King Gizzard & the Lizard Wizard Rilis Album ke-18

King Gizzard & the Lizard Wizard Rilis Album ke-18

  • By:
  • Minggu, 6 June 2021
  • 43 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

King Gizzard & the Lizard Wizard memang dikenal produktif dalam menghasilkan karya musik. Termasuk juga di tahun 2021, unit rock asal Australia tersebut mengumumkan sebuah perilisan album baru. Ini menjadi album kedua yang mereka rilis di tahun 2021.

Diumumkan melalui akun Instagram mereka, album bertajuk Butterfly 3000 tersebut sudah mendarat dengan lancar jaya pada 11 Juni lalu. King Gizzard & the Lizard Wizard mendeskripsikan album ini sebagai "melodi" dan "psychedelic", dan mengatakan tidak ada single yang akan dirilis sebelum album tiba.

Dalam postingan tersebut tersebut juga disebutkan bahwa album baru ini menggunakan frase "“cross-eyed autostereogram" sebagai deskriptor. Populer digunakan dalam seri buku Magic Eye, autostereogram menciptakan ilusi gambar tiga dimensi dari pola visual dua dimensi.

King Gizzard & the Lizard Wizard juga mengumumkan album ini berisikan 10 lagu. Meski terkesan misterius, King Gizzard & the Lizard Wizard menunjukkan bahwa mereka bisa produktif dalam menghasilkan karya musik baru.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by kinggizzard (@kinggizzard)

Album Butterfly 3000 menjadi album studio ke-18 dari grup musik yang berdiri sejak 2010 ini dan hanya berjarak 3 bulan saja dari album sebelumnya bertajuk L.W. pada Februari lalu. Disebutkan bahwa album L.W merupakan sekuel dari album ke-16 King Gizzard & the Lizard Wizard, K.G, yang dirilis pada November 2020.

Keduanya sangat memanfaatkan tuning mikrotonal, tema yang diperkenalkan band dengan album 2017 mereka 'Flying Microtonal Banana'. Kembali pada bulan Maret lalu, King Gizzard juga merilis album live bertajuk 'Live in Melbourne' 21', direkam selama pentas di kampung halaman mereka di Sidney Myer Music Bowl.

Pada 28 Januari, King Wizard merilis single kedua untuk album L.W berjudul "O.N.E." Tema lagu ini melanjutkan tema "If Not Now, Then When?", Lingkungan hidup dan kelambanan umat manusia untuk menyelamatkan dunia. Sejumlah artikel yang dirilis hari itu menampilkan pernyataan resmi dari Stu Mackenzie yang mengatakan, "Album baru King Gizzard (kalian tahu apa namanya) pasti tidak akan dirilis di bulan Februari".

Single ketiga dan video musik untuk L.W., "Pleura", dirilis pada hari yang sama dengan peluncuran album. Video musik menampilkan King Wizard membawakan lagu secara langsung, dan direkam, dimixing, dan diproduksi sehari sebelum dirilis pada 25 Februari.

Sempat terjadi beberapa intrik soal tanggal perilisan album L.W. karena masalah dengan Disk Elusif selaku distributro album mereka. Pada situs resmi King Wizard awalnya disebutkan bahwa album ini akan dirilis pada 25 Februari, namun muncul tanggal lain di iTunes yaitu 27 Februari, ada pula tanggal 26 Februari.

Setelah perbedaan tanggal ini, King Wizard akhirnya merilis album L.W di tanggal 25 Februari. Ini mengungkapkan dua tanggal rilis lainnya sebagai berita palsu. Di situs web mereka, King Wiazrd mengungkapkan pernyataan yang berbunyi, “Satu dolar dari setiap unduhan L.W. akan disumbangkan ke Greenfleet, yang menanam hutan keanekaragaman hayati asli di Australia dan Selandia Baru."

Selain proyek musik, King Wizard juga punya kesibukan lain yaitu melepas film dokumenter yang menceritakan di balik layar proses penggarapan album Infest the Rats’ Nest yang dirilis pada tahun 2019. Film dokumenter ini dirilis pada 22 Juni 2020.

King Wizard & the Lizard Wizard menggandeng PHC Films selaku produser dan John Angus Steward yang bertugas sebagai pengambil gambar serta editor untuk film yang berdurasi selama 27 menit ini. Para penggemar King Gizzard & the Lizard Wizard yang ingin menyaksikan RATTY, judul dari dokumenter tersebut, kini layanan streaming sudah tersedia di situs Vimeo dengan tarif sebesar US$3.

Baca juga: Simak Livestream Film Baru dari King Gizzard & The Lizard Wizard

Keuntungan dari penayangan ini nantinya akan diserahkan kepada beberapa organisasi sosial di Australia seperti Australians For Native Title and Reconciliation, BlaQ Aboriginal Corporation, DJIRRA dan Indigenous Social Justice Association Melbourne. John Angus Steward, Max sang produser, serta Stu Mackenzie adalah tiga orang yang mengemukakan ide ini.

Ide untuk membuat film RATTY muncul tak lama setelah di bulan April yang lalu King Gizzard & the Lizard Wizard merilis film Chunky Shrapnel, yang di dalamnya berisi berbagai kegiatan dari King Gizzard & the Lizard Wizard selama menjalani tur berkeliling Eropa dan Inggris untuk mempromosikan album Infest the Rats' Nest.

John Angus Steward yang kala itu dipercayakan untuk membidani ide ini, ternyata cocok dengan para anggota band. Mereka kemudian kembali bekerja sama untuk rilisan film berikutnya, RATTY.

Beberapa perbedaan mendasar dijelaskan oleh Steward tentang Chunky Shrapnel dan RATTY. Apabila film Chunky Shrapnel digarap dengan serius, ia mau menghilangkan kesan tersebut ketika mengerjakan RATTY.

"Saat saya menyebut film ini dengan RATTY, karena saya pikir ini adalah hal yang sudah usang, namun menyenangkan dan membuat saya merasa kembali terisi dengan hati yang murni. Mengerjakannya benar-benar menyenangkan dan tanpa tekanan. Saya melihat RATTY seperti sebuah t-shirt yang sudah berlubang," ujarnya.

 

Image source: Instagram/King Wizard

0 COMMENTS