Portal Music

Weird Genius

Kiprah Weird Genius Mengarungi Pasar Musik Global

  • By:
  • Senin, 26 October 2020
  • 329 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Meraih kesuksesan dan memiliki pengaruh yang besar di negara sendiri, mungkin merupakan target atau tujuan yang sudah ditanam bagi setiap musisi atau kelompok musik di Indonesia. Namun, bagaimana jika kesuksesan tersebut membuahkan hasil berupa atensi dari industri musik internasional? Baik kesuksesan tersebut memang direncanakan atau sekadar kebetulan, hal tersebut tidak menutup fakta bahwa Weird Genius merupakan sebuah kelompok musik electronic dance music (EDM) asal Indonesia yang mengedepankan kualitas dari segi musikalitasnya.

Weird Genius mulai aktif berkolaborasi dalam bermusik pada tahun 2016. Kelompok musik ini didirikan oleh Reza Oktovian, Eka Gustiwana, dan DJ Billy Taner. Gerald Liu baru ikut bergabung di tahun 2019 menggantikan posisi DJ Billy Taner. Sebelum bergabung bersama di dalam Weird Genius, ketiga pria tersebut sudah terlebih dahulu menjalani karier masing-masing sebagai musisi. Memiliki visi yang sama dalam bermusik, akhirnya Weird Genius lahir membawa warna baru di ranah permusikan Indonesia.

Memiliki citra sebagai gamer dengan popularitas tinggi, tidak serta merta membuat Reza hanya berperan sebagai wajahnya. Bersama Eka dan Gerald, Reza pun memiliki kontribusi yang sama besarnya sebagai produser untuk lagu-lagu yang Weird Genius produksi. Secara garis besar, Eka dan Gerald di dalam tubuh Weird Genius memiliki peran untuk meramu aransemen sedangkan Reza fokus untuk menghasilkan lirik yang baik dan relevan. Namun setiap orang di dalam Weird Genius memiliki porsi yang sama untuk menentukan hasil akhir dari lagunya.

Satu tahun setelah berdiri, Weird Genius mulai mencuri perhatian para penikmat EDM di berbagai penjuru Indonesia bahkan di negara lainnya. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil stream count yang diputar lebih dari jutaan kali di berbagai platform musik digital. Dari pencapaian tersebut, nama Weird Genius juga mulai mengisi line up festival-festival musik secara rutin, seperti Viral Fest Asia Festival Bangkok 2017, Soundrenaline Bali 2018, Sky Garden Bali 2018, dan masih banyak lainnya. Selain itu, Weird Genius juga berkesempatan menjadi penampil lokal untuk konser artis internasional yang terselenggara di jakarta, seperti Yellow Claw’s Indonesian Tour 2018 dan The Chainsmokers Live in Concert Jakarta 2018.

Konsisten untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan unik ke dalam musiknya, Weird Genius juga tidak segan untuk berkolaborasi bersama musisi-musisi lainnya, di antaranya adalah DOLF (Barong Family), Prince Husein, Midnight Quickie, dan yang terakhir adalah Yellow Claw untuk lagu Hush di tahun 2020. Sebelum merilis lagu bersama Yellow Claw, Weird Genius juga sudah lebih dulu berhasil menarik perhatian yang lebih besar melalui lagu Lathi yang juga rilis di tahun 2020. Di lagu tersebut, Weird Genius mengundang Sara Fajira, seorang penyanyi asal Surabaya untuk berkolaborasi di dalam lagu Lathi. Nada dan beat-nya yang catchy membuat lagu ini mudah untuk diingat. Selain itu keunikan lainnya terdapat pada elemen musik tradisional. Weird Genius memasukan elemen gamelan dan tembang sinden berbahasa Jawa ke dalam lagu Lathi. 

Kepopuleran lagu Lathi juga hadir berkat banyak content creator yang melakukan cover lagu tersebut. Bahkan ada juga fenomena “Lathi Challenge” yang sempat viral di Youtube dan Tiktok. “Lathi Challenge” merupakan sebuah konten, setiap kreator mencoba untuk mereka ulang sedikit bagian yang ada di dalam video klip single Weird Genius tersebut dengan cara dan persona masing-masing kreator. Ketenaran lagu Lathi dari Weird Genius tidak berhenti di situ. Berhasil menduduki posisi pertama di berbagai tangga lagu platform digital, seperti Spotify Indonesia Top 50, Spotify Viral Top 50 indonesia, iTunes Indonesia Top 200, Deezer Indonesia Top 300, JOOX Indonesia Top 100, Resso Top 30 Global, Resso Indonesia Top 20, TikTok Global 20, dan Shazam Chart Indonesia, serta peringkat kedua untuk tangga lagu Spotify Viral Top 50 Global. Selain itu Weird Genius juga berhasil menduduki puncak tangga lagu di beberapa radio ternama di kota-kota besar di Indonesia berkat lagu Lathi. Pencapaiannya tersebut membawa nama Weird Genius untuk mendapatkan atensi yang lebih besar lagi, salah satunya adalah terpampangnya billboard Weird Genius di kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat.

Atensi dari publik mancanegara yang lebih besar dari sebelumnya, akhirnya membawa keberuntungan lain bagi Weird Genius. Kali ini trio dari Reza, Eka, dan Gerald berhasil dilirik untuk bergabung menjadi bagian dari perusahan rekaman di Amerika Serikat, Astralwerks. Di bawah naungan Universal Group, Astralwerks sebelumnya telah menaungi musisi-musisi papan atas seperti Marsmello, Alison Wonderland, The Chemical Brothers, dan Surf Messa. Kehadiran Weird Genius juga jadi sebuah tanda bahwa mereka adalah satu-satunya musisi atau kelompok musik dari Asia yang berhasil bekerja sama dengan label rekaman papan atas asal Amerika Serikat tersebut. 

Weird Genius juga mengakui, bahwa sebelum Astralwerks, banyak juga perusahaan rekaman Amerika Serikat yang datang untuk dapat melangsungkan kerja sama bersama mereka. Namun, Weird Genius mantap memilih Astralwerks, melihat perusahaan rekaman tersebut memiliki fokus untuk membantu mengembangkan potensi musisi-musisi electronic dance music (EDM) di kancah permusikan global.


Kerja sama antara Astralwerks dan Weird Genius dimulai pada kisaran bulan Agustus hingga September 2020 lalu. Awalnya, pihak Astralwerks merasa tertarik atas kesuksesan Weird Genius melalui karyanya, Lathi. Perbincangan antara kedua pihak pun berlanjut, akhirnya perusahaan rekaman asal Amerika Serikat tersebut memahami tentang arah karya-karya dan dibuat serta visi dan misi yang dimiliki oleh Weird Genius. Merasa adanya kecocokan dengan sudut pandang yang ada di dalam Astralwerks, akhirnya perusahaan rekaman tersebut memutuskan untuk melangkah bersama demi mengembangkan perjalanan musik Weird Genius ke pasar yang lebih luas.

0 COMMENTS