Foo Fighters

Kisah Dave Grohl Mengubah Proyek Solo jadi Foo Fighters

  • By:
  • Selasa, 20 October 2020
  • 1376 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Kepergian Kurt Cobain di tahun 1994 menghadirkan luka yang mendalam bagi member Nirvana yang tersisa, Krist Novoselic dan Dave Grohl terutama. Dave Grohl mengalami depresi akut saat mendengar kabar tragis kematian sang pentolan di tubuh Nirvana. Dave Grohl merasa tidak yakin apakah dirinya bisa melanjutkan karier sebagai musisi. Bahkan Dave Grohl bersama Krist Novoselic akhirnya harus membuang rencana rilisan materi live Nirvana karena mereka tidak mampu untuk mengingat kembali masa-masa indah dan kejayaan bersama band grunge tersebut. Menurut Dave Grohl dan Krist Novoselic, masa-masa itu merupakan masa yang sangat emosional bahkan sampai menguras tenaga meskipun tidak melakukan apa-apa.

Lambat laun, Dave Grohl pun memberanikan diri untuk menyudahi duka yang ada di dalam hatinya tersebut. Dave Grohl mulai membuat musik kembali. Menulis lagu dalam kesendirian, akhirnya Dave Grohl pun merekam materi-materi lagu yang dirinya siapkan. Dave Grohl memilih untuk merekam lagunya di studio Robert Lang di Seattle bersama Barrett Jones sebagai produsernya. Rekaman tersebut bersifat personal. Dave Grohl menganggap proses bermusiknya kala itu adalah cara dirinya untuk memproses kesedihan yang dirinya rasakan dan berharap perasaan yang dirinya tuangkan di dalam lagu jadi sebuah perpisahan yang baik untuk Kurt Cobain.

Merekam hampir seluruh aspek dalam lagunya, Dave Grohl mulai membuat salinan dari master demo yang dirinya buat ke dalam format kaset. Dave Grohl membagikan kaset tersebut kepada teman-teman dekatnya, yang juga mengenal dan dekat dengan Kurt Cobain ataupun Nirvana. Salah satu penerima kaset tersebut adalah vokalis Pearl Jam, Eddie Vedder. Eddie yang kala itu memiliki siaran radio mandiri memutarkan lagu berjudul Exhausted milik Dave Grohl. Menariknya, lagu tersebut ternyata terdengar sampai ke telinga salah satu label rekaman major, Capitol Records. Mengetahui bahwa lagu tersebut milik Dave Grohl, penabuh drum di Nirvana, label rekaman tersebut membujuk sang drummer untuk merilis album penuh. Tertarik dengan tawaran tersebut, akhirnya Dave Grohl menerimanya dan mulai merekam album pertamanya di bawah nama Foo Fighters. Nama Foo Fighters sendiri diambil Dave Grohl dari istilah yang digunakan oleh angkatan udara sekutu jika melihat pesawat perang yang tidak dikenal.

Keputusan Dave Grohl kembali bermusik tersebut ternyata mendapat kecaman dari para penggemar Nirvana. Mereka merasa bahwa Dave Grohl tidak seharusnya kembali bermusik tanpa Nirvana. Namun, Dave Grohl menyatakan bahwa hanya musik yang tetap membuatnya hidup, namun untuk kembali sebagai penabuh drum rasanya tidak mungkin karena luka sepeninggalan Kurt Cobain masih membekas secara jelas. 

Proses rekaman yang mendekati rampung nyatanya masih memberikan beban lain pada diri Dave Grohl. Pasalnya, Dave Grohl membutuhkan orang-orang untuk membuat Foo Fighters sebagai sebuah band yang benar-benar bisa tampil di acara live selama masa promosi. Akhirnya, Dave Grohl mulai menghubungi kawan lamanya, Pat Smear yang kebetulan merupakan pemain gitar additional untuk Nirvana sebelumnya. Selanjutnya, mendengar kabar tentang bubarnya Sunny Day Real Estate, Dave Grohl pun mencoba untuk menghubungi Nate Mendel sebagai pemain bass dan William Goldsmith untuk mengisi posisi drum. Setelah terjadinya persetujuan di antara para calon anggota, akhirnya Dave Grohl berhasil membuat Foo Fighters ke dalam format band. Dave Grohl pun mengisi peran sebagai vokalis dan pemain gitar. Formasi debut tersebut akhirnya muncul untuk pertama kali di acara yang diselenggarakan untuk teman-teman dan kerabat dari para anggota sebagai perayaan rilisnya album perdana Foo Fighters di tahun 1995. Kala itu, Dave Grohl meskipun berhasil memberikan penampilan yang terbaik, dirinya masih merasa tidak yakin apakah bisa memimpin sebuah band.

Bermodalkan keyakinan, akhirnya Dave Grohl pun memimpin kapal Foo Fighters sebagai nahkoda tetapnya. Kemantapan hati Dave Grohl dalam bermusik pun akhirnya membawa dirinya dan Foo Fighters kepada audiens yang lebih luas. Di tahun 1996, Dave Grohl bersama Foo Fighters aktif mengisi acara festival musik yang tersebar hampir di seluruh penjuru Amerika Serikat dan juga benua Eropa. Popularitas yang terus meningkat juga memberikan kesempatan Foo Fighters untuk tampil di televisi Amerika Serikat melalui acara Letterman dan Saturday Night Live. Pada zamannya, kedua acara televisi tersebut memiliki rating yang tinggi dan berhasil membuat nama Foo Fighters meroket.

Nama Dave Grohl dan Foo Fighters semakin dikenal berkat populernya video klip single keempat mereka yang berjudul Big Me. Melalui video klip tersebut, Foo Fighters berhasil menyabet penghargaan Best Group Video dalam ajang Video Music Awards di tahun 1996. Album debut Foo Fighters juga berhasil menduduki peringkat ke-23 untuk chart album Billboard di tahun yang sama dan berhasil terjual hingga lebih dari satu juta keping. 

Formasi awal yang seakan menghadirkan keberuntungan tersebut nyatanya tidak berlangsung lama. Sang penabuh drum, William Goldsmith memutuskan untuk kembali ke band lamanya, Sunny Day Real Estate. Perginya William terpaksa membuat Dave Grohl kembali mengisi posisi drum untuk produksi rekaman album kedua Foo Fighters, The Colour and the Shape di tahun 1997. Selesai dengan proses rekaman, Dave Grohl kembali mencari drummer pengganti William hingga akhirnya jatuh ke tangan Taylor Hawkins. Formasi ini akhirnya jadi formasi tetap Dave Grohl bersama Foo Fighters sebelum Pat Smear keluar di akhir tahun 1997 dan di tahun 2005 kembali bergabung sebagai gitaris additional. Di tahun 2000, Chris Shiflett ikut bergabung mengisi kekosongan di posisi gitaris. Hingga hari ini. Dave Grohl telah merilis 9 buah album bersama Foo Fighters. Album paling baru mereka berjudul Concrete and Gold rilis di tahun 2017.

0 COMMENTS