Rap Rock Crossover: Kolaborasi Maut Lintas Genre

  • By: OGP
  • Kamis, 8 December 2016
  • 4278 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Secara harfiah, skena rock dan hip hop bagai dua sisi koin yang berbeda. Bagi orang awam, keduanya mungkin tak saling memiliki titik temu. Kontras dalam berbagai hal segala yang meliputinya. Di segi pandangan, keduanya memiliki idealisme yang berseberangan. Sisi berlawanan antara pesona rock yang terkadang sekadar garang dan hip hop yang terkesan bengal namun sarat pesan menjadi jurang pemisah utama. Bila rock bertitik fokus pada aransemen musik, maka lain halnya hip hop yang sentral memainkan lirik cerdas di dalamnya sebagai konfrontasi terhadap status sosial yang membelenggu mereka.

Secara garis besar, musik rock modern berpusat pada bebunyian yang ditimbulkan dari berbagai macam instrumen seperti gitar listrik–bass–drum–keyboard. Genre rock sendiri sulit untuk diterjemahkan secara literal, karena cakupaan di dalamnya begitu luas. Dasar dari musik rock adalah Rock and R oll. Istilah ini mulai bergema selama periode akhir 1940an hingga 1950. Namun di awal tahun 60’an genre rock jauh lebih berkembang dan modern penuh inovasi yang dibawakan apik oleh band-band dataran Inggris. “Invasi Britania” mulai menggempur industri musik secara komersil. The Beatles dan The Rolling Stones menjadi inovator penting dalam perkembangan rock secara global.

Di sisi lain, genre hip hop awalnya dikenal sebagai gerakan kebudayaan yang mulai mekar tumbuh di era 70’an oleh warga Afro-Amerika. Secara singkat, hip hop merupakan kombinasi dinamis yang terdiri dari MC dan DJ. MC dengan lihai meramu kata-kata menjadi rhyme yang layak untuk didengar. Sedangkan DJ lebih berkonsentrasi untuk menciptakan komposisi beat catchy dengan menggunakan sampling. Awalnya perkembangan hip hop dimulai dari sebuah daerah kumuh Bronx tepian kota New York. Genre ini dicetus pertama kali oleh seorang musisi bernama Grandmaster Flash, hingga pada akhirnya hip hop mengecap masa keemasannya di era pertengahan tahun 80’an lewat kelompok-kelompok beken seperti Run DMC, Beastie Boys dan Public Enemy.

Walau perbedaan antar genre terbentang, sekarang kombinasi dari berbagai genre musik berbeda bisa jadi komoditi tersendiri. Perkawinan silang antar keduanya bahkan melahirkan sub genre baru di kancah musik internasional, seperti halnya rap metal yang sempat hype di awal 90’an hingga menuju era milenium. Kolaborasi yang ditampilkan para punggawa rock dan hip hop merupakan sebuah konstruksi yang berlawanan arah, namun mampu melahirkan karya yang tak disangka memiliki daya kualitas nan menjual teruntuk pasar musik global.

Namun pertanyaan, apakah persilangan tersebut sukses menghasilkan karya yang keren? Coba kamu intip 7 kolaborasi unik persilangan musik rock dan hip hop terkeren versi SupermusicID. Apakah track favorit masuk?

 

Aerosmith X Run DMC (Walk This Way)

Album: Raising Hell – 1986

X Level: 9/10

Jika ada yang seseorang yang bertanya, apa lagu persilangan rock dan rap pertama, maka track “Walk This Way” adalah jawabannya. Aerosmith memang dikenal publik luas sebagai salah satu band rock besar dunia, tapi tak menyurutkan mereka untuk mengajak kumpulan rap underground seperti Run DMC untuk ikut berkolaborasi. Di tahun 1986, dunia persilatan musik sempat dibikin heboh saat single “Walk This Way” hasil daur ulang milik Aerosmith secara apik di cover oleh Run DMC. Hasilnya? Tak perlu menunggu lama, track mereka pun meledak di pasaran. Single ini menjadi lagu rock rap pertama yang pernah ada. Animo dari para audiens disambut positif. Lewat track ini genre rap perlahan mulai bergaung di industri musik, yang sebelumnya dinikmati sebatas segmentasi penikmat musik.

 

Anthrax X Public Enemy (Bring The Noise)

Album: Attack of the Killer B's (Anthax album) - 1991

Apocalypse 91... The Enemy Strikes Black (Public Enemy album) – 1991

X Level: 8/10

Setelah kolaborasi Aerosmith dan Run DMC menuai banyak pujian dari berbagai audiens, persilangan rock rap kembali terjadi di tahun selanjutnya. Kali ini unit thrash metal wahid Anthrax mengajak sang kolega veteran hip hop Public Enemy untuk bekerja sama di tahun 1991. Track daur ulang “Bring The Noise” milik Public Enemy menjadi katalisator bagi sub genre rap metal yang sempat marak di periode awal 90’an. Permainan gitar cepat Scott Ian dipandu MC Chuck D serta Flavor Flav menghasilkan karya yang tak disangka-sangka menjadi masterpiece di jagat musik.

