Kisah Dave Grohl: Belajar Main Drum hingga Jadi Vokalis Foo Fighters

Kisah Dave Grohl: Belajar Main Drum hingga Jadi Vokalis Foo Fighters

  • By:
  • Rabu, 24 February 2021
  • 59 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Siapa yang tidak kenal dengan musisi dunia satu ini, Dave Grohl, apalagi untuk para penikmat musik keras. Ya, sosok yang namanya besar berkat kiprah bermusik bersama band legendaris Nirvana itu punya kisah menarik yang baru-baru ini dibagikan.

Selama hampir dua dekade terakhir, karier Dave Grohl barangkali dikenal hanya sebagai seorang vokalis dari unit rock Foo Fighters. Namun, jauh sebelum itu, Dave Grohl adalah sosok yang membesarkan nama Nirvana dengan mengisi pos sebagai penabuh drum.

Ada kisah menarik yang dibagikan Dave Grohl, dia menyebut tidak memiliki peralatan set drum ketika dirinya belajar bermain alat musik tersebut. Oleh karena itu, Dave Grohl membuat peralatan drum sendiri untuk membantu mengasah gaya bermain drum.

Tidak kehabisan akal, Dave Grohl menyusun bantal dengan formasi set drum untuk belajar bermain drum. Hal ini dilakukan sambil diiringi suara musik dari para veteran musik punk rock macam Ramones dan Minor Threat.

"Saya bahkan tidak memiliki set drum ketika saya belajar cara bermain drum," kata Dave Grohl dilansir Music News.

"Saya memiliki dua stik drum yang sebenarnya adalah stik marching band sehingga stik itu sangat gemuk. Kemudian saya akan memasang bantal dalam formasi set drum dan bermain bersama rekaman Ramones atau Minor Threat dengan sangat cepat, sampai 200 beats per menit, permainan drum yang agresif," kenang sosok berusia 52 tahun itu.

Kesempatan untuk belajar drum dengan menggunakan set drum asli akhirnya datang kepada Dave Grohl ketika berusia belasan tahun. Namun, dirinya justru kesulitan menyesuaikan ritme dan kekuatan menabuh drum karena sebelumnya berlatih menggunakan bantal.

"Jadi ketika saya berusia 16 tahun dan seseorang memberi saya stik drum normal yang sebenarnya pada set drum normal, saya menghancurkan segalanya. Saya memecahkan simbal seperti cangkir teh," tuturnya.

"Itulah alasan mengapa saya selalu menjadi orang yang bodoh. Saya telah mencoba mempelajari seluk-beluk permainan drum dinamis tetapi tidak ada gunanya. Jadi, ketika demam rock 'n' roll melanda, saya benar-benar memutuskan, 'Inilah saya.' Musik ini adalah saya, ini gairah saya, dan ini adalah cinta saya," jelas Dave Grohl.

Karier bermusik Dave Grohl sendiri dimulai sejak sekolah menengah atas. Ketika itu ia bergabung dengan berbagai band lokal sebagai gitaris seperti band bernama Freak Baby. Ketika bassist dari band ini keluar dan merombak formasi, Dave Grohl memutuskan pindah bermain drum.

Ketika memutuskan pindah bermain drum ini, Dave Grohl sebetulnya masih belajar bermain drum dengan benar. Dalam sebuah wawancara dengan RTT News pada 2013, Dave Grohl mengaku bahwa drummer band rock Kanada Rush, Neil Peart, sebagai inspirasinya bermain drum.

"Ketika saya mendapatkan 2112 (album keempat Rush) di usia 8 tahun, hal itu benar-benar mengubah arah hidup saya. Saya mendengarkan suara drum di album itu dan membuat saya ingin menjadi seorang drummer," ujarnya.

"Orang ini (Neil Peart) sama pengaruhnya dengan agama apa pun atau pahlawan mana pun atau siapa pun dalam kehidupan seseorang. Dia berkata kepada saya ketika kami bertemu 'Senang bertemu denganmu. Bolehkah saya membuatkan kopi?' Dia dia benar-benar membuatkan saya kopi, bung. Ketika malam hari saya pergi makan malam dan minum beberapa gelas anggur dan saya mulai menangis karena pahlawan saya membuatkan kopi," kenang Dave Grohl.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Foo Fighters (@foofighters)

 

Selama fase mematangkan permainan drumnya, Dave Grohl juga pernah menyebut drummer Led Zeppelin, John Bonham, sebagai influence terbesarnya. Sebagai bukti betapa berpengaruhnya musik Led Zeppelin, Dave Grohl membuat tato three-rings symbol yang merupakan lambang dari album band legendaris asal Inggris itu di pergelangan tangannya.

Setelah bandnya Freak Baby berganti nama menjadi Mission Impossible dan akhirnya bubar, Dave Grohl bergabung dengan band hardcore punk Dain Bramage pada 1985. Namun, ia memutuskan hengkang dan bergabung dengan band hardcore punk lainnya, Scream.

Karier Dave Grohl bersama Scream sebetulnya cukup gemilang dengan mengikuti berbagai tur dunia dan melahirkan tiga album studio. Namun, tahun 1990 Scream bubar setelah hengkangnya salah satu pentolan, sehingga Dave Grohl memutuskan ikut hengkang dan bergabung dengan Nirvana.

Saat bergabung, Nirvana tengah mempersiapkan debut album mereka bertajuk Bleach yang rilis pada 1990. Baru di album kedua Dave Grohl berkontribusi penuh dalam proses penggarapannya di mana album bertajuk Nevermind meraih sukses komersil besar.

Album ketiga Nirvana In Utero juga meraih sukses besar yang dirilis pada 1993, namun tidak berselang lama kematian sang frontman Kurt Cobain bikin riwayat Nirvana juga tamat. Nirvana bubar pada 1994 dan Dave Grohl melanjutkan karier bermusiknya dengan membentuk unit baru bernama Foo Fighters.

Tidak lagi mengisi posisi drummer, Dave Grohl banting setir menjadi gitaris sekaligus vokalis dari Foo Fighters. Nyatanya kesuksesan juga diraih Dave Grohl sebagai vokalis Foo Fighters dengan merilis 14 album studio.

Album studio terbaru yang dilepas Dave Grohl bersama Foo Fighters adalah Medicine at Midnight yang mendarat pada 5 Februari 2021. Album ini awalnya dijadwalkan rilis pada 2020, namun pandemi COVID-19 bikin Dave Grohl dan Foo Fighters terpaksa mengundurkan waktu perilisannya.

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS