyisihkan sebagian hasil penjualan lagu-lagu ciptaannya di proyek Sisir Kota Pesisir untuk membangun sarana penyediaan air bersih di kawasan pesisir, karena menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar bagi manusia.

“Lagu ini bisa diibaratkan sebuah catatan pengingat tentang hari-hari ke depan. Di mana kita diminta untuk tetap peka dan sadar pada hidup dan segala jalan ceritanya. Biar tenang hati melangkah. Biar lelap di malam-malam yang harusnya menjadi tempat bersandar, ketika lelah dalam mengarungi kehidupan,” terang Pusakata lagi.

“Pejamkan Matamu” sendiri direkam secara langsung di ketinggian Danau Tolire, Ternate, dibalut dengan lirik puitis dan musik yang  sederhana namun menghanyutkan, sebuah ciri yang mudah ditemui pada setiap karya milik Pusakata.

0 COMMENTS