Sepultura vs Obituary

Kisah Perseteruan di Balik Artwork Album 'Beneath The Remains' Milik Sepultura

  • By: YAS
  • Selasa, 12 May 2020
  • 1863 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Salah satu album paling monumental dalam perkembangan sejarah musik thrash metal dunia, Beneath The Remains milik Sepultura rilisan tahun 1989, ternyata memiliki kisah konflik di dalamnya.

"Saya mengetahui gambar-gambar Michael Whelan dari serial buku H.P. Lovecraft yang saya temukan di Brazil," papar Max Cavalera, mantan pentolan dan pendiri Sepultura, yang pada saat itu memberi ide tentang gambar-gambar dari Michael Whelan untuk dijadikan sampul album Beneath The Remains.

Album ini juga menandakan hijrahnya Sepultura dari kota kecil Belo Horizonte di Brazil, ke Sao Paolo untuk lebih serius bermusik dengan segala kemudahan akses yang dimiliki di sana, serta bergabung bersama label musik ekstrem raksasa Roadrunner Records, yang masih berkibar hingga saat ini.

Sepultura circa akhir 80-an

Roadrunner selaku pihak label, kemudian menjembatani Max Cavalera dengan Michael Whelan, yang memang sudah kadung jatuh cinta dengan karyanya dan ingin sekali menjadikannya sebagai kover dari album yang kemudian melambungkan nama Sepultura di jagat metal dunia tersebut.

Saat resmi dirilis di bawah bendera Roadrunner, Sepultura menggunakan artwork Nightmare in Red dari Michael Whelan. Kesan ngeri dan mencekam, dengan tegas terpampang di depan mewakili sembilan nomor bengis di dalamnya. Melalui pengakuannya, Max Cavalera ternyata harus "terpaksa" setuju dengan pemilihan gambar tersebut.

Pada rencana awal, sebetulnya bukan Nightmare in Red-lah yang menjadi pilihan dari Max cs, melainkan artwork berjudul Bloodcurdling Tales of Horror and the Macabre. Namun sayangnya, gambar tersebut diberikan oleh Roadrunner kepada Obituary untuk album Cause of Death, yang sudah direncanakan untuk dirilis pada tahun 1990. Roadrunner menilai bahwa pembagian jatah artwork ini mampu merepresentasikan kegarangan materi-materi yang ada di dua album tersebut dengan tepat.

Artwork Bloodcurdling Tales of Horror and the Macabre pada akhir 1980-an menjadi salah satu kover dari tujuh buku H.P. Lovecraft. Penerbit buku H.P. Lovecraft saat itu hanya memiliki dana untuk membayar dua artwork saja, oleh karena itu Michael Whelan menggambar beberapa panel lagi dengan nuansa yang sama dan menyerahkan kepada penerbit untuk dipilih sebagai kover.

Dari sana, karya-karyanya kemudian banyak diperbincangkan orang-orang. Lukisan bergaya surealis berpadu dengan fantasi milik Michael Whelan digandrungi bukan dari hanya dari kalangan seni rupa saja, bahkan hingga ke metalhead, seperti Max Cavalera. Namun, diakui oleh Michael Whelan, meski banyak yang menawar lukisannya, Obituary menjadi yang pertama mendapatkan hak paten artwork tersebut untuk diaplikasikan sebagai kover album.

"Saya memberikan saran kepada Monte, bahwa kami harus mencoba dan menghubungi orang ini untuk urusan kover album. Dan ketika Monte sudah berbincang dengan Michael, Michael mengirimkan banyak gambar, salah satunya yang kami gunakan untuk album Beneath The Remains ini," terang Max Cavalera.

Monte Conner adalah salah satu staff Roadrunner yang kala itu kedapatan mengurusi berbagai keperluan Sepultura. Usai gagal mendapatkan artwork Bloodcurdling Tales of Horror and the Macabre sebagai kover album Beneath The Remains, drummer Sepultura saat itu, Igor Cavalera, yang juga merupakan saudara kandung dari Max, dikabarkan kesal selama bertahun-tahun kepada Monte karena hal ini.

"Saat pertama kali mendengar materi-materinya, saya berpikir bahwa anak-anak ini memiliki selera yang keren. Saya bisa merasakan kemarahan yang melekat di dalam musik mereka. Saya menyukainya, rasanya seperti semua indra saya terbangun. Intensitas dan energinya membuat saya terpesona," ujar Michael Whelan tentang album Beneath The Remains.

Michael Whelan

Pertemuan Sepultura dengan Michael Whelan di Beneath The Remains ini, meski dicampuri dengan sedikit bumbu-bumbu tidak sedap yang melibatkan mereka dengan Roadrunner dan Obituary, menjadi pembuka dari serangkaian kerjasama di kemudian hari.

Bahkan tiga album setelah Beneath The Remains, yaitu Arise (1991), Chaos A.D (1993) dan Roots (1996), nama Michael Whelan masih dipercaya oleh Sepultura untuk menggarap kover dari album-album tersebut.

Foto: berbagai sumber

0 COMMENTS