Band punk asal Bekasi, Man Sinner, merilis ulang album perdana mereka bertajuk Bumi Menangis yang berisikan 15 lagu ke dalam platform pemutar musik digital pada 6 November 2020.

Lagu Man Sinner di Album Bumi Menangis Kini Ada di Platform Digital

  • By:
  • Kamis, 31 December 2020
  • 306 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Band punk asal Bekasi, Man Sinner, berupaya mengikuti perkembangan dan tren musik masa kini dengan merilis album ke seluruh platform pemutar musik digital pada 6 November 2020. Album yang mereka luncurkan ulang ke dalam bentuk digital itu adalah album debut Man Sinner bertajuk Bumi Menangis.

Album Man Sinner ini sendiri berisikan 15 buah lagu, yaitu Intro, Outro, Akhiri Perpecahan (feat: Fyan Rebellion Rose) , Bumi Menangis, Selamat Datang, Hey Punkers, dan Beautiful Rebel, Meraih Semua Mimpi, Peduli, UUD, Supir Truk, Bangkit dan Yakinlah, Terbunuh Masa Lalu, Hilangkan Penat, dan Kompas Anthem (East Cruel).

"Hey ho punkers, lagu2 andalan dari album pertama kami sudah bisa di dengarkan di seluruh platform musik digital kesayangan anda, ramaikan!," tulis Man Sinner di laman Facebook mereka.

Lewat single utama bertajuk Akhiri Perpecahan, mereka membawa pesan perdamaian setelah polarisasi di Indonesia bergerak semakin mengkhawatirkan usai kisruh politik beberapa waktu lalu.

"Lagu Akhiri Perpecahan didedikasikan untuk menyatukan kembali hati kita yang sempat diombang-ambing karena isu-isu politik yang mengatasnamakan agama," kata Man Sinner, dalam siaran persnya yang diterima Tagar, Rabu, 11 November 2020.

Dalam liriknya, lagu Akhiri Perpecahan menceritakan mengenai munculnya berbagai permusuhan di masyarakat yang terjadi lantaran digunakannya politik identitas dalam ajang pertarungan politik di Indonesia.

Padahal menurut mereka, perebutan kekuasaan dilakukan para politisi tanpa peduli dengan dengan segala bentuk krisis toleransi yang timbul.

"Permusuhan yang terjadi tak kenal teman, saudara. Menjual agama demi tahta dan menjadi krisis toleransi di masyarakat. Semakin sensi jika berbicara tentang agama, demi mereka yang mengumbar janji untuk diingkari, dan tentang kita yang hanya berbeda pendapat untuk saling berjuang," kata mereka.

Akan ku coba akhiri semua beban di hati

Dan ku mulai semua dengan senyum cerah perdamaian

Hancurkan semua amarah usai geming senjata

Hilangkanlah sparatisme yang berkedok agama

 

Perbedaan jangan pernah kau jadikan awal datangnya pemicu perpecahan

Perbedaan pendapat itu hal yang biasa

Album Bumi Menangis versi fisik, sebelumnya telah diluncurkan oleh Man Sinner pada 20 Oktober 2019 lalu dan sudah bisa didapatkan di berbagai gerai CD dan distro seperti Melting People Store, Mukee Cloth & Merch, Hangover Brand, Lucky Duck Bekasinesia, serta melalui akun Instagram resmi Man Sinner.

 

Sekilas Man Sinner

Terbentuk di penghujung tahun 2012 di pinggiran kota Jakarta berbatasan dengan Bekasi, Man Sinner mengusung musik skatepunk bertempo cepat dan dengan sedikit taburan ska di beberapa lagu mereka.

Sejak awal, Man Sinner digawangi oleh Achmad Alwan a.k.a Ambon sebagai lead vocal & Guitar, Rekian Galih a.k.a Acil sebagai lead guitar, Yandi Arofi a.k.a Ambon sebagai bassist dan back vocal, serta Agung Bahtiar a.k.a Baba di posisi penabuh drum.

Malang melintang di dunia gigs dan lebih dominan di wilayah Bekasi menjadikan Man Sinner lebih melekat dengan citra band Bekasi dibandingkan band asal Jakarta, namun hal ini tidak menjadi masalah bagi Man Sinner.

"Karena kami tidak mau melupakan di mana tempat kami tumbuh dan di mana tempat kami lahir. Nama Man Sinner sendiri dalam Bahasa Indonesia, memiliki arti manusia pendosa walaupun salah secara penulisannya, yang bermakna semua manusia itu punya dosa jadi jangan anggap diri kita paling benar dan paling suci di dunia," tulis Man Sinner.

0 COMMENTS