Cupumanik: Kontemplasi di Video Klip Teranyar Syair Manunggal

  • By: OGP
  • Selasa, 1 November 2016
  • 2703 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Unit grunge asal kota kembang Bandung, Cupumanik kembali melepas video klip teranyar mereka di penghujung Oktober kemarin. Lewat potongan video bertitel ‘Syair Manunggal’ Che sang vokalis menuturkan keluh kesal-nya dalam pencarian sisi spiritualis. Video berdurasi hampir 6 menit ini menyuguhkan perspektif tentang kerinduan kepada sang khalik yang dituang secara apik ke dalam sinematografi memukau. Di sini visual keindahan alam indah begitu terpancar berbaur dengan ekosistem yang ada di dalamnya. Ambiens dengan pemandangan yang tenang, damai dan sejuk menenangkan hati menjadi padu dengan nuansa balad di dalam klip.

Melalui press release peluncuran video musik ‘Syair Manunggal’, Che berkolaborasi langsung dengan dua orang video maker. Che menerangkan, konsep tujuan dari penulisan lirik sebenarnya diselipi pesan persuasif untuk melihat cara pandang memahami sang pencipta lewat instrumen rasa dan kesadaran sebagai ihwal paling dasar seorang manusia. Video ini digarap langsung oleh duo Adi Tamtomo dan Chicco Desmaykho selaku sutradara.

Track ‘Syair Manunggal’ merupakan tembang yang menghiasi album sekuel Cupumanik dengan tajuk Menggugat yang lebih dulu dirilis pada pertengahan 2014 silam. Sebenarnya aransemen musiknya nyaris tak masuk kriteria album yang biasanya dominan dengan sound garan dan memacu adrenalin. ‘Syair Manunggal’ jadi single ke 4 dari LP, setelah sebelumnya melontarkan lagu maut ‘Grunge Harga Mati’, ‘Luka Bernegara’, dan ‘Omong Kosong Darah Biru’. Video terbaru Cupumanik ini seolah menjadi hadiah bagi para Cupumaniak – sebutan fans mereka karena band grunge terdepan Indonesia Cupumanik telah berkibar selama 20 tahun di blantika musik tanah air. Nukilan nada dan lirik yang membuat kita memanggut sembari tertegun.

 

Lirik Lagu ‘Syair Manunggal’, ditulis oleh Che Cupumanik.

 

Coba mengerti, dan menghayati, pencarian terjus kujalani.

Tak hanya logika, tajamkan rasa, gunakan akal dan kesadaran.

Terus bertanya, dan membuktikan, agar ku yakin tak tergoyahkan.

Mejaga sucinya jiwa, murnikan hati. Agar aku pantas Kau jumpai.

Merasakan kehadiran Mu, yang ku mau.

Bukan doktrin, yang aku ingin. Agar ku yakin.

Ku tahu Kau nyata.

Maka datanglah ke hatiku, bersenyawa.

Ku tahu Kau nyata,

Maka datanglah, ke bathinku, bersenyawa.

Ku ingin hadapkan, wajahku pada Mu. 

Seperti ikrar Ibrahim pada Mu.

Merasakan kehadiran Mu, yang ku mau.

Bukan doktrin, yang aku ingin. Agar ku yakin.

Aku ingin dekat tak berjarak dan menyatu dengan Mu.

Kau yang menciptakan aku, langit dan bumi.

Semoga Kau hadir dan bersemayam dalam seluruh kesadaranku.

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
2892 views
supernoize
39080 views
supernoize
8822 views
supernoize
5626 views