Kembalinya Eighteen Visions, Sang Pionir 'Fashioncore'

  • By: GP
  • Kamis, 16 November 2017
  • 3003 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Pada pembuka hingga pertengahan dekade 2000, metalcore menjadi musik cadas andalan para anak muda. Beriringan dengan post-hardcore/emo, metalcore merajai kancah musik cadas dunia. Dampaknya pun terasa hingga sekarang.

Salah satu pemantiknya adalaah Eighteen Visions. Band asal kancah Orange County, AS itu turut memopulerkan metalic hardcore di Amerika Serikat. Formasi kejayaannya adalah James Hart (vokal), Keith Barney (gitar), Ken Floyd (gitar), Mick Morris (bass), dan Trevor Friedrich (drum).  

[bacajuga]

Musik Eighteen Visions pun berevolusi. Dari era metalcore di dua album awal, Yesterday Is Time Killed (1999) dan Until The Ink Runs Out (2000), lebih melodius di album Vanity (2002), mulai mengarah ke hard rock/heavy metal di Obsession (2004), hingga akhirnya total hard rock di self titled (2006), sebelum akhirnya memutuskan bubar pada 2007.

Satu lagi ciri khas dari James Hart dkk: fashioncore. Merekalah salah satu yang bertanggung jawab akan tren fesyen emo medio 2000-an; rambut poni lempar belang cat merah, eyeliner, kaus hitam ketat hingga dasi menjadi ciri mereka di pertengahan kariernya. Namun semua itu hanya fashion statement belaka, sebelum akhirnya diikuti band-band emo lainnya.

Akhirnya setelah 10 tahun, Eighteen Visions memutuskan untuk reuni. Pada 9 Februari lalu, akun Instagram mereka aktif dan mengunggah foto tiga personel yang tersisa dengan caption “the countdown begins...” Ketiga personel itu adalah James Hart, Keith Barney, dan Trevor Friedrich. Gitaris Ken Floyd tak ikut karena ia memilih menjadi manajer tur Zedd, posisinya digantikan oleh Josh James. Sedangkan Mick Morris alias MickDeth telah meninggal pada 2013 akibat penyakit jantung.

Pada 20 April 2017, formasi baru Eighteen Visions mengumumkan album baru bertajuk XVIII lewat label rekaman Rise Records. Di album terbaru juga memuat lagu berjudul “Live Again” yang merupakan tribute untuk Mick Morris. Eighteen Visions juga berencana tak merekrut bassis baru demi menghormati mendiang.     

“Tak ada niatan untuk menunggu hingga 10 tahun. Aku punya kehidupan pribadi dan baru saja dikaruniai anak kedua. Sekalinya kehidupan pribadiku sedikit terkontrol dan aku merasa karierku dan keluargaku berada di kondisi yang baik. Aku merasa akhirnya aku terpanggil lagi untuk musik,” tutur Keith Barney kepada Loudwire.

Saat itulah aku mulai menciptakan materi dan menghubungi teman-temanku lagi. Dan tak lama kemudian kami baru menyadari bahwa ‘Oh s**t, ternyata sudah lewat 10 tahun’. 10 tahun setelah konser terakhir kami. Sejujurnya, ternyata berjalan cukup semulus itu,” pungkasnya. 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
13 views
superbuzz
13 views
superbuzz
44 views
superbuzz
33 views