The Dirty Nil

Kenalkan album baru, The Dirty Nil Rilis “One More and The Bill”

  • By:
  • Sabtu, 19 December 2020
  • 671 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Band asal Kanada satu ini memang dikenal cukup punya pergerakan yang tidak mudah ditebak oleh para penggemarnya. Salah satu kabar yang kerap terdengar adalah ketika band bernama The Dirty Nil ini mengeluarkan karya-karya terbarunya, seperti apa yang mereka lakukan akhir-akhir ini. Band pop punk asal Kanada yang terbentuk pada tahun 2006 ini baru saja merilis single berjudul One More and The Bill pada akhir November lalu.

Single terbaru dari The Dirty Nil ini digunakan sebagai salah satu materi promosi untuk mengenalkan album terbaru mereka yang akan rilis di tahun 2021. The Dirty Nil telah mempersiapkan sebuah judul. Fuck Art, sebagai nama untuk album penuh terbarunya. Fuck Art akan menjadi album ketiga dari The Dirty Nil semenjak pertama kali merilis album penuh pada tahun 2016 berjudul Higher Power.

One More and The Bill sebagai single terbaru dari The Dirty Nil menceritakan tentang pergulatan emosi yang dialami oleh setiap anggota band terhadap coverage media berlebihan terkait permasalahan yang terjadi di dunia pada tahun 2020 ini. Meskipun begitu, frontman dari The Dirty Nil, Luke Bentham pun menyatakan bahwa lagu ini juga memiliki pesan untuk mengingatkan orang-orang agar tidak terlalu memusingkan kehidupan orang lain dan lebih menikmati hidup masing-masing. 

Selain merilis single terbaru, The Dirty Nil juga telah menginformasikan bahwa mereka baru saja selesai menggelar tur konser di kawasan Amerika Utara secara virtual. Meskipun diselenggarakan secara virtual, The Dirty Nil juga tetap melakukan tur fisik untuk menyajikan penampilan konser yang baik di 14 tempat. Tur konser yang diadakan oleh The Dirty Nil ini sudah dimulai sejak tanggal 13 Oktober yang lalu di Columbus, Ohio dan rampung di Phoenix Concert Theatre yang berlokasi di Toronto, Kanada. The Dirty Nil juga telah merilis penampilan mereka membawakan lagu yang akan diambil dari album Fuck Art berjudul Doom Boy yang mereka mainkan di penutupan tur The Dirty Nil di Toronto.

Rangkaian tur konser berjudul Dancing 2 Thrash Tour ini juga merupakan sebuah respon dari The Dirty Nil mengenai konser virtual yang kerap kali menampilkan sebuah penampilan di latar yang kurang sesuai, seperti ruang tamu atau area lainnya di dalam rumah. The Dirty Nil juga menyatakan bahwa mereka cukup merindukan suasana tempat konser pop punk yang riuh dan memiliki kualitas audio yang optimal. Dalam menggelar konser virtualnya, The Dirty Nil juga bekerja sama dengan Noonchorus sebagai penyelenggara dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh setiap kawasan tempat mereka mengadakan konser tersebut.

Sedikit tentang The Dirty Nil, band yang dibentuk pada tahun 2006 ini bermula dari ide ketiga siswa sekolah menengah atas, yaitu Luke Bentham, Ross Miller, dan Kyle Fisher. Meskipun sudah terbentuk sejak tahun 2006, The Dirty Nil baru merilis single perdana mereka pada tahun 2011 berjudul Fuckin' Up Young. Seusai merilis single perdananya, The Dirty Nil baru menemukan rasa percaya diri hingga akhirnya mereka pun berhasil untuk dapat tampil di atas panggung di kawasan Amerika Serikat dan Kanada secara konsisten. Sejak perilisan single debutnya juga The Dirty Nil juga telah merilis EP pada tahun 2012 berjudul Little Metal Baby Fist dan Smite di tahun 2014 sebelum akhirnya merilis album penuh perdana mereka pada tahun 2016 berjudul Higher Power


Album debut perdana The Dirty Nil juga dianggap menghasilkan pencapaian dan kesuksesan di di dalam tubuh band asal Kanada tersebut. Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan pencapaian The Dirty Nil yang memenangkan kategori Breakthrough Group of the Year versi Juno Awards di tahun 2017. Di tahun 2018 The Dirty Nil kembali hadir dengan merilis album kedua berjudul Master Volume.

0 COMMENTS