republic records

Label Raksasa Republic Records Hapus Istilah ‘Urban’

  • By:
  • Selasa, 9 June 2020
  • 2638 Views
  • 0 Likes
  • 2 Shares

Republic Records, label yang menaungi beberapa nama terbesar dalam kancah musik global seperti Drake, The Weeknd, Lil Wayne, Kid Cudi, Nicki Minaj, dan Ariana Grande, mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan penggunaan kata “urban” untuk mengeneralisasikan musik hip-hop dan R&B. Keputusan ini hadir terkait lantangnya gerakan sosial yang tengah marak di AS.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

#WeUseOurVoices, Use Yours.

A post shared by Republic Records (@republicrecords) on

Melansir Hypebeast, mereka menyatakan “telah memutuskan untuk berhenti menggunakan istilah ‘urban’ dalam mendeskripsikan departemen, judul, dan genre musik yang kita wakili.”

“Merujuk latar belakangnya, kata ‘urban’ sendiri hadir dari perubahan makna secara historis terkait isitlah yang kemudian digunakan untuk mendefinisikan black music (musik kulit hitam). Sebagaimana sejarahnya, makna asli dari istilah tersebut tidaklah besifat negatif (atau mengandung unsur pembedaan rasial). Hampir 50 tahun lalu, Frankie Crocker menggunakan istilah ‘urban’ untuk mendefinisikan sound siaran radionya agar mampu merepresentasikan audiensnya secara lebih akurat.”

“Namun, seiring berjalannya waktu, makna dari istilah itu berubah dan berkembang menjadi sebuah gestur generalisasi terhadap orang kulit hutam di berbagai sektor dalam industri musik. Perubahan ini tidak akan memberikan efek pada struktur staff kami, dan darinya, kami akan berhenti menggunakan istilah tersebut,” simpul Republic Records.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Republic Records (@republicrecords) on

Keputusan tersebut terasa sejalan dengan komentar Tyler, The Creator terkait kategori musik “urban” yang juga hadir dalam penghargaan musik kenamaan, Grammy Awards, saat ia memenangkan Best Rap Album untuk IGOR Februari lalu.

“Orang-orang yang mirip dengan saya--yang melakukan eksperimentasi genre, mereka selalu ditempatkan dalam kategori ‘urban’. Saya tidak suka kata ‘urban’ itu, ia hanya sebuah ungkapan politically correct (istilah yang digunakan untuk ungkapan yang menghindari penghinaan atau delik terhadap kelompok masyarakat lain) untuk menyatakan ‘the N-word’.  

Dari keputusannya ini, Republic juga berharap pengimplementasiannya secara menyeluruh di industri musik global lintas platform. “Kita mendorong seluruh industru musik untuk mengikuti keputusan ini karena penting untuk membentuk masa depan yang baik, yang tidak terpaku pada struktur masa lalu.” Tak hanya sekedar berhenti menggunakan istilah “urban”, Republic Records juga menyumbangkan US$25 juta untuk sejumlah organisasi, mulai dari Black Lives Matter hingga yayasan lainnya.

Meski begitu, langkah ini pun tak luput dari kritik beberapa musisi yang mengharapkan perubahan sistemik dari label-label besar. Kenny Beats--seorang proudser hip-hop kenamaan asal Amerika, menyatakan, “Label-label yang menyatakan mendukung #BLM... mereka menggaet musisi kulit hitam ke dalam kontrak, mengharuskan musiknya ‘memuaskan secara komersil’, lalu menghitung semuanya sebagai sebuah mixtape tanpa berujung album sama sekali. Mereka memiliki semua rekaman master dan karya-karya para musisi. Perbudakan.”

0 COMMENTS