Kobe Bryant

Kobe Bryant, Sang Black Mamba Pencinta Hip-Hop

  • By: NTP
  • Senin, 27 January 2020
  • 1017 Views
  • 4 Likes
  • 2 Shares

Shooting guard legendaris Los Angeles Lakers, Kobe Bryant dan putrinya Gianna, dinyatakan meninggal di umur 41 tahun pada 26 Januari akibat kecelakaan helikopter di Calabasas, California, pukul 09.00 waktu setempat. Kepolisian Los Angeles County menyatakan sembilan penumpang helikopter tersebut meninggal saat kecelakaan terjadi.

Kabar yang pertama kali dikonfirmasi oleh reporter ESPN NBA, Adrian Wojnarowski ini juga menyatakan bahwa helikopter yang ditumpangi Bryant tengah menuju pusat latihan Mamba Academy, di Thousand Oaks, California.

Almarhum adalah putra dari mantan pebasket NBA, Joe Bryant. Sejak masa SMA di Lower Merion High School di Pennsylvania, AS, Black Mamba dikenal sebagai wonderkid. Bryant dipilih oleh Lakers sebagai draft ke-13 di sesi NBA Draft 1996, yang menempatkannya sebagai guard NBA pertama yang berasal dari kejuaraan basket tingkat SMA.

Lahir pada 23 Agustus 1978, Bryant mulai menekuni basket di umur tiga tahun sebagai fans Lakers. Bryant kemudian menekuni basket di Lower Merion dan bahkan sempat menerima beberapa penghargaan di tahun terakhirnya.

Kariernya selama 20 tahun di NBA terbilang sangat cemerlang. Bryant mendapat cincin juara sebanyak lima kali dan tergabung dalam tim All-Star Games selama 18 musim berturut turut (rekor yang menempatkannya di bawah anggota All-Star terbanyak, Kareem Abdul-Jabbar).

Selama lima kali meraih cincin juara, Bryant juga berhasil meraih gelar MVP di dua final NBA berturut-turut, 2009 dan 2010, selain dianugerahi MVP di musim turnamen 2008. Pencapaian tersebut membuat dua nomor jersey almarhum, #8 dan #24 diabadikan dan dipensiunkan di kandang Lakers, Staples Center.

Sebagai pebasket senior, Bryant baru memutuskan pensiun di musim 2015-2016 dan bahkan masih berhasil menorehkan rekor 60 poin dalam satu pertandingan pada 13 April 2016. Namanya sudah dinominasikan untuk masuk ke Basketball Hall of Fame pada Desember tahun lalu.

Di tengah semua pencapaiannya sebagai pebasket, tak banyak yang tahu bahwa K.O.B.E. pernah menjajal karir di bidang musik. Atlet penggemar kancah hip-hop independen dan battle rap Philadelphia ini dikontrak oleh Sony Records pada 1999, setelah sempat tergabung dalam crew hip-hop CHEIZAW bersama sahabat SMA-nya, yaitu Broady Boy, Kevin “Sandman” Sanchez dan Jester.

“Saya kira kami adalah kru terbaik di Philadelphia saat itu. Kobe was nice, man. Secara lirik, ia memang bagus. Saya tidak akan mengajaknya bergabung kalau ia tidak punya kemampuan itu,” ujar Anthony Bannister, manajer CHEIZAW saat diwawancara Grantland.

Saat namanya mulai bersinar di masa senior SMA, Presiden Divisi Urban Music Sony Records saat itu, Steve Stoute melihat peluang untuk menjadikan Bryant sebagai bintang hip-hop. Stoute awalnya mengontrak CHEIZAW dan memindahkan mereka ke rumah Bryant di Los Angeles, sembari melatih almarhum sebagai pop star.

Bryant dan Stoute pun mulai menggarap album solonya, Visions, yang tidak pernah dirilis secara resmi hingga hari ini. Keputusan label yang ingin menginginkan musik pop berujung pada remix single pop album tersebut, “K.O.B.E.”, yang tersedia dalam versi remix Brian McKnight, Destiny’s Child dan kolaborasi bersam Tyra Banks.

Sebagai fanatik hip-hop dan rapper handal, almarhum berani melawan label rekamannya yang ingin membentuknya sebagai bintang pop. Tak lama kemudian, kontraknya dibatalkan oleh Sony dan debutnya tak pernah muncul ke permukaan. Sejauh ini verse terbaik Bryant yang pernah direkam adalah kolaborasinya bersama 50 Cent dan Broady Boy, "Thug Poet".

“Sepertinya, dia adalah rapper yang sangat ingin terdengar bagus. Ia mencoba menggunakan kata-kata paling pintar dan dialek paling canggih. Padahal waktu itu kondisinya, ‘Tenang saja, just rap’. Ia adalah tipe rapper lyrical-miracle-genius,” ucap Clark Kent, produser hip-hop legendaris.

Walau karir musiknya tak cemerlang, Bryant tetap merupakan seorang inspirator bagi banyak musisi. Contohnya adalah penggemar berat Lakers dan bassis Red Hot Chili Peppers, Michael ‘Flea’ Balzary. Musisi veteran ini bahkan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat di pertandingan Bryant terakhir di Los Angeles.

“Saya memandang (Bryant) sebagai seseorang seperti Charlie Parker, John Coltrane, Jimmy Page atau Jimi Hendrix. Ia mampu berubah dan berevolusi serta tumbuh menjadi master di bidangnya. Menontonnya tumbuh dewasa adalah pengalaman terbaik, karena ia bergabung ke Lakers di umur 17 dan sudah berbuat banyak sekali hal untuk kota kami,” tutup Flea saat diwawancara Rolling Stone di pertandingan terakhir almarhum.

Beberapa musisi hip-hop papan atas bahkan tak hanya terinspirasi oleh permainan Bryant. Setelah menggarap remix lagu “Ego” di album I Am...Sasha Fierce (2009) karya Beyonce yang menyebut nama Bryant, Kanye West pernah mengundang Black Mamba untuk menulis verse single “Power (Remix)” pada 2010.

I had dreams of the league, one day I’d play Kobe/Or walk up to Puff and he would really know me.” — Kanye West

Sementara itu, King of LA, Kendrick Lamar juga pernah memberi tribute dan shout-out untuk Bryant saat ia masih menggarap mixtape. Pada 2010, saat sedang sibuk-sibuknya membangun reputasi di kancah hip-hop Compton, Lamar menggunakan nama Bryant dalam lagu “The Heart Pt. 2”.

One hood with 20 four-four's like a cloned Kobe Bryant.” — Kendrick Lamar

Reputasi Bryant sebagai salah satu shooting guard legendaris NBA juga tidak bisa dilupakan. Di hits radio dari Lil’ Wayne pada 2009, “Kobe Bryant” mengirim tribute sepenuhnya bagi skill legendaris Bryant saat menghindari defense lawan.

MVP, MVP/Kobe Bryant AKA Envy Me/In knee deep, smash any D/Whoever he is, he can’t guard me.” — Lil’ Wayne

Rest in Peace, Kobe Bryant.

0 COMMENTS

Info Terkait

supericon
302 views
superbuzz
438 views
supericon
556 views