 

R.E.M. X KRS-One (Radio Song)

Album: Out of Time – 1991

X Level: 7/10

Pesona band rock alternatif sekelas R.E.M. memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemar musik. Lewat jangly yang kentara menjadi ciri khas dari anatomi musikalitas band asal Georgia itu. Mungkin dilanda kebosanan, Michael Stipe sang frontman mencoba untuk bermain dengan formulasi baru. Ia menggarap lagu bernuansa funk dipadu dengan sentuhan rap yang diisi oleh grup hip hop KRS-One. Karya Stipe itu pun disambut dengan baik oleh publik. Track bertitel “Radio Song” itu berjejer bersama lagu top lainnya seperti “Losing My Religion” di album fenomenal Out of Time yang dirilis tahun 1991 silam. Tak disangka, Stipe Cs mampu mencampurkan musik hip hop dengan musik alternatif.

 

Pearl Jam X Cypress Hill (Real Thing)

Album: Judgment Night Soundtrack – 1993

X Level: 8/10

Periode era awal 90’an memang menjadi masa keemasan bagi tiap para penganut musik grunge. Skena musik digempur habis-habisan oleh komplotan raksasa berisikan Nirvana, Soundgarden, Alice in Chains hingga Stone Temple Pilots. Namun, tak disangka pentolan grunge lainnya seperti Pearl Jam pernah merilis lagu bertema crossover di tahun 1993. Eddie Vedder mengajak kolaborasi maut bersama unit hip hop tenar Cypress Hill di track “Real Thing”. Gemuruh bebunyian berat dari petikan gitar ala grunge ditambah suara khas bariton Vedder pun padu saut-sautan dengan rhyme lantang yang terlontar dari mulut MC sekelas B-Real.  Top notch! Diambil dari soundtrack film Judgment Night, mayoritas 11 track di dalam album ini berisi kolaborasi jempolan antara band rock dengan hip-hop. Seperti salah satu track dahsyat dari Slayer X Ice-T, Living Colour X Run DMC, dan masih banyak lagi.

 

Sonic Youth X Chuck D (Kool Thing)

Album: Goo – 1990

X Level: 7/10

Unit noise rock beken Sonic Youth pun tak ketinggalan menyumbangkan lagu persilangan antara rock dan hip hop. Track keramat bertajuk “Kool Thing” menggema di salah satu album terbaik mereka Goo (1990). Kim Gordon mengajak sosok Chuck D dari kelompok hip hop Public Enemy mengisi vokal bagian rap di tengah-tengah lagu. Uniknya, lagu ini merupakan respons dari perseteruan antara Gordon dan rapper LL Cool J yang memanas di masa silam. Gordon pun membalasnya dengan melayangkan single “Kool Thing” yang penuh sarat kebisingan bebunyian gitar khas pasukan Sonic Youth. Brian Molko sang vokalis Placebo pernah mengatakan bahwa lagu pertama Sonic Youth yang ia dengarkan adalah “Kool Thing”. Molko menambahkan Placebo tidak akan pernah eksis jika track ini tak keluar.

 

Teenage Fanclub X De La Soul (Fallin’)

Album: Judgment Night Soundtrack – 1993

X Level: 7.5/10

Masih di ambil dari kompilasi soundtrack film Judgment Night yang rilis di tahun 1993 berisikan berbagai nomor-nomor keren perpaduan lintas genre antar rock dan hip hop. Selain Pearl Jam X Cypress Hill, kolaborasi apik antara band Teenage Fanclub dan De La Soul adalah yang paling layak untuk didengar. Kombinasi estetika ala rock alternatif rock yang dilebur satu dengan agresi hip hop, menjadi sebuah sinkronisasi yang pantas untuk dikulik audiens. Track “Fallin” sarat irama harmoni kompleks khas Teenage Fanclub bergaung bersama iringan rhyme berkarakter milik unit hip hop psikedelik De La Soul. Sebuah kolaborasi yang smooth

 

The Brandals X Morgue Vanguard (Abrasi)

Album: DGNR8 - 2011

X Level: 8/10

Di tanah air kolaborasi crossover lintas genre pun tampak bermuara di ranah indie nasional belakangan ini. Di album DGNR8 yang rilis 2011 silam, unit rock ibukota The Brandals mengundang musisi rapper cult asal Bandung Ucok Homicide untuk berpartisipasi ambil bagian mengisi vokal tamu di dalam track ambisius “Abrasi”. Di sini Ucok menggunakan pseudonym bernama Morgue Vanguard. Lirik “Abrasi” terdengar begitu tajam dan kritis sebagai bentuk respons serangan balik terhadap kegilaan kondisi sosial-politik yang melanda negeri ini. Pertempuran lirikal ‘mewah’ antara The Brandals dan Ucok beradu secara apik saling bergantian di dalamnya. Tak heran, persekutuan yang dijalin layaknya peperangan diksi, kaya akan lirik jenius yang ditampilkan keduanya.

 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
148 views
supernoize
1762 views

Bakatmu Adalah Komoditas!

supernoize
1494 views