Lagu Linkin Park, In The End, Bikin Rekor di Spotify

Lagu Linkin Park, In The End, Bikin Rekor di Spotify

  • By:
  • Minggu, 4 July 2021
  • 211 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Catatan gemilang kembali ditorehkan oleh Linkin Park. Salah satu hits dari band mendiang Chester Bennington tersebut mencapai angka 1 miliar pemutaran di platform layanan streaming dan podcast, Spotify.

Menurut Chart Data, lagu yang dirilis pada 2001 dan merupakan single di album debut 'Hybrid Theory' itu mencatatkan rekor sebagai lagu dengan genre nu-metal pertama yang bisa mencapai angkat pemutaran streaming sebanyak itu di Spotify.

Meski punya warna musik yang berbeda-beda dari satu album ke album selanjutnya, Linkin Park merupakan band yang besar karena genre rock alternatif yang bernafaskan nu metal. Nuansa musik ini terlihat jelas di album debut mereka Hybrid Theory.

Sederhananya, single In The End dan Hybrid Theory bukan cuma semakin mempopulerkan nu metal, tetapi juga eksistensi Linkin Park di industri musik. Jangan lupa pula, single In The End milik Linkin Park ini pun sudah punya catatan spesial sebelum diputar satu miliran kali di Spotify.

Ya, lagu In The End Linkin Park sebelumnya sudah mencapai 1 miliar views di YouTube yang ditorehkan pada Juli 2020. Di tahun 2000, konsep video klip ini cukup unik untuk dieksekusi pada zamannya. Linkin Park mengambil tema dystopian egypt dengan menggunakan teknologi CGI secara penuh untuk video klipnya. Namun jangan samakan dengan teknologi CGI yang ada hari ini, ya.

In The End sendiri menjadi lagu kedua yang punya catatan tersebut, sebelumnya single 'Numb' sudah lebih dulu mencapai 1 miliar views di YouTube pada 2018. Linkin Park memasuki klub eksklusif band rock dengan video musik yang ditonton miliaran kali. Twenty One Pilots memiliki tiga video untuk mencapai catatan itu dengan 'Ride', 'Heathens' dan 'Stressed Out' semuanya ditonton lebih dari satu miliar kali. Guns N' Roses' juga punya catatan serupa lewat hits mereka, 'Sweet Child O' Mine'.

Adapun untuk di Spotify, sebelumnya lagu "Don't Stop Believin'" dari band rock Journey memperoleh streaming ke satu miliarnya di bulan Februari lalu, sementara Queen memiliki tiga lagu, yakni "Bohemian Rhapsody," "Don't Stop Me Now" dan "Another One Bites the Dust", yang masuk dalam kategori ini.

Sementara itu, hits Oasis "Wonderwall" menjadi lagu tahun 90-an pertama yang menjaring satu miliar streaming Spotify pada bulan Oktober 2020 lalu.

Kisah soal single In The End tak berhenti hanya sampai di sini. Tahun lalu, untuk merayakan ulang tahun ke-20 dari album Hybrid Theory, Linkin Park merilis demi dari single In The End. Biasanya, demo dan hasil akhir sebuah lagu tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Namun, untuk kasus In The End, banyak sekali perbedaan yang disajikan oleh Linkin Park dan dapat ditemukan ketika mendengar versi demonya. 

Secara komposisi dan pemilihan notasi sebetulnya tidak ada perbedaan yang signifikan dari racikan Linkin Park ini, namun perbedaan terasa dari nuansa yang dihadirkan. Dalam versi demonya, lagu In The End karya Linkin Park terdengar lebih memaksimalkan elemen-elemen musik elektroniknya, terutama di bagian drum dan bass. Selain itu, perbedaan yang paling signifikan yang dibawa oleh Linkin Park dapat ditemukan pada bagian liriknya.

Bisa dibilang, Linkin Park sebetulnya sudah memiliki gambaran yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan melalui lagu In The End. Perubahan atau perbaikan pada lagu yang dilakukan oleh Linkin Park ini dirasa lebih fokus untuk mencari lirik yang sesuai untuk menyampaikan emosi yang lebih mendalam. Hingga akhirnya tersaji secara apik di versi album Linkin Park. 

Di tahun 2021, Linkin Park juga meryakan ulang tahun dari album Minute of Midnight. Album studio ketiga Linkin Park yang dirilis pada 15 Mei 2007 itu berusia 14 tahun di tahun ini. Untuk merayakan hari jadi ini, Linkin Park membuat sesuatu yang spesial untuk para penggemar mereka.

Band yang kini dipimpin oleh Mike Shinoda tersebut merilis sebuah dokumenter di kanal YouTube Linkin Park pada 14 Mei lalu. Film yang berdurasi 40 menit itu sebetulnya dirilis pada Mei 2007 sebagai bagian dari DVD bonus edisi khusus. Video ini menampilkan cuplikan ekstensif dari para personel Linkin Park yang sedang melakukan rekaman di studio.

Video tersebut secara umum menggambarkan proses kreatif dari mendiang Chester Bennington, serta personel Linkin Park lainnya macam Rob Bourdon, Brad Delson, Joe Hahn, Dave ‘Phoenix’ Farrell dan Mike Shinoda dalam menindaklanjuti album Meteora yang dirilis tahun 2003.

Adapun, Minute of Midnight dilepas Linkin Park melalui Warner Bros Records. Album ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, dan album pertama yang tidak diproduseri oleh Don Gilmore, sosok yang memproduseri dua album Linkin Park sebelumnya.

Baca juga: 5 Fakta Hybrid Theory, Album Perdana Linkin Park

Linkin Park mulai mengerjakan album studio ketiga mereka pada tahun 2003, mengambil jeda untuk tur untuk mendukung Meteora pada tahun 2004. Dalam periode ini, para personel Linkin Park juga membuat beberapa proyek sampingan. Ambil contoh Mike Shinoda yang membentuk grup hip hop Fort Minor, sementara Chester Bennington membentuk Dead by Shine.

Disebutkan bahwa proyek sampingan dari kedua sosok ini bikin album Minute of Midnight jadi tertunda. Linkin Park lantas kembali menggarap album ini dengan mengambil arah musik yang berbeda dari album Meteora. Namun, penyelesaian album ini terus tertunda beberapa kali karena alasan yang tidak diketahui.

Namun secara mendadak, Linkin Park merilis single What I've Done pada April 2007 dan diumumkan sebagai lagu pembuka dari album Minute of Midnight. Album ketiga Linkin Park itu sendiri akhirnya dirilis di Amerika Serikat satu bulan setelah lagu What I've Done dilepas.

 

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS