Lahirnya Hip Hop dari Peleburan Kultur di New York

Lahirnya Hip Hop dari Peleburan Kultur di New York

  • By:
  • Rabu, 9 June 2021
  • 52 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sebagaimana dengan latar belakang kelahiran musik lainnya, sejarah hip hop juga cukup lekat dengan pergerakan atau aktivisme dari sebuah kelompok yang ingin mengekspresikan kebebasan dan identitasnya. Hip hop pertama kali mulai menjamur dan dikenal oleh penikmat musik sekitar tahun 1970-an. Berkembang di Amerika Serikat, diketahui bahwa sejarah hip hop berasal dari New York City. Terkenal sebagai kota multi kultural, kota tersebut seakan menjadi takdir untuk bagi lahirnya skena hip hop.

Hip hop awalnya datang sebagai budaya hasil pertukaran dan peleburan kultur dari masyarakat African-American serta budaya yang dibawa oleh imigran asal kepulauan Karibia di New York City pada tahun 1970-an. Awalnya kultur musik hip hop sendiri hanya berkembang di kalangan masyarakat tersebut saja. Perkembangan yang bisa dibilang kurang pesat tersebut hadir karena musik hip hop dianggap sebagai sebuah sarana ekspresi bagi kalangan atau kelompok tersebut untuk keluar atau sekadar menjadi medium keluh kesah akibat ketimpangan di aspek sosial dan ekonomi yang dialami oleh kalangan masyarakat African-American dan penduduk imigran lainnya. Menurut beberapa catatan, nama-nama seperti DJ Kool Herc, DJ Disco Wiz, Grandmaster Flash, dan Afrika Bambaataa merupakan sosok yang cukup aktif mengembangkan serta mempopulerkan musik hip hop baik di Amerika Serikat maupun hingga ke mancanegara. 

Secara mendasar, sulit untuk mencari akar yang memengaruhi perkembangan musik hip hop sendiri. Pasalnya, musik hip hop tercipta dari peleburan berbagai macam kultur dan tradisi musik yang dipegang oleh para pelopornya di kelompok tertentu. Perkembangan musik hip hop di New York sendiri juga bisa terjadi berkat kultur block party, yang merupakan sebuah acara yang digelar di sebuah blok atau jalan tertentu. Biasanya acara block party ini digelar oleh komunitas setempat sebagai sarana hiburan bagi masyarakat muda di kawasan tersebut. Salah satu kawasan yang kerap menggelar block party di New York adalah Bronx. Di kawasan tersebut baik masyarakat atau musisi setempat memeriahkan acara dengan hadirnya DJ yang memainkan beragam jenis musik. Salah satu lokasi yang cukup dikenal sebagai tempat kelahiran hip hop adalah 1520 Sedgwick Avenue, Bronx. Di tempat tersebut DJ Kool Herc dianggap sebagai seorang disc jockey dengan reputasi tinggi.

Dua jenis musik yang cukup populer adalah funk dan soul. Berkat apresiasi yang tinggi dari banyak orang yang menikmati block party, para DJ pun mulai mengembangkan aransemen musiknya dengan memasukan tetabuhan perkusi ke dalam komposisi musik yang dimainkan. Salah satu sosok yang kerap melakukan teknik musik ini ke dalam permainannya adalah DJ Kool Herc. Teknik atau komposisi tersebut dikenal dengan istilah Jamaican Dub. Di New York sendiri, pada tahun 1990-an, skena hip hop yang populer di kota tersebut cukup dipengaruhi oleh Jamaican hip hop. Kembali ke awal perkembangan musik hip hop di tahun 1970-an, permainan atau penampilan DJ Kool Herc di atas panggung identik dengan hadirnya dua buah turntable. Kehadiran dua buah turntable tersebut bukan sekadar untuk pertunjukkan saja. DJ Kool Herc membutuhkan dua buah turntable untuk mengakomodasi mix perkusi yang kala itu memiliki durasi yang relatif singkat. Jadi dengan dua buah turntable, salah satu pionir musik hip hop di New York tersebut dapat memperpanjang durasi dari tetabuhan perkusi yang membuat musiknya menjadi ikonis.

Apa yang dilakukan oleh DJ Kool Herc ternyata dianggap sebagai sebuah skema dasar untuk perkembangan musik hip hop secara masif di Amerika Serikat. Skema dasar yang dibawa oleh DJ Kool Herc juga memiliki sentuhan kultur Jamaika yang memadukan musik dengan rima puisi. Hal tersebut mungkin terkesan identik dengan apa yang kita kenal dengan istilah rapping saat ini. Namun, nyatanya teknik rapping dikenal bukan berasal dari kultur Jamaika. Pasalnya, rapping yang jadi bagian hip hop ini sudah terlebih dahulu dikenal sebagai kultur yang dibawa oleh kalangan masyarakat African-American. 

Bisa dibilang bahwa teknik rapping ini berasal dari tradisi silat lidah bernama capping yang dilakukan oleh masyarakat African-American untuk sebuah pertunjukkan. Pemilihan diksi yang digunakan kadang terdengar ekstrem. Hal tersebut sengaja digunakan untuk menarik perhatian audiens terhadap pertunjukkan yang sedang digelar. Lambat laun, tradisi tersebut mulai disematkan ke dalam pertunjukkan musik di kalangan masyarakat African-American. Dalam skena hip hop orang yang berkomunikasi atau menyanyi dengan menggunakan teknik rap ini disebut dengan MC. Seperti halnya dengan pemandu acara, MC dalam konteks musik hip hop juga memandu para audiens untuk dapat bisa melebur dan menikmati musik yang disuguhkan oleh para DJ dalam sebuah penampilan. 

DJ Kool Herc juga menjadi sosok yang mempopulerkan teknik scratching yang lekat dengan citra para DJ hingga saat ini. Teknik tersebut dirinya temukan saat menjadi pengisi acara untuk pesta di sekolah sang adik. Terus berkembang secara perlahan tapi pasti, musik hip hop yang dipopulerkan oleh DJ Kool Herc ini pun akhirnya menjadi sebuah genre musik mainstream di Amerika Serikat. Dalam pengembangannya, DJ Kool Herc juga tidak berhenti terus mengasah kemampuannya sebagai seorang disc jockey. DJ Kool Herc pun mulai mengolah musik di luar soul dan funk. Salah satu pionir musik hip hop tersebut memperkenalkan istilah beat deejaying dengan komposisi hasil perpaduan musik hard funk dan rock. Beat deejaying juga yang dianggap sebagai basis yang cukup mendekati dari aransemen musik hip hop modern. 

 

Image courtesy of hurricanehank/Shutterstock

0 COMMENTS