KORN: Bassis Absen, Digantikan Remaja 12 Tahun

  • By: NTP
  • Senin, 10 April 2017
  • 5474 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Berita mengejutkan datang dari Korn. Sang bassis, Reginald Arvizu alias Fieldy tidak bisa ikut tur Amerika Selatan yang akan dijalani Korn pada akhir April mendatang karena sebab yang tidak dipublikasikan oleh pihak band.

BACA JUGA: JONATHAN DAVIS: Anggap Korn Bukan Band Metal

Beruntung Jonathan Davis dkk segera mendapatkan penggantinya. Posisi bassis Korn untuk sementara akan diisi remaja laki-laki berumur 12 tahun bernama Tye Trujillo, bassis The Helmets. Tye adalah putra bassis Metallica, Robert Trujillo.

“Kami kecewa karena Fieldy tidak bisa bersama kami pada rangkaian tur kali ini, tapi kami juga senang dapat menyambut penggantinya, seorang bassis muda bernama Tye. Kami berharap untuk kembali menyambut Fieldy pada bulan Mei mendatang di Amerika Serikat,” jelas Korn dalam sebuah pernyataan resmi di laman Facebook mereka.

Pengganti Fieldy ternyata tidak bisa dianggap penarik perhatian semata. Dilansir oleh Today Online pada 23 Januari lalu, Robert Trujillo mengatakan bahwa putranya sudah mulai belajar memainkan gitar di umur tujuh tahun.

“Permainannya sangatlah baik. Ia mengembangkan idenya sendiri, saya hanya membantunya mengaransemen lagu. Sangat membanggakan ketika saya melihatnya percaya diri mengerjakan kegiatan yang ia suka, dan mengerjakan ide-ide menarik. Hal ini membuat saya bahagia. Saya selalu berada di dekatnya dan memberi nasehat ketika dibutuhkan. Kekuatan idenya sangat menentukan kualitas lagu yang ia tulis,” papar Robert.

Dalam wawancara dengan The Huffington Post beberapa waktu lalu, bassis berumur 52 tahun ini menyebut Tye sebagai bassis dan penulis lagu berbakat. Bassis ketiga Metallica ini juga mengatakan bahwa riff-riff dan bass lines yang Tye tulis cukup mengesankan.

“Saya pernah berpikir, ‘Seharusnya saya yang membuat bait itu’. Tye membuat semuanya sendiri, walaupun ia juga terpengaruh oleh Jaco Pastorius, dan Miles Davis, atau Black Sabbath dan Led Zeppelin. Kami bahkan memperhatikan band-band seperti Queens of the Stone Age dan Tool. Dia juga menyukai funk dan James Brown. Ia seperti spons berumur 12 tahun yang menyerap dan menerima banyak musik yang berbeda-beda. Saya yakin perilaku seperti itu membantunya untuk menulis materi bersama band-nya,” tutur Robert.

0 COMMENTS

Info Terkait