green day

Kerap Jadi Lelucon, Ini Makna Asli di Balik Lagu 'Wake Me Up When September Ends'

  • By: NND
  • Kamis, 3 September 2020
  • 3629 Views
  • 1 Likes
  • 4 Shares

Barangkali sudah menjadi tradisi tahunan bahwa per tanggal 1 September, jagad internet akan dihebohkan dengan meme "September Ends". Bagi yang tidak tahu, meme ini bermula dari lagu kenamaan Green Day, yakni "Wake Me Up When September Ends".

Masuk bulan September 2020 ini, Green Day pun kembali jadi trending topic di Twitter karena Meme tersebut. Tidak bisa dipungkiri, beberapa darinya memang mampu mengelitik perut.

 

 

 

 

Namun di tengah banyaknya meme yang beredar, beberapa fans setia Green Day pun turut angkat bicara dan mengingatkan netizen tentang makna asli di balik lagu tersebut, dan mengapa meme "September" ini tidak selucu itu.

Merekam jejak, tak lama setelah album American Idiot rilis di 2004, lagu "Wake Me Up When September Ends" pun masuk ke dalam budaya meme internet. Kala dijadikan meme, judul lagunya diartikan secara harafiah, membuatnya keluar dari konteks asli dan dibercandakan selayaknya tidur melewati keutuhan bulan September. Bahkan setelah masuk bulan Oktober, beberapa warganet juga tetap mengolok Billie Joe Armstrong–vokalis Green Day yang menulis lagu tersebut–dan mengingatkannya untuk "bangun dari tidurnya".

Banyak yang tidak tahu bahwa lagu "Wake Me Up When September Ends" itu ditulis oleh Billie Joe terkait meninggalnya sang Ayah. Mengutip Altpress, Billie menyatakan bahwa judul lagu itu merupakan kata-kata yang ia ucapkan kepada ibunya saat ayahnya meninggal di bulan September.

"Saya rasa itu jadi sesuatu yang akan terus ada dengan saya; tentang bulan September jadi sebuah anniversary yang selalu datang, rasanya itu menyebalkan," tuturnya dalam sebuah wawancara bersama Howard Stern. "Tapi semua ini aneh. Ketika kejadian seperti itu terjadi saat kita masih kecil, rasanya seperti hidup baru benar-benar dimulai saat hal tersebut terjadi."

Dalam kesempatan yang sama, Billie ditanyakan apakah ia terus membayangkan ayahnya ketika memainkan atau mendengarkan lagu tersebut. Ia menjawab: "Ya tentu saja. Saya membayangkan sosoknya setiap hari. Saya sempat mengelak untuk menulis (lagu) tentangnya untuk beberapa tahun hingga akhirnya memberanikan diri. Rasanya cukup puas. Jadinya bukan emosi negatif, justru untuk menghargai sosoknya."

Di tahun 2018 silam, sang vokalis sempat ditanyakan terkait lagu tersebut dan statusnya sebagai sebuah meme di internet. Ia membalas, "Entahlah, saya tidak begitu tahu. Have fun (dan) cari kerjaan yang lebih penting saja."

Ia juga sempat bergurau, menyatakan akan menulis lagu "Shut The F*ck Up When October Comes" hanya untuk merespon komentar-komentar "menyuruh bangun" yang ia terima tiap tanggal 1 Oktober.

Buat yang belum tahu makna asli di balik lagunya, mungkin sekarang kalian akan pikir-pikir lagu sebelum menggunggah meme "September Ends" di bulan ini. Tiap tahun diingatkan oleh ribuan, bahkan jutaan orang, terkait meninggalnya sosok sang ayah itu nyesek, bro!

0 COMMENTS